Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan tata cara shalat Istisqa' (memohon hujan) yang diajarkan Nabi ﷺ: beliau keluar ke tanah lapang (musalla), menghadap kiblat, shalat dua rakaat, lalu membalik jubahnya — sisi kanan diletakkan di sisi kiri. Ini adalah sunnah yang penuh makna: menunjukkan kerendahan diri, harapan, dan perubahan keadaan di hadapan Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 1027) dari Abbad bin Tamim dari pamannya (Abdullah bin Zaid bin 'Ashim radhiyallahu 'anhu), dan juga diriwayatkan Muslim. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bab ini, dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim membahas fiqihnya.
Dalil Al-Qur'an tentang perintah berdoa dan kembali kepada Allah:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
QS. Ghafir [40]: 60
"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'"
Juga firman Allah:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
QS. Al-Baqarah [2]: 152
"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."
Penjelasan Rinci
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
1. Keluar ke Musalla (tanah lapang). Nabi ﷺ tidak shalat Istisqa' di masjid, melainkan keluar ke tanah lapang. Ini menunjukkan kesungguhan, kerendahan diri, dan menampakkan kebutuhan kepada Allah di hadapan manusia. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hikmahnya adalah menampakkan ketundukan dan memohon dengan penuh harap, sebagaimana orang yang sedang berhaji di Arafah.
2. Menghadap kiblat. Nabi ﷺ menghadap kiblat saat berdoa, karena kiblat adalah arah terbaik untuk berdoa. Ini juga menunjukkan adab dalam berdoa.
3. Shalat dua rakaat. Shalat Istisqa' dilakukan dua rakaat, sebagaimana shalat 'Id. Ibnu Hajar dan an-Nawawi menyebutkan bahwa shalat ini memiliki takbir dan tata cara yang mirip shalat 'Id menurut sebagian ulama, dan sebagian lain menyebutkan cukup dua rakaat biasa. Yang jelas, hadits ini menetapkan dua rakaat.
4. Membalik jubah (قلب الرداء). Ini adalah sunnah yang khas. Sufyan bin 'Uyainah (guru Al-Bukhari dalam hadits ini) meriwayatkan dari Al-Mas'udi dari Abu Bakr bahwa Nabi ﷺ meletakkan sisi kanan jubahnya di atas sisi kiri. Ibnu Hajar menjelaskan hikmahnya: membalik jubah melambangkan perubahan keadaan — dari kesulitan (kekeringan) menuju kemudahan (hujan), dan dari kesempitan menuju kelapangan. Ini juga bentuk tafa'ul (optimisme) dan doa tanpa kata.
5. Perbedaan pendapat. Sebagian ulama (seperti dalam mazhab Syafi'i menurut an-Nawawi) menyebutkan bahwa membalik jubah dilakukan dengan menjadikan bagian dalam di luar dan bagian luar di dalam, sambil tetap meletakkan kanan di atas kiri. Ibnu Hajar menyebutkan beberapa riwayat dan menguatkan bahwa maknanya adalah membalik posisi jubah, bukan sekadar memindahkan. Yang paling kuat menurut dalil adalah membalik jubah sebagaimana disebutkan dalam hadits, dengan meletakkan kanan di atas kiri, sebagai simbol perubahan dan doa.
6. Kaitan dengan doa. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa shalat Istisqa' adalah sunnah muakkadah saat kekeringan, dan di dalamnya terdapat doa, istighfar, dan sedekah. Beliau menekankan bahwa inti istisqa' adalah kembali kepada Allah dengan taubat dan merendahkan diri.
Story Telling
Dikisahkan bahwa pada masa Nabi ﷺ, ketika kaum Muslimin dilanda kekeringan panjang, Nabi ﷺ keluar ke tanah lapang dengan penuh kerendahan diri. Beliau shalat dua rakaat, menghadap kiblat, berdoa dengan sungguh-sungguh, lalu membalik jubahnya — seolah berkata: "Ya Allah, ubahlah keadaan kami." Tidak lama kemudian, hujan pun turun. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan riwayat-riwayat tentang istisqa' Nabi ﷺ dan bagaimana beliau mengangkat tangan, berdoa, dan membalik jubah sebagai tanda harapan kepada Allah. Hikmahnya: kesulitan diubah dengan kembali kepada Allah, bukan dengan keluhan.
Kesimpulan Praktis
- Saat kekeringan, disunnahkan shalat Istisqa' dua rakaat, keluar ke tanah lapang, menghadap kiblat, dan berdoa dengan penuh harap.
- Membalik jubah (kanan di atas kiri) adalah sunnah yang melambangkan perubahan keadaan dan optimisme kepada Allah.
- Perbanyak istighfar, taubat, dan sedekah saat memohon hujan, sebagaimana dijelaskan Ibnu Qayyim dan Ibnu Hajar.
- Jangan mencela takdir; hadapkan hati kepada Allah dengan rendah diri.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.