Penjelasan Hadits Bukhari No. 1028 tentang Menghadap kiblat dan membalik jubah saat shalat Istisqa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara shalat Istisqa' (minta hujan) yang dicontohkan Nabi ﷺ, yaitu keluar ke tanah lapang (musalla), kemudian ketika akan berdoa, beliau menghadap kiblat dan membalikkan kain/jubahnya (rida')—bagian yang di kanan dipindah ke kiri, dan sebaliknya. Ini adalah sunnah yang diajarkan agar kita bersungguh-sungguh dan merendahkan diri di hadapan Allah ketika memohon diturunkannya hujan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks hadits yang Anda sertakan sudah lengkap dengan sanadnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Istisqa', Bab Man Istaqbala al-Qiblah fi al-Istisqa' (no. 1028), dari sahabat Abdullah bin Zaid Al-Ansari radhiyallahu 'anhu.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an tentang doa dan menghadap kiblat:

Allah Ta'ala berfirman:

فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ

"Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu." (QS. Al-Baqarah [2]: 144)

Ayat ini menunjukkan perintah menghadap kiblat dalam ibadah, dan para ulama menjadikannya dasar bahwa menghadap kiblat adalah bentuk pengagungan kepada Allah, termasuk dalam doa.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa disunnahkan menghadap kiblat ketika berdoa dalam Istisqa', berdasarkan hadits ini.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fath Al-Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) membahas secara panjang lebar tentang hikmah membalikkan rida' dan bahwa perbuatan ini adalah isyarat agar keadaan berubah dari kesusahan (kekeringan) menjadi kelapangan (hujan).

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah dan hukum dari hadits ini:

1. Keluar ke Tanah Lapang (Musalla)

Nabi ﷺ keluar ke musalla (tanah lapang) untuk shalat Istisqa', bukan di masjid. Ini menunjukkan bahwa shalat Istisqa' disunnahkan di tanah lapang agar lebih terasa kehinaan dan kerendahan diri di hadapan Allah, serta lebih luas untuk kaum muslimin berkumpul.

2. Menghadap Kiblat Saat Berdoa

Ketika Nabi ﷺ hendak berdoa, beliau menghadap kiblat. Ini menunjukkan bahwa dalam doa Istisqa', disunnahkan menghadap kiblat. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat demikian. Adapun dalam khutbah, khatib menghadap ke arah makmum, tetapi ketika berdoa, beliau menghadap kiblat.

3. Membalikkan Rida' (Kain/Jubah)

Nabi ﷺ membalikkan rida'nya, yaitu bagian yang di pundak kanan dipindahkan ke pundak kiri, dan sebaliknya. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan hikmahnya: ini adalah isyarat agar keadaan berubah dari susah menjadi lapang, dari kekeringan menjadi hujan. Ini juga bentuk optimisme dan harapan besar kepada Allah.

4. Hukum Membalikkan Rida'

Para ulama sepakat bahwa membalikkan rida' dalam Istisqa' adalah sunnah, karena dilakukan oleh Nabi ﷺ. Imam An-Nawawi mengatakan: "Disunnahkan bagi imam dan makmum untuk membalikkan pakaian mereka ketika berdoa dalam Istisqa', berdasarkan hadits ini."

5. Posisi Imam Saat Berdoa

Sebagian ulama berpendapat bahwa imam menghadap kiblat ketika berdoa, dan makmum juga menghadap kiblat. Ada juga pendapat bahwa makmum menghadap imam. Pendapat yang lebih kuat adalah imam menghadap kiblat, dan makmum juga menghadap kiblat, karena Nabi ﷺ menghadap kiblat dan para sahabat di belakang beliau.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa pada masa Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, terjadi kekeringan yang parah di Madinah. Umar keluar meminta hujan bersama kaum muslimin, dan beliau berdoa dengan penuh kerendahan. Di antara doanya yang masyhur: "Ya Allah, kami tidak memiliki wasilah kepada-Mu kecuali dengan paman Nabi kami (Al-Abbas). Maka berilah kami hujan." Lalu Al-Abbas berdoa, dan tidak lama kemudian turunlah hujan yang deras.

Kisah ini menunjukkan bahwa ketika umat menghadap Allah dengan sungguh-sungguh, merendahkan diri, dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam berdoa, maka Allah akan mengabulkan. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah, sekalipun musibah berkepanjangan.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat Istisqa' disunnahkan di tanah lapang, bukan di masjid, agar lebih terasa kerendahan diri di hadapan Allah.
  2. Saat berdoa dalam Istisqa', disunnahkan menghadap kiblat, sebagai bentuk pengagungan kepada Allah.
  3. Membalikkan rida' (pakaian luar) adalah sunnah, dengan cara memindahkan bagian kanan ke kiri dan sebaliknya, sebagai isyarat perubahan keadaan dari susah menjadi lapang.
  4. Perbanyak doa, istighfar, dan taubat ketika meminta hujan, karena itu adalah sebab turunnya rahmat Allah.
  5. Jangan berputus asa dari rahmat Allah, karena Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya yang merendahkan diri.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?