Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang tanda besar hari kiamat, yaitu munculnya Dajjal dari arah timur, tepatnya dari daerah yang disebut Khurasan. Dajjal akan diikuti oleh orang-orang yang wajahnya seperti perisai yang dipukul, yaitu gambaran wajah yang lebar, kasar, dan keras. Hadits ini juga menunjukkan kejujuran dan kecemasan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dalam menyampaikan kabar dari Rasulullah ﷺ kepada umat.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Anbiya' [21]: 96-97
حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ * وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِنْ هٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ
"Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan apabila janji yang benar (hari berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang kafir terbelalak (seraya berkata), 'Celakalah kami! Sungguh kami dahulu lengah terhadap ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.'"
Hadits terkait:
Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 33) dari sahabat 'Amr bin Huraith radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam Sunan-nya dari jalur lain, dan dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Shahih al-Jami' (no. 7875).
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang Dajjal sangat banyak dan mutawatir maknanya. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa Dajjal akan muncul dari arah timur, dan disebutkan Khurasan sebagai titik awal kemunculannya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Kejujuran Abu Bakar ash-Shiddiq dalam menyampaikan ilmu
Dalam riwayat ini, Abu Bakar radhiyallahu 'anhu keluar menemui orang-orang setelah sakitnya dan meminta maaf atas sesuatu, lalu berkata, "Kami tidak bermaksud selain kebaikan." Kemudian beliau menyampaikan hadits ini. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat berhati-hati dalam menyampaikan hadits dan tidak ingin menyelisihi sunnah. Imam Ibnul Qayyim dalam Miftah Dar as-Sa'adah menjelaskan bahwa para sahabat adalah orang-orang yang paling jujur dalam menyampaikan ilmu, dan Abu Bakar adalah yang paling utama di antara mereka.
2. Makna "Khurasan"
Khurasan adalah daerah yang luas di bagian timur, meliputi sebagian Iran, Afghanistan, Turkmenistan, dan sekitarnya. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa Dajjal muncul dari arah timur, dan ini sesuai dengan hadits-hadits lain yang menyebutkan bahwa Dajjal keluar dari arah timur. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Arba'in an-Nawawiyah menjelaskan bahwa munculnya Dajjal dari timur adalah tanda bahwa fitnahnya dimulai dari sana, dan ini bukan berarti Dajjal tidak berkeliling ke seluruh dunia.
3. Makna "wajah mereka seperti perisai yang dipukul"
Para ulama menjelaskan bahwa gambaran ini menunjukkan wajah yang lebar, kasar, dan keras seperti perisai yang terbuat dari kulit yang dipukul hingga menjadi tebal dan keras. Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang pengikut Dajjal: "Mereka adalah orang-orang dari Khurasan, wajah mereka seperti perisai yang dipukul." Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Bahjah Qulub al-Abrar menjelaskan bahwa ini adalah sifat fisik yang menunjukkan kegarangan dan kebengisan mereka dalam mendukung Dajjal.
4. Peringatan tentang fitnah Dajjal
Hadits ini termasuk dalam tanda-tanda besar hari kiamat yang harus diimani oleh setiap muslim. Imam Ahmad bin Hanbal dalam Ushul as-Sunnah menegaskan bahwa beriman kepada fitnah Dajjal dan kemunculannya adalah bagian dari sunnah yang wajib diyakini. Beliau berkata: "Dan beriman kepada Dajjal dan bahwa dia akan keluar."
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu sakit menjelang wafatnya, beliau berwasiat kepada umat. Dalam riwayat lain, beliau pernah menyampaikan khutbah dan berkata: "Wahai manusia, kalian membaca ayat: 'Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian' (QS. Al-Ma'idah: 105), dan kalian menempatkannya bukan pada tempatnya. Sungguh aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya manusia apabila melihat kemungkaran dan tidak mengubahnya, maka Allah akan meratakan azab-Nya kepada mereka semua.'" (HR. Abu Dawud, dishahihkan al-Albani).
Ini menunjukkan bahwa Abu Bakar adalah orang yang paling semangat dalam menyampaikan peringatan Nabi ﷺ kepada umat, termasuk peringatan tentang Dajjal. Beliau tidak pernah bosan mengingatkan umat tentang bahaya fitnah, karena beliau tahu bahwa peringatan ini adalah warisan berharga dari Rasulullah ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Wajib mengimani bahwa Dajjal akan muncul sebagai salah satu tanda besar hari kiamat, dan ini termasuk perkara ghaib yang harus diyakini tanpa bertanya "bagaimana" dan "kapan" secara detail.
- Menjauhi fitnah Dajjal dengan cara berlindung kepada Allah dari fitnahnya, sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ dalam doa tasyahud: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari fitnah Dajjal, dan dari fitnah hidup dan mati."
- Meneladani Abu Bakar dalam kejujuran menyampaikan ilmu dan tidak takut dalam menyampaikan kebenaran.
- Menghafal sepuluh ayat pertama surat Al-Kahf sebagai benteng dari fitnah Dajjal, sebagaimana wasiat Nabi ﷺ.
- Tidak sibuk mencari tanda-tanda yang belum terjadi, tetapi fokus memperbaiki ibadah dan ketaatan kepada Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.