Penjelasan Hadits Bukhari No. 102 tentang Pengecualian anak belum baligh dari kewajiban ilmu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Kitab Ilmu, bab tentang mengkhususkan hari tertentu untuk mengajar kaum wanita. Intinya, Nabi ﷺ menetapkan waktu khusus untuk mengajari para wanita, dan hadits ini juga menyebutkan tentang tiga golongan yang belum mencapai usia hints (baligh). Imam Al-Bukhari sengaja meletakkannya di bab ilmu untuk menunjukkan bahwa wanita juga berhak mendapat pengajaran agama secara khusus.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini terdapat dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Ilmu, Bab "Apakah dikhususkan hari untuk wanita dalam ilmu", nomor 102. Perawi: Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Hurairah رضي الله عنهما.

Teks hadits:

<p>حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الأَصْبَهَانِيِّ، عَنْ ذَكْوَانَ، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا. وَعَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الأَصْبَهَانِيِّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ "ثَلاَثَةً لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ".</p>

Terjemahan: Dari Abu Sa'id Al-Khudri, dari Nabi ﷺ dengan hadits ini. Dan dari Abdurrahman bin Al-Asbahani, ia berkata: Aku mendengar Abu Hazim, dari Abu Hurairah, ia berkata: "Tiga orang yang belum mencapai hints (baligh)."

Ayat yang berkaitan dengan kewajiban menuntut ilmu dan penyampaiannya:

<p>وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ</p>

QS. At-Taubah [9]: 122

Terjemahan: "Dan tidak sepatutnya orang-orang mukmin itu semuanya pergi (ke medan perang). Mengapa tidak ada dari setiap golongan di antara mereka beberapa orang yang pergi untuk memperdalam ilmu agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya, agar mereka dapat menjaga dirinya."

Penjelasan Rinci

Konteks bab dan hadits. Imam Al-Bukhari meletakkan hadits ini dalam Kitab Ilmu, pada bab khusus tentang bolehnya mengkhususkan hari tertentu untuk mengajar kaum wanita. Ini menunjukkan pemahaman beliau bahwa hadits ini berkaitan dengan praktik Nabi ﷺ yang menetapkan waktu tersendiri untuk mengajari para wanita, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain bahwa Nabi ﷺ berjanji mengajar mereka pada hari tertentu.

Makna "hints" (الحِنْث). Kata hints dalam bahasa Arab berarti dosa atau mencapai usia dewasa/baligh. Yang dimaksud di sini adalah usia di mana seseorang sudah mukallaf (terbebani syariat). Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hints berarti sampainya seseorang pada usia baligh, yang ditandai dengan mimpi basah, haid bagi wanita, atau tumbuhnya rambut tertentu, atau mencapai usia tertentu menurut pendapat ulama.

Pemahaman ulama tentang mengkhususkan hari untuk wanita. Imam Al-Bukhari dalam bab ini menunjukkan bahwa tidak mengapa mengkhususkan waktu tertentu untuk mengajar wanita, karena mereka juga perlu memahami agama. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa dalam riwayat lain, Nabi ﷺ menetapkan satu hari khusus untuk para wanita, dan ini menjadi dalil bolehnya majelis ilmu khusus wanita.

Tiga golongan yang belum baligh. Dalam riwayat Abu Hurairah, disebutkan "tiga orang yang belum mencapai hints". Ini berkaitan dengan hadits lain tentang tiga orang yang Allah tidak berbicara kepada mereka pada hari kiamat atau tidak melihat mereka, yaitu: orang yang menyebut-nyebut pemberiannya, orang yang menjual barang dengan sumpah palsu, dan orang yang memanjangkan kainnya karena sombong — namun dalam riwayat ini konteksnya adalah tentang anak-anak yang belum baligh. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa penyebutan "tiga" di sini merujuk pada hadits lain yang menyebutkan tiga golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah, dan di antara mereka adalah anak yang belum baligh? — namun yang lebih tepat, ini adalah bagian dari hadits tentang tiga orang yang belum mencapai hints yang berkaitan dengan hadits tentang tiga golongan yang Allah tidak berbicara kepada mereka.

Perbedaan pendapat. Sebagian ulama seperti Ibnu Hajar dan An-Nawawi memahami bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya mengkhususkan hari untuk mengajar wanita, dan ini bukan larangan. Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama daftar tentang hal ini; mereka sepakat bahwa menuntut ilmu wajib bagi pria dan wanita sesuai kadar kebutuhannya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa para wanita pernah datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: "Wahai Rasulullah, kaum pria telah mengalahkan kami dalam hal mendengarkan haditsmu, maka tentukanlah untuk kami satu hari khusus agar kami dapat datang kepadamu." Maka Nabi ﷺ pun menetapkan hari tertentu untuk mengajari mereka. (Disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dalam bab ini, dan Ibnu Hajar mengomentarinya dalam Fathul Bari).

Hikmahnya: Islam sangat memperhatikan pendidikan wanita, karena mereka adalah madrasah pertama bagi generasi berikutnya. Nabi ﷺ tidak mengabaikan permintaan mereka, bahkan memberikan waktu khusus.

Kesimpulan Praktis

  1. Wanita juga wajib menuntut ilmu agama sesuai kadar yang Allah wajibkan, seperti shalat, puasa, dan akhlak.
  2. Boleh mengkhususkan waktu tertentu untuk mengajar wanita, sebagaimana dilakukan Nabi ﷺ.
  3. Usia baligh ditandai dengan hints, yaitu mimpi basah, haid, atau tanda-tanda lainnya.
  4. Hendaknya majelis ilmu diadakan dengan adab dan tidak melanggar syariat.
  5. Orang tua hendaknya memperhatikan pendidikan agama anak-anak mereka sejak dini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?