Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ahmad No. 779 tentang Kedudukan Ammar sebagai orang baik dan suci

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar sahabat ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu. Nabi ﷺ menyambutnya dengan pujian yang sangat mulia: "Marhaban bith-thayyibil muthayyab" (selamat datang kepada yang baik dan suci). Ini adalah pujian langsung dari lisan Nabi ﷺ, yang menunjukkan bahwa ‘Ammar adalah pribadi yang baik dan disucikan oleh Allah. Hadits ini juga mengajarkan adab dalam menerima tamu, yaitu mendoakan dan menyambut dengan wajah berseri serta ucapan yang baik.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang dimaksud:

Teks Arab (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ هَانِئِ بْنِ هَانِئٍ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ عَمَّارٌ فَاسْتَأْذَنَ فَقَالَ: ائْذَنُوا لَهُ مَرْحَبًا بِالطَّيِّبِ الْمُطَيَّبِ

Terjemahan: Diriwayatkan bahwa ‘Ali (رضي الله عنه) berkata: "Saya sedang duduk di sisi Nabi ﷺ, lalu ‘Ammar datang dan meminta izin. Maka beliau bersabda: 'Izinkan dia masuk; selamat datang kepada yang baik dan suci.'"

Status Hadits: Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 779). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi (no. 3805) dan Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak. Para ulama menilai hadits ini hasan atau shahih. Syaikh al-Albani rahimahullah menilai hadits ini shahih dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 1726).

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar (jujur)." (QS. At-Taubah [9]: 119)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk bersama orang-orang yang jujur dan benar, dan ‘Ammar bin Yasir adalah salah satu sahabat yang terkenal dengan kejujuran dan keimanannya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Madarijus Salikin menyebutkan bahwa ‘Ammar termasuk sahabat yang telah dipuji oleh Nabi ﷺ secara khusus. Pujian Nabi ﷺ "الطَّيِّبُ الْمُطَيَّبُ" (yang baik dan suci) menunjukkan bahwa ‘Ammar memiliki kebaikan yang melekat pada dirinya dan disucikan dari kotoran dosa dan kemunafikan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga menyebutkan bahwa ‘Ammar bin Yasir termasuk sahabat yang mulia, dan darahnya menjadi fitnah besar di akhir masa kekhalifahan ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu. Beliau termasuk orang yang pertama-tama masuk Islam dan disiksa di jalan Allah bersama kedua orang tuanya.

2. Makna "Marhaban bith-thayyibil muthayyab"

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ucapan "marhaban" adalah ungkapan selamat datang yang bermakna "kamu telah menemukan tempat yang luas dan lapang". Adapun "ath-thayyib" berarti yang baik, dan "al-muthayyab" berarti yang disucikan/dibersihkan. Maka maknanya: "Selamat datang kepada orang yang baik dan disucikan dari segala keburukan."

3. Adab menerima tamu

Hadits ini juga mengajarkan adab yang indah dalam menerima tamu, yaitu:

  • Menyambut dengan wajah berseri dan ucapan yang baik
  • Mendoakan kebaikan untuk tamu yang datang
  • Menggunakan kata-kata yang menyenangkan hati

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adab al-Mufrad bahwa Nabi ﷺ biasa menyambut para sahabatnya dengan wajah yang berseri dan ucapan yang hangat.

4. Kisah ‘Ammar bin Yasir

‘Ammar bin Yasir adalah salah satu dari tujuh orang yang pertama-tama masuk Islam. Ia dan kedua orang tuanya (Yasir dan Sumayyah) disiksa dengan sangat kejam oleh orang-orang Quraisy di atas pasir yang panas. Ibunya, Sumayyah, menjadi syahidah pertama dalam Islam. Ayahnya, Yasir, juga wafat karena siksaan tersebut. Namun ‘Ammar tetap teguh dalam keimanannya.

Nabi ﷺ pernah bersabda tentangnya:

"أُذِيعَ لِعَمَّارٍ مَا أُذِيعَ" (Ammar akan disiksa sebagaimana yang disiksa) — namun beliau juga bersabda: "الصَّبْرُ مَعَهُ" (kesabaran bersamanya).

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda: "عَمَّارٌ مَعَ الْحَقِّ وَالْحَقُّ مَعَ عَمَّارٍ" (Ammar bersama kebenaran, dan kebenaran bersama Ammar) — diriwayatkan oleh al-Hakim dan dinilai shahih oleh adz-Dzahabi.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika ‘Ammar bin Yasir dan kedua orang tuanya disiksa oleh kaum Quraisy di tengah terik matahari yang sangat panas, Rasulullah ﷺ melewati mereka dan berkata dengan penuh kasih sayang:

"صَبْرًا آلَ يَاسِرٍ، فَإِنَّ مَوْعِدَكُمُ الْجَنَّةُ" — "Bersabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya janji kalian adalah surga." (HR. al-Hakim)

Mereka tetap teguh meskipun tubuh mereka tersiksa. Sumayyah, ibunda ‘Ammar, wafat saat itu juga karena siksaan Abu Jahal yang kejam. Namun keimanan keluarga ini tidak pernah goyah. Inilah makna "ath-thayyibil muthayyab" — orang yang baik dan disucikan, yang telah dibersihkan oleh ujian dan kesabaran.

Kesimpulan Praktis

  1. Yakini keutamaan sahabat ‘Ammar bin Yasir — beliau adalah sahabat yang dipuji langsung oleh Nabi ﷺ, dan kita wajib mencintai para sahabat tanpa ghuluw (berlebihan) dan tanpa merendahkan mereka.
  2. Amalkan adab menerima tamu — sambut tamu dengan wajah berseri, ucapan yang baik, dan doa yang tulus.
  3. Teladani kesabaran ‘Ammar — dalam menghadapi ujian, kita harus bersabar dan yakin bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar.
  4. Jadikan pujian Nabi ﷺ sebagai motivasi — berusahalah menjadi pribadi yang baik dan suci, baik lahir maupun batin, dengan menjaga keimanan dan amal shalih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.