Penjelasan Hadits Ahmad No. 835 tentang Keutamaan Abu Bakar dan Umar setelah Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, beliau menegaskan bahwa sebaik-baik umat ini setelah Nabi ﷺ adalah Abu Bakar, kemudian Umar رضي الله عنهما. Ini merupakan pengakuan keutamaan (fadhilah) dua khalifah pertama yang disampaikan langsung oleh Ali sendiri. Hadits ini menunjukkan kesepakatan dan kerukunan para sahabat dalam mengakui keutamaan yang telah ditetapkan, bukan perselisihan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan dalam Musnad Ahmad (no. 835), dari jalur Abu Juhaifah (Wahb Al-Khair) dari Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.

Hadits senada juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, di antaranya dari Ibnu Umar رضي الله عنهما, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang Abu Bakar dan Umar. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits-hadits yang menetapkan keutamaan Abu Bakar lalu Umar.

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. At-Taubah [9]: 100

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."

Kaitan dengan ulama:

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini mencakup para sahabat terdahulu, dan di antara mereka yang paling utama adalah Abu Bakar dan Umar. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa keutamaan Abu Bakar kemudian Umar adalah perkara yang disepakati (ijma') di kalangan Ahlus Sunnah. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim juga menegaskan hal yang sama.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa poin penting yang perlu dipahami:

Pertama: Pengakuan Ali bin Abi Thalib sendiri.

Yang menarik, pernyataan keutamaan Abu Bakar dan Umar ini datang dari lisan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه sendiri — bukan dari orang lain yang mungkin dianggap punya kepentingan. Ali adalah menantu Nabi ﷺ, sepupu beliau, dan salah satu sahabat utama. Justru karena kedudukan Ali yang mulia inilah, pernyataannya menjadi sangat kuat dan menjadi bukti bahwa tidak ada perselisihan di antara para sahabat tentang keutamaan Abu Bakar dan Umar.

Kedua: Urutan keutamaan.

Ali menyebutkan secara berurutan: Abu Bakar, lalu Umar. Ini sesuai dengan hadits-hadits lain yang shahih, di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar رضي الله عنهم. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa urutan keutamaan ini adalah ijma' (kesepakatan) Ahlus Sunnah.

Ketiga: "Yang ketiga" yang tidak disebutkan namanya.

Dalam riwayat ini, Ali menyebut "ada yang ketiga" tetapi tidak menyebutkan namanya. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah Utsman bin Affan رضي الله عنه. Mengapa tidak disebutkan? Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini bisa jadi karena konteks pembicaraan saat itu, atau karena Ali sendiri yang menyebutkan secara tidak langsung. Yang jelas, dalam riwayat-riwayat lain yang shahih, disebutkan secara eksplisit bahwa yang ketiga adalah Utsman bin Affan رضي الله عنه.

Ibnu Katsir dalam kitabnya menjelaskan bahwa keutamaan Utsman setelah Abu Bakar dan Umar adalah perkara yang dikenal di kalangan para sahabat dan tabi'in. Al-Hasan al-Bashri dan Sa'id bin al-Musayyib termasuk di antara ulama tabi'in yang menegaskan urutan ini.

Keempat: Pelajaran tentang adab dan persatuan.

Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa para sahabat — termasuk Ali — tidak saling berselisih dalam mengakui keutamaan satu sama lain. Ini menjadi bantahan bagi siapa pun yang mencoba menciptakan permusuhan antara Ali dengan Abu Bakar dan Umar. Ali sendiri yang menyatakan keutamaan mereka, maka tidak pantas bagi seorang Muslim mencela atau merendahkan Abu Bakar dan Umar.

Ibn Taymiyyah dalam kitabnya Minhaj as-Sunnah menegaskan bahwa Ahlus Sunnah mencintai seluruh sahabat, mengakui keutamaan mereka sesuai urutan yang Allah dan Rasul-Nya tetapkan, dan tidak mencela satu pun dari mereka.

Kelima: Kedudukan hadits.

Hadits ini termasuk dalam kategori hadits yang shahih dan diterima. Imam Ahmad meriwayatkannya dalam Musnadnya, dan hadits-hadits semakna juga terdapat dalam kitab-kitab shahih lainnya. Syeikh al-Albani dalam penilaiannya terhadap hadits-hadits Musnad Ahmad menilai hadits ini sebagai hadits yang shahih.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abu Juhaifah — yang oleh Ali diberi julukan "Wahb Al-Khair" (pemberian kebaikan) — adalah seorang yang dekat dengan Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه. Suatu hari, Ali berkata kepadanya dengan penuh kasih sayang: "Wahai Abu Juhaifah, maukah aku memberitahumu tentang yang terbaik dari umat ini setelah nabinya?"

Abu Juhaifah menjawab: "Ya."

Ali kemudian berkata: "Yang terbaik dari umat ini setelah nabinya adalah Abu Bakar, dan setelah Abu Bakar adalah Umar."

Abu Juhaifah — yang saat itu mungkin masih muda atau belum mengetahui secara pasti — berkata dalam hatinya bahwa ia tidak mengira ada orang yang lebih baik dari Ali sendiri. Namun Ali justru mengajarkan kepadanya bahwa keutamaan itu bukan milik Ali, melainkan milik Abu Bakar dan Umar.

Kisah ini menunjukkan kerendahan hati Ali dan kejujurannya dalam menyampaikan kebenaran, meskipun kebenaran itu tidak menguntungkan dirinya secara pribadi. Ini adalah teladan bagi kita semua dalam bersikap adil dan jujur, terutama dalam mengakui keutamaan orang lain.

Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala menyebutkan bahwa sikap Ali ini adalah bukti nyata dari keimanan dan ketakwaannya, karena beliau tidak menyembunyikan kebenaran demi kepentingan pribadi.

Kesimpulan Praktis

  1. Akui dan hormati keutamaan para sahabat sesuai urutan yang ditetapkan: Abu Bakar, lalu Umar, lalu Utsman, lalu Ali رضي الله عنهم أجمعين.
  2. Jangan mencela para sahabat, terutama Abu Bakar dan Umar, karena mencela mereka berarti menyelisihi pernyataan Ali bin Abi Thalib sendiri.
  3. Teladani sikap Ali yang jujur dan rendah hati dalam mengakui keutamaan orang lain, meskipun beliau sendiri memiliki kedudukan yang sangat mulia.
  4. Jaga persatuan umat dengan tidak menciptakan permusuhan di antara para sahabat atau mengikuti narasi yang memecah belah.
  5. Pelajari hadits-hadits tentang keutamaan sahabat dari kitab-kitab shahih dan penjelasan para ulama yang terpercaya, agar kita memiliki pemahaman yang benar tentang generasi terbaik umat ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?