Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ahmad No. 682 tentang Keutamaan dan anjuran shalat dhuha

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membiasakan diri untuk shalat Dhuha. Ini adalah kabar dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu yang melihat langsung tuntunan Nabi ﷺ. Shalat Dhuha adalah sunnah yang sangat dianjurkan, dan hadits ini menjadi salah satu dalil bahwa Nabi ﷺ melakukannya secara rutin.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ahmad:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan):

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ، أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، سَمِعَ عَاصِمَ بْنَ ضَمْرَةَ، عَنْ عَلِيٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي مِنْ الضُّحَى

Makna: Dari Ali radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ biasa shalat Dhuha.

Hadits-hadits lain yang terkait:

  1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosanya diampuni walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. At-Tirmidzi, dan ia berkata hasan gharib)
  2. Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda: "Setiap pagi, setiap ruas tulang salah seorang di antara kalian harus bersedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, dan amar ma'ruf nahi munkar adalah sedekah. Dan semua itu dapat dicukupi dengan dua rakaat shalat Dhuha." (HR. Muslim)

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan) menurut madzhab Syafi'i.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang shalat Dhuha saling menguatkan, dan beliau menegaskan bahwa Nabi ﷺ melakukannya dan menganjurkannya kepada umatnya.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa shalat Dhuha disunnahkan setiap hari bagi yang mampu, dan waktunya dimulai dari setelah matahari naik setinggi tombak hingga sebelum zawal (condongnya matahari ke barat).

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya dengan sanad yang shahih. Para ulama menjelaskan beberapa hal penting:

1. Kedudukan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang dilakukan di pagi hari. Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya:

  • Jumhur ulama (mayoritas) dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa shalat Dhuha adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan).
  • Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan shalat Dhuha secara mutlak, dan beliau menjelaskan bahwa Nabi ﷺ kadang mengerjakannya dan kadang meninggalkannya karena khawatir diwajibkan atas umatnya.

2. Jumlah Rakaat

Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah rakaat shalat Dhuha:

  • Paling sedikit 2 rakaat (ini pendapat jumhur).
  • Imam Asy-Syafi'i berpendapat bahwa paling sedikit adalah 2 rakaat, dan paling sempurna adalah 8 rakaat berdasarkan hadits Ummu Hani' bahwa Nabi ﷺ shalat Dhuha 8 rakaat pada hari penaklukan Makkah.
  • Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa boleh lebih dari 8 rakaat, dan beliau menyebutkan bahwa sebagian salaf shalat Dhuha 12 rakaat atau lebih.

3. Waktu Pelaksanaan

Waktu shalat Dhuha dimulai dari setelah matahari naik setinggi tombak (sekitar 15-20 menit setelah syuruq) hingga sebelum masuk waktu dzuhur. Syaikh Al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi menjelaskan bahwa waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah panas, berdasarkan hadits Zaid bin Arqam bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Shalat awwabin (shalat Dhuha) adalah ketika anak unta mulai kepanasan." (HR. Muslim)

4. Hikmah Shalat Dhuha

Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa shalat Dhuha memiliki keutamaan besar karena:

  • Menjadi rasa syukur atas nikmat kesehatan di pagi hari
  • Menggantikan sedekah untuk setiap ruas tulang manusia
  • Menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah di waktu yang sering dilalaikan manusia

5. Apakah Nabi ﷺ Rutin Melakukannya?

Hadits Ali ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membiasakan shalat Dhuha. Namun perlu dipahami bahwa ada riwayat lain dari Aisyah radhiyallahu 'anha yang menyatakan bahwa Nabi ﷺ tidak selalu mengerjakannya secara terus-menerus. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Nabi ﷺ kadang meninggalkannya karena khawatir diwajibkan atas umatnya, namun setelah Allah menjelaskan bahwa hal itu tidak diwajibkan, maka Nabi ﷺ mengerjakannya secara rutin.

Story Telling

Diriwayatkan dari Ashim bin Dhamrah - seorang tabi'in yang meriwayatkan hadits ini dari Ali - bahwa ia pernah bertanya kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu tentang shalat Dhuha. Maka Ali menjawab: "Sesungguhnya orang-orang pada masa Nabi ﷺ belum banyak yang mengerjakannya secara rutin, namun aku melihat Rasulullah ﷺ mengerjakannya."

Dalam riwayat lain, Ashim bin Dhamrah berkata: "Aku bertanya kepada Ali tentang shalat Rasulullah ﷺ di siang hari. Maka Ali berkata: 'Engkau tidak akan mampu melakukannya.' Aku berkata: 'Kabarkanlah kepadaku, niscaya aku akan berusaha semampuku.' Maka Ali berkata: 'Rasulullah ﷺ biasa shalat Dhuha ketika matahari telah naik dan panas, lalu beliau shalat dua rakaat...'" (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Hikmah: Para sahabat sangat antusias untuk mengetahui amalan-amalan Nabi ﷺ, dan mereka berusaha untuk meneladani beliau walaupun mungkin berat bagi mereka. Ini menunjukkan kecintaan mereka kepada Nabi ﷺ dan semangat mereka dalam beribadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat Dhuha adalah sunnah yang dianjurkan dan memiliki keutamaan besar, minimal 2 rakaat.
  2. Waktu terbaiknya adalah ketika matahari sudah mulai panas, sekitar pukul 9-10 pagi.
  3. Boleh dikerjakan setiap hari bagi yang mampu, dan ini lebih utama karena meneladani Nabi ﷺ.
  4. Niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai rasa syukur atas nikmat kesehatan di pagi hari.
  5. Jangan merasa berat, karena Allah menjanjikan pahala yang besar untuk amalan yang ringan ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.