Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bagaimana para sahabat, khususnya Utsman bin Affan رضي الله عنه, benar-benar menyaksikan dan merasakan kedekatan serta kepedulian Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Beliau tidak hanya mengajarkan agama, tetapi juga hadir langsung dalam suka dan duka, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, ikut berperang, dan menghibur para sahabat. Utsman juga mengingatkan bahwa ada orang-orang yang berbicara tentang Nabi ﷺ tanpa pernah melihatnya, sehingga kita harus berhati-hati dalam menerima berita dan kembali kepada pemahaman para sahabat yang langsung menyaksikan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya (no. 504), dari jalur Syu'bah bin al-Hajjaj, dari Simak bin Harb, dari Abbad bin Zahir Abu Ruwa', dari Utsman bin Affan رضي الله عنه.
Teks hadits lengkap (berharakat):
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَبَّادَ بْنَ زَاهِرٍ أَبَا رُوَاعٍ، قَالَ سَمِعْتُ عُثْمَانَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَخْطُبُ فَقَالَ إِنَّا وَاللَّهِ قَدْ صَحِبْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السَّفَرِ وَالْحَضَرِ وَكَانَ يَعُودُ مَرْضَانَا وَيَتْبَعُ جَنَائِزَنَا وَيَغْزُو مَعَنَا وَيُوَاسِينَا بِالْقَلِيلِ وَالْكَثِيرِ وَإِنَّ نَاسًا يُعْلِمُونِي بِهِ عَسَى أَنْ لَا يَكُونَ أَحَدُهُمْ رَآهُ قَطُّ
Terjemahan:
"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Simak bin Harb, ia berkata: Aku mendengar Abbad bin Zahir Abu Ruwa' berkata: Aku mendengar Utsman رضي الله عنه berkhutbah, lalu ia berkata: 'Sesungguhnya kami, demi Allah, telah menemani Rasulullah ﷺ dalam perjalanan dan di rumah. Beliau biasa menjenguk orang sakit di antara kami, mengantar jenazah kami, berperang bersama kami, dan menghibur kami dengan sedikit atau banyak. Dan sesungguhnya ada orang-orang yang memberitahukan kepadaku tentang beliau, mungkin salah seorang dari mereka tidak pernah melihatnya sama sekali.'"
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah berfirman tentang kedudukan para sahabat:
لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
(QS. Al-Fath [48]: 18)
Terjemahan: "Sungguh, Allah telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat."
Ayat ini menunjukkan bahwa para sahabat yang menyaksikan langsung Nabi ﷺ adalah orang-orang yang diridhai Allah, sehingga kesaksian dan pemahaman mereka tentang Nabi ﷺ adalah hujjah (dalil) yang kuat.
Hadits terkait:
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
"Seb