Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi pengakuan Amirul Mukminin ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه bahwa sebaik-baik umat ini setelah Rasulullah ﷺ adalah Abu Bakr lalu ‘Umar رضي الله عنهما. Ini menunjukkan keutamaan besar keduanya dan sekaligus membantah anggapan adanya perselisihan antara ‘Ali dengan keduanya. Para ulama Ahlus Sunnah menjadikan hadits ini sebagai dalil urutan keutamaan khalifah: Abu Bakr, kemudian ‘Umar, kemudian ‘Utsman, kemudian ‘Ali رضي الله عنهم.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (Musnad ‘Ali bin Abi Thalib), dari ‘Abd Khair dari ‘Ali رضي الله عنه. Perawi-perawinya tsiqah (terpercaya): Nashr bin ‘Ali al-Azdhi, Bisyr bin al-Mufadhdhal, Syu‘bah, Habib bin Abi Tsabit, dan ‘Abd Khair. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkannya, dan maknanya juga datang dari jalur-jalur lain yang shahih.
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan para sahabat, di antaranya:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
QS. At-Taubah [9]: 100 — "Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah; dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."
Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mencakup para sahabat Nabi ﷺ, dan bahwa ridha Allah kepada mereka adalah jaminan yang agung. Abu Bakr dan ‘Umar adalah di antara yang paling dahulu dan paling utama di antara mereka.
Hadits lain yang mendukung: hadits Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang mimpi beliau melihat Abu Bakr dan ‘Umar, dan sabda beliau: "Aku tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada kalian setelahku." Juga hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim tentang keutamaan Abu Bakr dan ‘Umar. Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa Ahlus Sunnah menetapkan urutan keutamaan: Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali رضي الله عنهم.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan pengakuan langsung dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه — yang merupakan khalifah keempat dan menantu Nabi ﷺ — bahwa yang terbaik dari umat ini setelah Rasulullah ﷺ adalah Abu Bakr dan ‘Umar. Kata "خَيْرِ هَذِهِ الْأُمَّةِ" (sebaik-baik umat ini) menunjukkan keutamaan mutlak dalam hal iman, amal, dan kedekatan kepada Nabi ﷺ.
Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan hadits ini dalam Musnad-nya, dan beliau dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan hadits-hadits tentang keutamaan sahabat. Imam adz-Dzahabi dalam kitab-kitabnya menyebutkan bahwa ‘Ali رضي الله عنه sendiri yang menyatakan keutamaan Abu Bakr dan ‘Umar, sehingga tidak ada ruang bagi siapa pun untuk mencela keduanya.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa Ahlus Sunnah berpendapat urutan keutamaan para khalifah adalah sesuai urutan kepemimpinan mereka: Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan hal ini dan menyebutkan bahwa para sahabat dan tabi'in sepakat tentang keutamaan Abu Bakr dan ‘Umar.
Al-Hasan al-Bashri, Sa'id bin al-Musayyib, dan Muhammad bin Sirin — para tabi'in senior — dikenal menegaskan keutamaan Abu Bakr dan ‘Umar serta mencela orang yang mencela keduanya. Ini menunjukkan bahwa pemahaman ini bukanlah hal baru, melainkan warisan dari generasi awal.
Hadits ini juga mengandung adab: ‘Ali رضي الله عنه tidak menyembunyikan kebenaran meskipun menyangkut keutamaan orang lain di atas dirinya. Ini menunjukkan tawadhu' dan kejujuran beliau, serta kecintaan beliau kepada kebenaran.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه pernah ditanya tentang keutamaan para sahabat, dan beliau menjawab dengan menyebut Abu Bakr dan ‘Umar sebagai yang terbaik setelah Rasulullah ﷺ. Dalam riwayat lain, beliau menyebutkan bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda tentang keutamaan Abu Bakr dan ‘Umar. ‘Abd Khair, perawi hadits ini, adalah seorang tabi'in yang dikenal tsiqah dan meriwayatkan langsung dari ‘Ali رضي الله عنه.
Hikmahnya: seorang pemimpin besar seperti ‘Ali رضي الله عنه tidak merasa gengsi mengakui keutamaan orang lain. Ini adalah pelajaran tentang kejujuran ilmiah dan tawadhu' — bahwa kebenaran harus diterima dari siapa pun datangnya, dan keutamaan seseorang tidak mengurangi keutamaan orang lain.
Kesimpulan Praktis
- Meyakini bahwa sebaik-baik umat setelah Rasulullah ﷺ adalah Abu Bakr, kemudian ‘Umar رضي الله عنهما, sebagaimana dinyatakan oleh ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه sendiri.
- Menghindari celaan terhadap para sahabat Nabi ﷺ, karena mereka adalah generasi terbaik yang dipuji Allah dalam Al-Qur'an.
- Meneladani tawadhu' dan kejujuran ‘Ali رضي الله عنه dalam mengakui keutamaan orang lain.
- Mempelajari keutamaan para sahabat dari sumber-sumber yang shahih dan penjelasan ulama Ahlus Sunnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.