Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini diriwayatkan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه dan menjelaskan ciri-ciri fisik Nabi ﷺ: tidak pendek dan tidak tinggi, berjanggut lebat, berkulit kemerahan, berbadan kokoh, serta cara berjalannya yang tegap dan bertenaga. Para ulama memasukkannya ke dalam bab sifat Nabi ﷺ (syamail), untuk mengenal beliau dan mencintainya, bukan untuk berlebihan (ghuluw) terhadap fisik beliau.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini terdapat dalam Musnad Ahmad (no. 946), dari Ali رضي الله عنه. Para ulama hadits seperti Imam Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tirmidzi meriwayatkan hadits-hadits syamail (ciri fisik Nabi ﷺ) dari berbagai sahabat, dan Ibnu Hajar al-Asqalani serta Imam an-Nawawi membahasnya dalam syarah hadits.
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan kedudukan Nabi ﷺ:
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
QS. Al-Kahfi [18]: 110 — "Katakanlah: Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
Ayat ini menegaskan Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang memiliki ciri fisik seperti manusia lain, namun diberi wahyu. Karena itu mengenal sifat fisik beliau adalah bagian dari mengenal beliau sebagai manusia mulia, tanpa menuhankan beliau.
Penjelasan Rinci
Hadits ini termasuk bab syamail (sifat-sifat fisik dan akhlak Nabi ﷺ). Ali رضي الله عنه menggambarkan:
- "لَا قَصِيرٌ وَلَا طَوِيلٌ" — tidak pendek dan tidak tinggi, yaitu berperawakan sedang.
- "عَظِيمَ الرَّأْسِ" — kepalanya besar, tanda kekokohan tubuh.
- "رَجِلَهُ" — rambutnya bergelombang (tidak lurus kaku dan tidak keriting penuh).
- "عَظِيمَ اللِّحْيَةِ" — janggutnya lebat.
- "مُشْرَبًا حُمْرَةً" — kulitnya bercampur warna kemerahan.
- "طَوِيلَ الْمَسْرُبَةِ" — garis rambut halus dari dada hingga pusar.
- "عَظِيمَ الْكَرَادِيسِ" — sendi-sendi tubuhnya besar dan kokoh.
- "شَثْنَ الْكَفَّيْنِ وَالْقَدَمَيْنِ" — telapak tangan dan kakinya besar dan tebal.
- "إِذَا مَشَى تَكَفَّأَ كَأَنَّمَا يَهْبِطُ فِي صَبَبٍ" — bila berjalan seolah menuruni lereng, yaitu langkahnya tegap, cepat, dan penuh semangat.
Ibnu Hajar al-Asqalani dan Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa hadits-hadits syamail ini sahih dan saling menguatkan, dan tujuannya adalah agar umat mengenal Nabi ﷺ, meneladani akhlaknya, serta mencintainya dengan cinta yang syar'i—bukan mengagung-agungkan fisik beliau secara berlebihan.
Ibnu Katsir dan Ibnu Qayyim al-Jawziyyah menegaskan bahwa mengenal sifat Nabi ﷺ termasuk bagian dari iman kepada beliau, namun tetap menjaga tauhid: beliau adalah hamba dan rasul Allah, bukan objek penyembahan atau pengagungan yang melampaui batas.
Catatan ilmiah: sebagian perawi dalam sanad ini (seperti Ibnu Juraij dan Shalih bin Su'aid) dibicarakan oleh sebagian ahli hadits, sehingga para ulama menilai hadits ini sebagai hasan atau shahih lighairihi karena dikuatkan riwayat lain tentang syamail. Karena itu maknanya tetap diterima dan sejalan dengan hadits-hadits syamail sahih lainnya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika seorang sahabat memandang Nabi ﷺ dan terpesona pada ketegapan beliau. Ali رضي الله عنه—yang tumbuh di rumah Nabi ﷺ dan paling dekat mengenal beliau—menggambarkan beliau dengan kalimat penuh kekaguman: "Aku belum pernah melihat orang seperti beliau sebelum maupun sesudahnya." Namun kekaguman itu tidak membuat Ali menyembah beliau; ia justru menjadi orang yang paling teguh membela tauhid. Inilah hikmahnya: mengenal keindahan Nabi ﷺ seharusnya menambah cinta dan ketaatan, bukan melampaui batas.
Kesimpulan Praktis
- Mengenal sifat fisik Nabi ﷺ adalah bagian dari mengenal dan mencintai beliau.
- Cinta kepada Nabi ﷺ diwujudkan dengan mengikuti sunnah beliau, bukan mengagungkan fisik secara berlebihan.
- Jaga tauhid: Nabi ﷺ adalah hamba dan rasul Allah, bukan objek penyembahan.
- Teladani ketegapan dan semangat beliau dalam beribadah dan berdakwah.
- Jika ingin mendalami syamail, rujuk kitab-kitab syamail dan syarah hadits dari ulama terpercaya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.