Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan tentang kebiasaan orang-orang Jahiliyah yang menunggu matahari terbit di Muzdalifah (Jam') sebelum berangkat ke Mina, sambil berkata, "Terbitlah wahai Tsabir, agar kami bisa bergegas." Kemudian Rasulullah ﷺ menyelisihi kebiasaan mereka dengan berangkat dari Muzdalifah sebelum matahari terbit, yaitu setelah melaksanakan shalat Subuh di waktu yang masih gelap. Ini adalah bimbingan Nabi ﷺ untuk menyelisihi kebiasaan orang-orang musyrik dalam ibadah haji.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Ahmad:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari sahabat Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu. Sanadnya: Waki' dari Sufyan (ats-Tsauri) dari Abu Ishaq dari Amr bin Maimun dari Umar.
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (No. 1283) dan para ulama hadits lainnya dengan redaksi yang serupa.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
"Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah [2]: 199)
Ayat ini menunjukkan perintah untuk berangkat dari Arafah menuju Muzdalifah, dan kemudian berangkat dari Muzdalifah ke Mina pada hari Nahr (10 Dzulhijjah).
Hadits Terkait:
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Aku termasuk orang yang didahulukan oleh Rasulullah ﷺ di malam Muzdalifah di antara keluarga beliau yang lemah." (HR. Bukhari No. 1678, Muslim No. 1293)
Penjelasan Rinci
1. Makna "Jam'" dan "Tsabir"
Jam' adalah nama lain dari Muzdalifah, tempat para jamaah haji bermalam setelah berangkat dari Arafah. Sedangkan Tsabir adalah nama gunung yang berada di Mina atau dekat Muzdalifah. Orang-orang Jahiliyah ketika berada di Muzdalifah dan ingin berangkat ke Mina, mereka menunggu hingga matahari terbit dan menyinari gunung Tsabir. Mereka berkata: "Asyriq Tsabir" artinya "Terbitlah (wahai matahari) di gunung Tsabir" — maksudnya mereka meminta agar matahari naik di gunung tersebut.
2. Kebiasaan Jahiliyah yang Diselisihi Nabi ﷺ
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa orang-orang musyrik tidak berangkat dari Muzdalifah kecuali setelah matahari terbit, karena mereka mengagungkan waktu tersebut berdasarkan tradisi nenek moyang mereka. Mereka menganggap bahwa berangkat sebelum matahari terbit adalah hal yang kurang baik.
3. Bimbingan Nabi ﷺ
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ sengaja menyelisihi kebiasaan orang-orang musyrik tersebut. Beliau berangkat dari Muzdalifah ke Mina setelah melaksanakan shalat Subuh di waktu yang masih gelap (sebelum matahari terbit). Ini menunjukkan bahwa dalam ibadah, kita diperintahkan untuk menyelisihi kebiasaan orang-orang musyrik, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan syiar ibadah.
4. Pelajaran dari Hadits
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah menjelaskan bahwa sunnah Nabi ﷺ dalam berangkat dari Muzdalifah adalah setelah shalat Subuh, sebelum matahari terbit. Ini adalah ijma' (kesepakatan) para ulama bahwa waktu yang utama untuk berangkat dari Muzdalifah adalah setelah shalat Subuh.
Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini juga menunjukkan pentingnya menyelisihi orang-orang kafir dalam hal-hal yang menjadi ciri khas ibadah mereka, selama hal itu tidak dilarang oleh syariat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ tiba di Muzdalifah pada malam hari setelah wukuf di Arafah, beliau menggabungkan shalat Maghrib dan Isya dengan satu adzan dan dua iqamah. Kemudian beliau beristirahat hingga pagi. Setelah shalat Subuh di waktu yang masih gelap, beliau naik ke tempat yang tinggi dan berdoa kepada Allah hingga langit mulai terang. Lalu beliau berangkat menuju Mina sebelum matahari terbit.
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi ﷺ mengutus kami (kaum wanita dan orang-orang lemah) di malam hari dari Muzdalifah menuju Mina, sambil membawa batu-batu kecil untuk melontar jumrah." (HR. Bukhari No. 1678)
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan kondisi umatnya yang lemah, dan beliau mengajarkan kemudahan dalam beribadah, namun tetap menjaga inti dari ibadah tersebut.
Kesimpulan Praktis
- Menyelisihi kebiasaan orang musyrik dalam ibadah adalah bagian dari sunnah Nabi ﷺ dan bentuk pengagungan terhadap syariat Allah.
- Waktu berangkat dari Muzdalifah yang sesuai sunnah adalah setelah shalat Subuh, sebelum matahari terbit, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
- Menjaga kemurnian ibadah dari campuran tradisi yang bertentangan dengan syariat, karena ibadah harus murni mengikuti tuntunan Nabi ﷺ.
- Memperhatikan kondisi orang-orang yang lemah dalam ibadah haji, sebagaimana Nabi ﷺ mendahulukan mereka di malam hari.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.