Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah hadits yang sangat agung dan penuh berkah. Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu sebuah doa yang mulia untuk dibaca ketika seseorang ditimpa kesusahan, kesedihan, atau cobaan yang berat. Doa ini mengandung pengagungan terhadap Allah dengan nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna, sebagai sarana untuk meraih ketenangan hati dan pertolongan dari Allah Ta'ala.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 701) dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Berikut adalah teks haditsnya:
Teks Arab (dengan harakat):
حَدَّثَنَا رَوْحٌ، حَدَّثَنَا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ كَعْبٍ الْقُرَظِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادِ بْنِ الْهَادِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا نَزَلَ بِي كَرْبٌ أَنْ أَقُولَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Terjemahan:
"Telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Usamah bin Zaid, dari Muhammad bin Ka'b al-Qurazhi, dari Abdullah bin Syaddad bin al-Had, dari Abdullah bin Ja'far, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ mengajarkan kepadaku, apabila aku ditimpa kesusahan, agar aku mengucapkan: 'Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Sabar, Yang Maha Dermawan; Maha Suci Allah, Maha Diberkati Allah, Tuhan Arasy yang Agung; Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.'"
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini juga diriwayatkan oleh ulama lain di luar Imam Ahmad, seperti Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak dan Imam an-Nasa'i dalam 'Amal al-Yaum wa al-Lailah. Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah, menilai hadits ini hasan (baik) berdasarkan jalur periwayatan ini. Syaikh al-Albani membawakan hadits ini dalam kitabnya Shahih al-Kalim ath-Thayyib dan Silsilah ash-Shahihah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung pelajaran yang sangat dalam tentang adab seorang hamba ketika menghadapi kesulitan. Mari kita rinci makna setiap kalimatnya:
- لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ (Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Sabar, Yang Maha Dermawan):
- Kalimat ini adalah kalimat tauhid yang agung. Seorang hamba menegaskan bahwa tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah.
- Kemudian ia menyebut dua sifat Allah: Al-Halim (Maha Penyantun) dan Al-Karim (Maha Dermawan). Ini adalah isyarat bahwa ketika kita ditimpa musibah, kita meyakini bahwa Allah itu Maha Penyantun, tidak tergesa-gesa dalam menghukum, dan Maha Dermawan yang akan memberikan kebaikan dan pahala yang besar atas kesabaran kita. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sifat Al-Halim berarti Allah menunda hukuman dan memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk bertaubat, serta tidak menyegerakan siksa atas dosa-dosa mereka.
- سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (Maha Suci Allah, Maha Diberkati Allah, Tuhan Arasy yang Agung):
- سُبْحَانَ اللَّهِ (Maha Suci Allah) adalah pensucian Allah dari segala kekurangan, kelemahan, dan ketidakadilan. Ketika ditimpa musibah, kita meyakini bahwa Allah berbuat adil dan tidak ada kezaliman sedikit pun dari-Nya.
- وَتَبَارَكَ اللَّهُ (Maha Diberkati Allah) berarti Allah adalah sumber segala keberkahan. Dari-Nya turun kebaikan yang banyak dan terus-menerus.
- رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (Tuhan Arasy yang Agung) adalah penyebutan kekuasaan Allah yang Maha Besar. Arasy adalah makhluk Allah yang paling besar dan paling tinggi. Dengan menyebut ini, seorang hamba mengingatkan dirinya bahwa Allah yang mengatur seluruh alam semesta, termasuk Arasy yang agung, tentu Maha Mampu untuk menghilangkan kesusahan yang sedang ia hadapi. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya Al-Wabil ash-Shayyib menyebutkan bahwa doa ini termasuk doa yang diajarkan Nabi ﷺ untuk menghilangkan kegelisahan dan kesedihan.
- وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam):
- Kalimat ini adalah pujian kepada Allah atas segala keadaan, baik suka maupun duka. Dengan memuji Allah di saat susah, seorang hamba menunjukkan keridhaan dan kepasrahan total kepada ketetapan Allah. Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Alhamdulillah adalah pujian atas sifat-sifat Allah yang sempurna dan nikmat-nikmat-Nya yang tak terhitung, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Pelajaran Utama:
Para ulama menjelaskan bahwa doa ini menggabungkan antara pengakuan tauhid, pensucian Allah, pengagungan terhadap kebesaran-Nya, dan pujian kepada-Nya. Ini adalah sebab-sebab yang agung untuk mendatangkan pertolongan Allah. Ketika seorang hamba mengakui keesaan Allah, menyucikan-Nya dari segala kekurangan, mengagungkan kekuasaan-Nya, dan memuji-Nya, maka hatinya akan menjadi tenang dan ia akan merasa bahwa masalah yang dihadapinya adalah kecil di hadapan kebesaran Allah.
Story Telling
Ada kisah yang sangat masyhur tentang ketenangan hati para sahabat ketika menghadapi ujian yang sangat berat. Salah satunya adalah kisah ketika kaum muslimin menghadapi Perang Ahzab (Perang Khandaq). Saat itu, kaum muslimin dikepung oleh pasukan sekutu yang sangat besar, dan mereka mengalami ketakutan serta kesulitan yang luar biasa. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
QS. Al-Ahzab [33]: 10-11 (potongan ayat yang relevan):
إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا
Artinya: "(Ingatlah) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatanmu kabur dan hatimu mencapai kerongkongan, dan kamu menyangka terhadap Allah dengan berbagai prasangka."
Namun, dalam kondisi yang sangat genting itu, Rasulullah ﷺ dan para sahabat tetap berdoa dan berserah diri kepada Allah. Mereka mengagungkan Allah dan memohon pertolongan-Nya. Akhirnya, Allah mengirimkan angin topan yang mengalahkan pasukan sekutu tersebut dan menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka. Ini menunjukkan bahwa ketika seorang hamba mengagungkan Allah dan bersandar kepada-Nya di saat krisis, maka Allah akan memberikan jalan keluar yang tidak disangka-sangka.
Kesimpulan Praktis
Berikut adalah poin-poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Menghafal doa ini dan mengamalkannya setiap kali kita ditimpa kesusahan, baik yang ringan maupun yang berat.
- Memahami maknanya dengan baik, agar hati kita benar-benar hadir saat membacanya, bukan sekadar di lisan.
- Meyakini bahwa Allah adalah Al-Halim dan Al-Karim, yang Maha Penyantun dan Maha Dermawan, sehingga kita tidak berputus asa dari rahmat-Nya.
- Mengagungkan kebesaran Allah dengan menyebut Arasy-Nya yang agung, agar masalah kita terasa kecil dan kita merasa tenang karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
- Selalu memuji Allah dalam segala keadaan, karena pujian adalah kunci keridhaan dan ketenangan hati.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.