Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini berisi doa yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه untuk dibaca ketika ditimpa kesusahan atau kesulitan besar. Doa ini berisi pengagungan kepada Allah melalui nama-nama-Nya yang agung dan pengakuan atas keesaan-Nya. Para ulama menjelaskan bahwa doa ini termasuk bentuk tawasul kepada Allah dengan nama dan sifat-Nya, yang merupakan cara berdoa yang paling utama.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (Musnad Ahmad no. 726), dari jalur Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه. Perawi setelah Ali adalah Abdullah bin Ja'far, lalu Abdullah bin Syaddad bin Al-Had, lalu Muhammad bin Ka'b Al-Qurazhi, lalu Ibnu 'Ajlan, lalu Al-Laits, lalu Yunus.
Teks hadits:
لَقَّنَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ وَأَمَرَنِي إِنْ نَزَلَ بِي كَرْبٌ أَوْ شِدَّةٌ أَنْ أَقُولَهُنَّ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْكَرِيمُ الْحَلِيمُ، سُبْحَانَهُ وَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Terjemahan: "Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku kalimat-kalimat ini dan memerintahkanku, jika aku ditimpa kesusahan atau kesulitan, agar aku mengucapkannya: 'Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Dermawan, Yang Maha Penyantun. Mahasuci Dia, dan Mahaberkah Allah, Tuhan Arsy yang Agung. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan berdoa dengan nama-nama Allah:
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا
QS. Al-A'raf [7]: 180
Terjemahan: "Dan Allah memiliki nama-nama yang terbaik (Asmaul Husna), maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu."
Juga firman Allah:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
QS. Asy-Syarh [94]: 5-6
Terjemahan: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama yang tercantum dalam rujukan:
Pertama: Anjuran berdoa saat ditimpa kesusahan.
Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan kalimat ini, tetapi juga memerintahkan Ali رضي الله عنه untuk mengamalkannya saat menghadapi karb (kesusahan hati yang mendalam) atau syiddah (kesulitan berat). Ini menunjukkan bahwa doa adalah senjata seorang mukmin. Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya menjelaskan bahwa doa adalah obat bagi hati yang gelisah dan jalan keluar dari kesulitan, karena ia menghubungkan hamba dengan Rabb-nya.
Kedua: Tawasul dengan nama-nama Allah.
Doa ini dimulai dengan "لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ" (tidak ada Tuhan selain Allah), lalu menyebut nama Allah "الْكَرِيمُ" (Yang Maha Dermawan) dan "الْحَلِيمُ" (Yang Maha Penyantun). Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa berdoa dengan menyebut nama Allah yang sesuai dengan kebutuhan adalah cara yang paling efektif. Ketika seseorang dalam kesulitan, ia menyebut "Al-Karim" (Yang Maha Pemberi) dan "Al-Halim" (Yang Maha Penyantun), karena ia membutuhkan kedermawanan dan kesabaran Allah dalam menghadapinya.
Ketiga: Pengagungan terhadap Allah.
Kalimat "سُبْحَانَهُ وَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ" mengandung penyucian Allah dari segala kekurangan dan pengakuan bahwa Dia adalah Rabb Arsy yang agung. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa menyebut Arsy dalam doa menunjukkan pengagungan terhadap kekuasaan Allah yang meliputi segala sesuatu.
Keempat: Penutup dengan pujian.
Doa ditutup dengan "وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ" — pujian bagi Allah Tuhan semesta alam. Imam An-Nawawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa memulai dan mengakhiri doa dengan pujian kepada Allah adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ, karena Allah mencintai hamba yang memuji-Nya sebelum meminta.
Perbedaan pendapat ulama tentang status hadits:
Para ulama berbeda pendapat tentang kekuatan hadits ini. Sebagian ulama seperti Syaikh Al-Albani menilai hadits ini hasan karena adanya Ibnu 'Ajlan, namun tetap dapat diamalkan karena didukung oleh riwayat lain yang semakna. Syaikh Bin Baz juga menyebutkan bahwa doa ini boleh diamalkan karena tidak ada larangan dan maknanya baik. Yang paling kuat adalah bahwa hadits ini dapat diamalkan sebagai doa, meskipun sanadnya tidak mencapai derajat shahih, karena doa-doa yang ma'tsur (diajarkan Nabi) memiliki keutamaan tersendiri.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه — yang dikenal sebagai orang yang paling berani dan kuat — tetap diajarkan oleh Nabi ﷺ untuk berlindung kepada Allah saat menghadapi kesulitan. Ini menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukanlah pada otot atau pedang, tetapi pada hati yang selalu terhubung dengan Allah.
Dalam riwayat lain yang semakna, disebutkan bahwa Nabi ﷺ sendiri membaca doa ini ketika menghadapi kesulitan besar, seperti saat Perang Ahzab ketika kaum muslimin dikepung dari segala penjuru. Ibnu Katsir menyebutkan dalam kitab sejarahnya bahwa Nabi ﷺ berdoa dengan menyebut nama-nama Allah yang agung untuk memohon pertolongan.
Hikmahnya: Semakin besar kesulitan, semakin kita perlu mengingat kebesaran Allah. Jangan pernah merasa bahwa masalah kita terlalu besar untuk Allah, karena Dia adalah Rabb Arsy yang agung.
Kesimpulan Praktis
- Hafalkan doa ini dan amalkan saat menghadapi kesulitan, baik kesulitan hati maupun kesulitan hidup.
- Berdoalah dengan nama-nama Allah yang sesuai dengan kebutuhan kita — misalnya memohon kedermawanan dengan menyebut "Al-Karim", memohon kesabaran dengan menyebut "Al-Halim".
- Mulailah doa dengan pujian kepada Allah sebelum meminta, karena ini adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Yakinlah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan, sebagaimana janji Allah dalam QS. Asy-Syarh [94]: 5-6.
- Jangan menganggap remeh doa — doa adalah ibadah dan senjata mukmin dalam setiap keadaan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.