Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menerangkan keutamaan besar menjenguk orang sakit. Bahkan, ketika ada perbedaan perasaan atau ketegangan antara penjenguk dan yang dijenguk, hal itu tidak menghalangi seorang Muslim untuk tetap menunaikan hak persaudaraan Islam, yaitu menjenguk dan memberi nasihat. Allah membalasnya dengan mengutus tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakannya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 955) dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Berikut teks haditsnya:
حَدَّثَنَا بَهْزٌ، وَعَفَّانُ، قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ، قَالَ عَفَّانُ قَالَ أَنْبَأَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ حُرَيْثٍ، أَنَّهُ عَادَ حَسَنًا وَعِنْدَهُ عَلِيٌّ فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَتَعُودُ حَسَنًا وَفِي النَّفْسِ مَا فِيهَا قَالَ نَعَمْ إِنَّكَ لَسْتَ بِرَبِّ قَلْبِي فَتَصْرِفَهُ حَيْثُ شِئْتَ فَقَالَ أَمَا إِنَّ ذَلِكَ لَا يَمْنَعُنِي أَنْ أُؤَدِّيَ إِلَيْكَ النَّصِيحَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا إِلَّا ابْتَعَثَ اللَّهُ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ يُصَلُّونَ عَلَيْهِ أَيَّ سَاعَةٍ مِنْ النَّهَارِ كَانَتْ حَتَّى يُمْسِيَ وَأَيَّ سَاعَةٍ مِنْ اللَّيْلِ كَانَتْ حَتَّى يُصْبِحَ
Makna ringkas: "Tidaklah seorang Muslim menjenguk Muslim lainnya, melainkan Allah mengutus tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakannya—kapan pun waktunya di siang hari hingga sore, dan kapan pun waktunya di malam hari hingga pagi."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab al-Jana'iz, Bab Ma Ja'a fi 'Iyadatil-Marid (no. 969), dan Imam Ibnu Majah (no. 1442). Syaikh al-Albani menilai hadits ini hasan dalam Shahih at-Tirmidzi dan Shahih Ibni Majah.
Adapun dalil dari Al-Qur'an tentang keutamaan menjenguk orang sakit, Allah berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
QS. Al-Ma'idah [5]: 2
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa."
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit termasuk hak seorang Muslim atas saudaranya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa menjenguk orang sakit adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
Dalam hadits ini terdapat pelajaran berharga dari kisah antara Ali bin Abi Thalib dan Amr bin Huraith. Ada ketegangan perasaan antara keduanya—Amr bin Huraith merasakan sesuatu di hatinya terhadap Ali. Namun Ali radhiyallahu 'anhu tetap menasihatinya dan menyampaikan hadits ini. Ini menunjukkan bahwa perbedaan perasaan atau perselisihan tidak menghalangi seorang Muslim untuk tetap menunaikan hak persaudaraan dan menyampaikan kebaikan.
Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa tolong-menolong dalam kebaikan mencakup semua bentuk bantuan, termasuk menjenguk orang sakit dan mendoakannya. Ini adalah wujud nyata ukhuwah Islamiyah.
Adapun makna "tujuh puluh ribu malaikat bershalawat" — para ulama menjelaskan bahwa shalawat dari malaikat berarti doa. Ini menunjukkan betapa besar pahala orang yang menjenguk saudaranya yang sakit. Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit termasuk amalan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, dan di dalamnya terdapat pahala yang besar.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa keutamaan ini berlaku bagi siapa saja yang menjenguk orang sakit, baik yang sakit itu kerabat, teman, atau orang lain. Yang penting adalah niat ikhlas karena Allah dan mengharap pahala-Nya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu adalah sosok yang sangat memperhatikan hak-hak persaudaraan. Dalam kisah ini, meskipun ada sesuatu di hati Amr bin Huraith terhadapnya, Ali tetap menyampaikan nasihat dan mengajarkan hadits tentang keutamaan menjenguk orang sakit. Ini menunjukkan keluhuran akhlak Ali—beliau tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi justru membalas dengan kebaikan dan nasihat.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menyebutkan bahwa di antara tanda kesempurnaan iman adalah seseorang tetap berbuat baik kepada orang yang memiliki perasaan kurang baik kepadanya, selama hal itu tidak bertentangan dengan syariat. Ini persis seperti yang dicontohkan Ali dalam hadits ini.
Kesimpulan Praktis
- Jenguklah orang sakit — ini termasuk hak Muslim atas saudaranya dan amalan yang sangat dicintai Allah.
- Jangan biarkan perbedaan menghalangi kebaikan — meskipun ada ketegangan atau perasaan kurang enak, tetap tunaikan hak persaudaraan.
- Niatkan karena Allah — pahala besar (tujuh puluh ribu malaikat mendoakan) diberikan kepada yang ikhlas.
- Doakan kesembuhan — saat menjenguk, bacakan doa yang diajarkan Nabi ﷺ: "Allahumma rabbin-nas adzhibil-ba'sa isyfi antasy-syafi la syifa'a illa syifa'uka syifa'an la yughadiru saqama" (Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit).
- Sampaikan nasihat dengan adab — sebagaimana Ali menasihati Amr bin Huraith dengan lembut dan tetap menyampaikan dalil.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.