Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ahmad No. 773 tentang Kedatangan pemimpin Ahlul Bait penegak keadilan akhir zaman

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu dalil tentang akan munculnya Al-Mahdi di akhir zaman. Beliau adalah seorang laki-laki dari Ahlul Bait (keluarga) Nabi ﷺ, dari keturunan Fathimah, yang akan memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman. Hadits ini shahih dan diriwayatkan dari beberapa sahabat, termasuk Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Umat Islam wajib mengimani hal ini karena termasuk perkara ghaib yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4282), At-Tirmidzi (no. 2230), dan Ibnu Majah (no. 4085) dengan lafaz yang semakna.

Teks Hadits (sebagaimana dalam Musnad Ahmad):

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ، وَأَبُو نُعَيْمٍ قَالَا حَدَّثَنَا فِطْرٌ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ أَبِي بَزَّةَ، عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ، قَالَ حَجَّاجٌ سَمِعْتُ عَلِيًّا، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَبَعَثَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلًا مِنَّا يَمْلَؤُهَا عَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا

Terjemahan: "Jika tidak tersisa dari dunia ini kecuali satu hari saja, niscaya Allah Azza wa Jalla akan mengutus seorang laki-laki dari kalangan kami (Ahlul Bait), yang akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi telah dipenuhi dengan kezaliman."

Kaitan dengan Ulama:

Hadits tentang Al-Mahdi adalah hadits mutawatir maknawi. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang Al-Mahdi diriwayatkan oleh banyak sahabat dan sampai derajat mutawatir. Beliau berkata dalam Majmu' Al-Fatawa: "Hadits-hadits tentang Al-Mahdi adalah shahih, diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ." Imam Adz-Dzahabi juga menegaskan hal yang sama dalam kitabnya.

Penjelasan Rinci

Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa kemunculan Al-Mahdi adalah benar dan termasuk tanda-tanda besar hari kiamat. Beliau akan muncul di akhir zaman untuk menegakkan keadilan setelah bumi dipenuhi kezaliman.

Beberapa poin penting dari hadits ini:

  1. "Jika tidak tersisa dari dunia ini kecuali satu hari" — Ini adalah bentuk penggambaran bahwa meskipun waktu dunia sudah sangat singkat, Allah akan tetap mengutus Al-Mahdi. Ini menunjukkan kepastian kejadian tersebut. Imam Al-Qurthubi (dalam At-Tadzkirah) menjelaskan bahwa ini adalah kabar gembira bahwa keadilan akan tegak sebelum kiamat.
  2. "Allah akan mengutus seorang laki-laki dari kami" — Maksudnya dari Ahlul Bait Nabi ﷺ. Dalam riwayat lain disebutkan: "Dari keturunanku" atau "dari anak cucu Fathimah." Imam As-Saffarini dalam Lawami' Al-Anwar Al-Bahiyyah menyebutkan bahwa Al-Mahdi adalah dari keturunan Fathimah binti Rasulullah ﷺ melalui jalur Hasan atau Husain radhiyallahu 'anhuma.
  3. "Memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman" — Ini menunjukkan bahwa sebelum kemunculannya, bumi akan dipenuhi oleh kezaliman dan kejahatan yang merata. Kemudian Allah mengutus Al-Mahdi untuk membersihkan dan menegakkan keadilan.

Sikap Ahlus Sunnah terhadap hadits Al-Mahdi:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa keimanan kepada Al-Mahdi adalah wajib karena termasuk beriman kepada kabar Rasulullah ﷺ. Beliau berkata: "Hadits tentang Al-Mahdi shahih dan masyhur, diriwayatkan oleh para imam hadits seperti Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan lainnya."

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa Al-Mahdi adalah seorang laki-laki dari umat ini, dari keturunan Nabi ﷺ, yang akan muncul di akhir zaman. Beliau menekankan bahwa kita tidak boleh menentukan waktu kemunculannya, karena hal itu termasuk perkara ghaib yang hanya diketahui Allah.

Perbedaan dengan keyakinan Syi'ah:

Penting untuk diluruskan bahwa keyakinan Ahlus Sunnah tentang Al-Mahdi berbeda dengan keyakinan Syi'ah. Ahlus Sunnah meyakini bahwa Al-Mahdi belum lahir dan akan lahir di akhir zaman. Sedangkan Syi'ah meyakini bahwa Al-Mahdi adalah imam ke-12 mereka yang sudah lahir dan bersembunyi (ghaibah). Ini adalah keyakinan yang batil dan tidak didukung dalil yang shahih.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami khawatir akan terjadi peristiwa setelah Nabi kami wafat, maka kami bertanya kepada Nabi ﷺ. Beliau bersabda: 'Sesungguhnya akan keluar dari umatku Al-Mahdi, ia akan hidup selama lima atau tujuh atau sembilan tahun.'" (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sejak awal sudah menanyakan tentang perkara akhir zaman, dan Nabi ﷺ menjawab dengan kabar gembira tentang Al-Mahdi. Ini mengajarkan kita untuk selalu berharap kepada Allah akan tegaknya keadilan, dan tidak berputus asa dari rahmat Allah meskipun kezaliman merajalela.

Kesimpulan Praktis

  1. Wajib mengimani bahwa Al-Mahdi akan muncul di akhir zaman sebagai tanda dekatnya kiamat.
  2. Al-Mahdi adalah dari Ahlul Bait Nabi ﷺ, dari keturunan Fathimah, dan namanya sesuai dengan nama Nabi ﷺ (Muhammad bin Abdullah).
  3. Tidak boleh menentukan waktu kemunculannya, karena itu perkara ghaib.
  4. Tidak boleh mengklaim seseorang sebagai Al-Mahdi, karena banyak klaim palsu di sepanjang sejarah.
  5. Tetap berpegang teguh kepada Al-Qur'an dan Sunnah, karena Al-Mahdi hanyalah wasilah, sedangkan yang wajib kita ikuti adalah wahyu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.