Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ berwudhu dengan mencuci setiap anggota wudhu sebanyak tiga kali (tiga-tiga). Ini adalah salah satu cara wudhu yang paling sempurna dan paling utama, sebagaimana yang dipraktikkan dan diajarkan oleh para ulama. Wudhu tiga kali adalah bentuk kesempurnaan dan merupakan sunnah yang paling sering dilakukan oleh Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari sahabat mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Lafaz haditsnya:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ، حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُقْبَةَ أَبُو كِبْرَانَ، عَنْ عَبْدِ خَيْرٍ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: هَذَا وُضُوءُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، تَوَضَّأَ ثَلَاثًا ثَلَاثًا.
Artinya: "Dari 'Abd Khair, bahwa 'Ali radhiyallahu 'anhu berkata: 'Ini adalah wudhu Rasulullah ﷺ.' Kemudian ia berwudhu dengan mencuci setiap bagian tiga kali."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam An-Nasa'i, dan Imam At-Tirmidzi dengan lafaz yang semakna. Imam At-Tirmidzi berkata: "Hadits ini hasan shahih."
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki." (QS. Al-Ma'idah [5]: 6)
Ayat ini memerintahkan wudhu secara umum, dan hadits-hadits Nabi ﷺ menjelaskan tata cara pelaksanaannya, termasuk berapa kali basuhan.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa wudhu Nabi ﷺ memiliki beberapa tingkatan:
- Wudhu satu kali-satu kali (mencuci setiap anggota satu kali) — ini adalah yang paling minimal dan sah.
- Wudhu dua kali-dua kali — ini adalah pertengahan.
- Wudhu tiga kali-tiga kali — ini adalah yang paling sempurna dan paling utama.
Hadits dari Ali bin Abi Thalib ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ berwudhu tiga kali-tiga kali. Ini adalah bentuk kesempurnaan wudhu yang paling sering dilakukan oleh Nabi ﷺ.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Zaad al-Ma'aad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang berwudhu satu kali-satu kali, terkadang dua kali-dua kali, dan terkadang tiga kali-tiga kali. Namun yang paling sering dan paling sempurna adalah tiga kali-tiga kali.
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata: "Wudhu tiga kali-tiga kali adalah yang paling sempurna, dan wudhu satu kali-satu kali adalah yang paling minimal yang sah. Barangsiapa berwudhu satu kali, maka itu sah, tetapi yang lebih utama adalah tiga kali."
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa wudhu tiga kali adalah sunnah yang paling sempurna, dan tidak ada larangan untuk menambah lebih dari tiga kali. Namun, menambah lebih dari tiga kali adalah perbuatan yang tidak dicontohkan oleh Nabi ﷺ dan termasuk sikap berlebihan (ghuluw) dalam agama.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Fath al-Bari menjelaskan bahwa para ulama sepakat bahwa mencuci anggota wudhu tiga kali adalah yang paling utama, dan ini adalah perbuatan yang dilakukan oleh mayoritas sahabat dan tabi'in.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah juga menjelaskan bahwa wudhu tiga kali-tiga kali adalah sunnah yang paling sempurna, dan ini yang paling sering dilakukan oleh Nabi ﷺ. Beliau juga menegaskan bahwa wudhu satu kali atau dua kali tetap sah, tetapi tiga kali lebih utama.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu hari Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah ditanya tentang cara wudhu yang paling sempurna. Beliau berkata: "Aku melihat orang-orang salaf (terdahulu) berwudhu tiga kali-tiga kali, dan mereka berkata: 'Ini adalah wudhu Rasulullah ﷺ yang paling sempurna.'"
Kemudian beliau menceritakan bahwa ada seorang pemuda yang bertanya kepada Imam Al-Awza'i tentang wudhu. Imam Al-Awza'i berkata: "Wudhu tiga kali-tiga kali adalah sunnah yang paling sempurna. Barangsiapa menambah lebih dari tiga kali, maka ia telah berbuat kesalahan dan melampaui batas."
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan tata cara ibadah sesuai dengan contoh Nabi ﷺ, tanpa berlebihan dan tanpa mengurangi. Mereka mengajarkan umat untuk mengikuti sunnah dengan penuh ketelitian dan keikhlasan.
Kesimpulan Praktis
- Wudhu tiga kali-tiga kali adalah cara wudhu yang paling sempurna dan paling utama, sebagaimana yang dipraktikkan oleh Nabi ﷺ.
- Wudhu satu kali atau dua kali tetap sah, tetapi yang paling utama adalah tiga kali.
- Tidak boleh menambah lebih dari tiga kali karena itu termasuk sikap berlebihan (ghuluw) yang dilarang.
- Niatkan wudhu karena Allah dan ikuti tata cara yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ dengan penuh keikhlasan.
- Jaga wudhu karena itu adalah kunci sahnya shalat dan ibadah lainnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.