Penjelasan Hadits Ahmad No. 626 tentang Tanda-tanda ciri fisik golongan Khawarij yang diperangi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar ghaib dari Nabi ﷺ yang disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu tentang munculnya kelompok Khawarij dan ciri khas pemimpin mereka, yaitu seorang yang memiliki tangan cacat (mukhaddaj al-yad). Hadits ini juga menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang membunuh mereka, karena mereka adalah kelompok sesat yang keluar dari sunnah. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk waspada terhadap kelompok-kelompok yang menyimpang dan selalu berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman tentang sifat orang-orang yang keluar dari kebenaran dan akibat buruknya:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۚ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul; sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Ali 'Imran [3]: 144)

Ayat ini mengingatkan kita agar tidak mudah goyah dan keluar dari jalan kebenaran, sebagaimana Khawarij yang keluar dari jama'ah.

Hadits:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 626) dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim dengan redaksi yang lebih panjang.

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah, seperti Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Ighatsatul Lahfan dan Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya, menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang Khawarij ini adalah bagian dari mukjizat Nabi ﷺ dan menjadi dasar untuk memperingatkan umat dari bahaya kelompok-kelompok ekstrem yang mengatasnamakan agama.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari Abu Abdurrahman as-Sulami (atau 'Abidah as-Salmani) yang bertanya kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu tentang Khawarij. Ali menjawab bahwa di antara mereka ada seorang yang memiliki ciri fisik khusus, yaitu tangan yang cacat (mukhaddaj al-yad), tidak sempurna, atau kecil. Ini adalah tanda yang disebutkan oleh Nabi ﷺ sebagai ciri pemimpin atau tokoh Khawarij.

Ali kemudian berkata: "Jika kalian bisa menahan diri (tidak bertanya lebih jauh), aku akan memberitahukan apa yang dijanjikan Allah di lisan Muhammad ﷺ kepada mereka yang membunuh mereka." Maksudnya, Ali ingin menyampaikan bahwa orang-orang yang memerangi dan membunuh kelompok Khawarij ini mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah.

Ketika ditanya apakah ia mendengar langsung dari Nabi ﷺ, Ali bersumpah tiga kali: "Ya, demi Tuhan Ka'bah!" Ini menunjukkan keyakinan penuh Ali akan kebenaran kabar ini.

Penjelasan Ulama:

  1. Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa Khawarij adalah kelompok yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin yang sah dan mengkafirkan kaum muslimin yang melakukan dosa besar. Mereka adalah orang-orang yang zuhud secara lahiriah, namun pemahaman mereka rusak. Ciri-ciri mereka disebutkan dalam hadits-hadits shahih sebagai peringatan bagi umat.
  2. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya ketika menafsirkan QS. Ali 'Imran: 144 menjelaskan bahwa ayat ini turun ketika terjadi kekalahan di perang Uhud dan tersiar kabar bahwa Nabi ﷺ wafat. Ayat ini mengajarkan agar umat tidak murtad dan keluar dari agama. Ini sejalan dengan konteks hadits tentang Khawarij yang keluar dari agama.
  3. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits tentang Khawarij ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ, karena ciri-ciri fisik yang disebutkan benar-benar terjadi pada diri 'Abdullah bin Dzil Khuwaishirah at-Tamimi, tokoh pertama yang memicu munculnya Khawarij.

Perbedaan Pendapat:

Para ulama sepakat bahwa Khawarij adalah kelompok sesat. Namun, dalam hal hukum memerangi mereka, ada perbedaan:

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan mayoritas ulama berpendapat bahwa imam (pemimpin) wajib memerangi mereka jika mereka keluar dan memberontak.
  • Imam asy-Syafi'i juga berpendapat demikian, namun menekankan agar tidak terburu-buru memerangi mereka sebelum dilakukan dakwah dan klarifikasi terlebih dahulu.

Pendapat yang kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama, yaitu memerangi mereka jika mereka memberontak dan memecah belah persatuan umat, sebagaimana yang dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dalam perang Nahrawan.

Story Telling

Ada kisah yang sangat terkenal tentang Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu ketika memerangi Khawarij di Nahrawan. Setelah perang usai, Ali memerintahkan para sahabat untuk mencari mayat di antara korban yang memiliki ciri tangan cacat seperti yang disebutkan dalam hadits. Mereka mencarinya dan akhirnya menemukan mayat tersebut di dekat tepi sungai. Ali kemudian bersujud syukur dan berkata: "Demi Allah, aku tidak berdusta dan tidak didustakan (oleh Nabi ﷺ)."

Kisah ini menunjukkan bahwa kabar Nabi ﷺ adalah benar dan pasti terjadi. Ini juga menjadi pelajaran bahwa kelompok yang menyimpang, meskipun mereka rajin beribadah, tetap akan tersingkap kebatilannya di hadapan kebenaran.

Kesimpulan Praktis

  1. Waspada terhadap kelompok ekstrem yang mengatasnamakan agama namun keluar dari pemahaman para sahabat. Mereka bisa jadi rajin ibadah, tetapi pemahaman mereka rusak.
  2. Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih adalah satu-satunya jalan keselamatan.
  3. Jangan mudah mengkafirkan sesama muslim karena itu adalah ciri utama Khawarij.
  4. Percaya kepada kabar Nabi ﷺ meskipun belum terjadi, karena semua yang beliau sampaikan adalah wahyu dari Allah.
  5. Menjaga persatuan umat dan taat kepada pemimpin muslim dalam hal yang ma'ruf adalah bagian dari sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?