Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan sebagian kabilah Ansar, yaitu Banu Najjar, kemudian Banu Abdul Asyhal, kemudian Banu Al-Harits bin Al-Khazraj, kemudian Banu Sa'idah. Namun, Rasulullah ﷺ menutup sabdanya dengan pernyataan bahwa di setiap kabilah Ansar terdapat kebaikan. Ini mengajarkan bahwa keutamaan tidak boleh membuat kita merendahkan yang lain, dan bahwa semua sahabat Ansar memiliki kedudukan mulia di sisi Allah karena telah menolong agama-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 392) dan juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 3788) dan Imam Muslim (no. 2521) dari jalur yang berbeda.
Berikut teks hadits dalam riwayat Imam Muslim yang lebih lengkap:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ دُورِ الْأَنْصَارِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: بَنُو النَّجَّارِ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ بَنُو عَبْدِ الْأَشْهَلِ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ بَنُو الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ بَنُو سَاعِدَةَ. ثُمَّ قَالَ: وَفِي كُلِّ دُورِ الْأَنْصَارِ خَيْرٌ"
Artinya: "Maukah kalian aku beritahu tentang sebaik-baik kabilah Ansar?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Banu Najjar, kemudian yang berikutnya Banu Abdul Asyhal, kemudian yang berikutnya Banu Al-Harits bin Al-Khazraj, kemudian yang berikutnya Banu Sa'idah." Kemudian beliau bersabda: "Dan di setiap kabilah Ansar terdapat kebaikan." (HR. Muslim)
Kaitan dengan ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan kabilah-kabilah tersebut secara berurutan, namun tetap menegaskan bahwa semua kabilah Ansar memiliki kebaikan.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) membahas hadits ini dan menjelaskan sebab-sebab pengutamaan tersebut, di antaranya karena Banu Najjar adalah keluarga Nabi ﷺ dari pihak ibu (Aminah binti Wahb berasal dari Banu Zuhrah, namun Nabi ﷺ disusui dan dibesarkan di lingkungan Banu Najjar), serta karena mereka adalah kabilah yang pertama kali masuk Islam dan memberi perlindungan kepada Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Keutamaan Banu Najjar
Banu Najjar disebut pertama kali karena mereka adalah kabilah yang paling utama. Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebutkan beberapa alasan: Nabi ﷺ tinggal di rumah mereka setelah hijrah, masjid Nabawi dibangun di tanah mereka, dan mereka adalah kabilah yang paling banyak berkorban untuk Islam. Selain itu, paman Nabi ﷺ dari pihak ibu—yaitu Abu Thalhah dan lainnya—berasal dari kabilah ini.
2. Urutan Keutamaan
Setelah Banu Najjar, disebut Banu Abdul Asyhal—kabilah Sa'd bin Mu'adz dan Usaid bin Hudhair, dua tokoh besar yang masuk Islam melalui dakwah Mush'ab bin Umair. Kemudian Banu Al-Harits bin Al-Khazraj, dan terakhir Banu Sa'idah—kabilah Sa'd bin Ubadah.
3. Penutup yang Bijaksana
Yang sangat penting adalah sabda beliau: "Dan di setiap kabilah Ansar terdapat kebaikan." Ini menunjukkan bahwa meskipun ada urutan keutamaan, tidak ada satu pun kabilah Ansar yang tercela. Imam An-Nawawi menegaskan bahwa hadits ini tidak boleh dipahami sebagai celaan terhadap kabilah yang disebut terakhir, melainkan sekadar informasi tentang tingkatan keutamaan.
4. Pelajaran tentang Adab
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin pernah menjelaskan bahwa ketika Allah dan Rasul-Nya mengutamakan seseorang atau suatu kaum, hal itu bukan berarti yang lain menjadi rendah. Semua sahabat Ansar adalah orang-orang yang beriman dan dicintai Allah. Yang utama tetap utama, dan yang lain tetap memiliki kebaikan.
5. Hikmah di Balik Urutan
Para ulama juga menyebutkan bahwa urutan ini berkaitan dengan prioritas pengorbanan dan kedekatan mereka dengan Nabi ﷺ dalam peristiwa hijrah dan pembangunan masyarakat Islam di Madinah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah, beliau singgah di perkampungan Banu Najjar. Ini karena mereka adalah kerabat beliau dari pihak ibu. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda ketika itu: "Aku berada di antara paman-pamanku dari Banu Najjar." Beliau tinggal di rumah Abu Ayyub Al-Ansari dari kabilah tersebut selama beberapa waktu hingga masjid dan kamar-kamar beliau selesai dibangun.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa keutamaan Banu Najjar bukan sekadar klaim, melainkan karena mereka adalah kabilah yang pertama kali menerima dan melayani Nabi ﷺ setelah hijrah. Namun, Nabi ﷺ tetap mengingatkan bahwa semua kabilah Ansar memiliki kebaikan—karena semua mereka telah berjasa menampung dan menolong kaum Muhajirin.
Kesimpulan Praktis
- Jangan merendahkan orang lain meskipun ada yang lebih utama. Keutamaan seseorang tidak berarti orang lain tidak berharga.
- Hargai jasa para sahabat—terutama Ansar yang telah berkorban harta dan jiwa untuk menolong Nabi ﷺ.
- Belajar dari adab Nabi ﷺ—beliau menyebutkan keutamaan secara berurutan namun tetap menutup dengan pernyataan yang menyejukkan hati semua pihak.
- Jadikan semangat berlomba dalam kebaikan, bukan untuk berbangga diri, tetapi untuk meningkatkan amal.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.