Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 1011 tentang Membalik jubah saat istisqa sebagai tanda harapan hujan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa ketika Nabi ﷺ melaksanakan shalat Istisqa' (meminta hujan), beliau membalik jubahnya. Membalik jubah ini adalah salah satu sunnah dalam shalat Istisqa' yang memiliki makna simbolis, yaitu sebagai harapan agar keadaan berubah dari susah (kekeringan) menjadi lapang (hujan). Ini adalah perbuatan yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ dan diriwayatkan oleh sahabat Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Istisqa', Bab "Mengubah Jubah dalam Istisqa", no. 1011, dari sahabat Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ، قَالَ حَدَّثَنَا وَهْبٌ، قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ اسْتَسْقَى فَقَلَبَ رِدَاءَهُ.

Makna Ringkas: Dari Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ meminta hujan (shalat Istisqa') lalu membalik jubahnya.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang doa meminta hujan dan pertolongan-Nya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١)

"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.'" (QS. Nuh [71]: 10-11)

Ayat ini menunjukkan bahwa istighfar dan doa adalah sebab turunnya hujan, sebagaimana dipahami oleh para ulama.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam bab khusus tentang membalik jubah dalam Istisqa', menunjukkan bahwa ini adalah amalan yang dianggap penting dan memiliki dasar yang kuat. Para ulama seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menjadikan hadits ini sebagai dalil disunnahkannya membalik pakaian (jubah) saat berdoa dalam shalat Istisqa'.

Penjelasan Rinci

1. Makna Membalik Jubah dalam Istisqa':

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "membalik jubah" (قلب الرداء) adalah menjadikan bagian atas pakaian berada di bawah, dan bagian bawah berada di atas, atau membalik sisi kanan ke kiri dan sebaliknya. Ini dilakukan sebagai simbol harapan agar keadaan berubah.

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hikmah membalik jubah adalah sebagai tanda optimisme akan berubahnya keadaan dari kekeringan menjadi kesuburan, dari susah menjadi mudah. Ini juga merupakan bentuk tafaa'ul (optimisme yang baik) yang dicontohkan Nabi ﷺ.

2. Posisi Membalik Jubah:

Menurut pendapat yang kuat dari kalangan ulama Syafi'iyah dan Hanabilah, membalik jubah dilakukan setelah selesai shalat, yaitu ketika imam menghadap jamaah dan mulai berdoa. Ini berdasarkan riwayat lain yang menjelaskan tata cara Nabi ﷺ dalam shalat Istisqa'.

Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam kitab Al-Umm menyebutkan bahwa imam membalik jubahnya ketika berdoa, dan jamaah juga membalik pakaian mereka. Ini menunjukkan bahwa perbuatan ini bukan hanya khusus untuk imam, tetapi juga untuk seluruh jamaah.

3. Hukum Membalik Jubah:

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum membalik jubah dalam Istisqa':

  • Pendapat pertama (Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad): Disunnahkan membalik jubah, baik bagi imam maupun makmum. Ini berdasarkan hadits di atas dan riwayat-riwayat lain yang semakna.
  • Pendapat kedua (sebagian ulama Malikiyah): Membalik jubah hanya dilakukan oleh imam, tidak oleh makmum. Namun pendapat ini kurang kuat karena hadits-hadits lain menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memerintahkan atau menganjurkan hal ini secara umum.

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur ulama bahwa membalik jubah disunnahkan bagi imam dan makmum, karena ini adalah perbuatan Nabi ﷺ yang bersifat umum.

4. Hikmah dan Pelajaran:

  • Tafaa'ul (optimisme): Membalik jubah adalah simbol harapan agar Allah mengubah keadaan dari kesusahan menjadi kemudahan. Ini mengajarkan kita untuk selalu optimis dalam berdoa.
  • Khusyuk dan merendahkan diri: Dalam shalat Istisqa', umat Islam berkumpul untuk merendahkan diri di hadapan Allah, memohon ampunan dan rahmat-Nya. Membalik jubah adalah bagian dari adab berdoa yang diajarkan Nabi ﷺ.
  • Kebersamaan: Ketika imam dan makmum sama-sama membalik jubah, ini menunjukkan kebersamaan umat dalam menghadapi musibah dan bersama-sama memohon pertolongan Allah.

5. Penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani:

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa membalik jubah dilakukan dengan cara menjadikan bagian yang di atas menjadi di bawah, dan yang kanan menjadi di kiri. Beliau juga menyebutkan bahwa hikmahnya adalah sebagai tanda berubahnya keadaan dari kekeringan menuju kesuburan, sebagaimana pakaian yang dibalik berubah posisinya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

"Suatu ketika Nabi ﷺ keluar untuk meminta hujan. Beliau menghadap kiblat, berdoa, lalu membalik jubahnya." (HR. Al-Bukhari no. 1011 dan Muslim no. 894)

Dalam riwayat lain dari sahabat yang sama, disebutkan bahwa Nabi ﷺ shalat dua rakaat dengan mengeraskan bacaan, kemudian berdoa sambil mengangkat tangan, lalu membalik jubahnya. Peristiwa ini terjadi ketika kaum muslimin dilanda kekeringan yang berkepanjangan, sehingga mereka meminta Nabi ﷺ untuk memohonkan hujan kepada Allah.

Yang menarik, dalam riwayat lain disebutkan bahwa ketika Nabi ﷺ membalik jubahnya, beliau menjadikan bagian yang kanan di sebelah kiri dan yang kiri di sebelah kanan. Ini menunjukkan bahwa beliau benar-benar mengajarkan umatnya adab berdoa yang penuh harap dan optimisme.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa dalam menghadapi musibah, kita diajarkan untuk tidak berputus asa, tetapi justru semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan doa, istighfar, dan amalan-amalan yang dicontohkan Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Membalik jubah saat Istisqa' adalah sunnah yang dicontohkan Nabi ﷺ dan diriwayatkan dalam hadits shahih.
  2. Hikmahnya adalah tafaa'ul (optimisme) agar Allah mengubah keadaan dari kekeringan menjadi hujan, dari susah menjadi mudah.
  3. Disunnahkan bagi imam dan makmum untuk membalik pakaian mereka saat shalat Istisqa', berdasarkan pendapat jumhur ulama.
  4. Perbanyak istighfar dan doa ketika meminta hujan, karena istighfar adalah sebab turunnya rahmat Allah.
  5. Amalkan dengan penuh keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya dan Maha Kuasa untuk mengubah segala keadaan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.