Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan keutamaan besar az-Zubair bin al-Awwam radhiyallahu 'anhu, di mana Rasulullah ﷺ pada Perang Uhud menggabungkan penyebutan kedua orang tuanya (ayah dan ibu) sebagai bentuk penghormatan dan pengorbanan jiwa untuk beliau. Ini menunjukkan kedudukan mulia az-Zubair sebagai salah satu sahabat utama dan keponakan Nabi ﷺ. Para ulama menjadikan hadits ini dalil bolehnya memuliakan seseorang dengan ungkapan pengorbanan, serta bukti kecintaan sahabat kepada Rasulullah ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad, dari jalur az-Zubair bin al-Awwam radhiyallahu 'anhu, dan juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang semakna.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنِ الزُّبَيْرِ، قَالَ: جَمَعَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَوَيْهِ يَوْمَ أُحُدٍ
Terjemahan: "Rasulullah ﷺ menggabungkan kedua orang tuanya untukku pada Hari Uhud."
Makna ungkapan "menggabungkan kedua orang tuanya" adalah beliau bersabda: "فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي" (semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu). Ini disebutkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.
Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang keutamaan sahabat:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ
QS. At-Taubah [9]: 100
Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah."
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam menunjukkan keutamaan az-Zubair bin al-Awwam radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, keponakan Rasulullah ﷺ (anak dari Shafiyyah binti Abdul Muththalib), dan salah satu pahlawan Islam yang gagah berani.
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ungkapan "فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي" adalah bentuk penghormatan tertinggi dalam tradisi Arab, di mana seseorang rela mengorbankan kedua orang tuanya yang paling dicintai untuk orang yang dimuliakan. Rasulullah ﷺ tidak pernah menggabungkan kedua orang tuanya untuk seseorang selain az-Zubair, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa sebagian ulama memahami bahwa ini terjadi pada Perang Uhud ketika az-Zubair berperan besar dalam melindungi Rasulullah ﷺ. Ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa ungkapan ini diucapkan ketika az-Zubair berhasil membunuh salah satu musuh yang berbahaya.
Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Perang Uhud adalah momen di mana banyak sahabat menunjukkan pengorbanan luar biasa, dan az-Zubair termasuk yang paling menonjol. Beliau berdiri teguh ketika banyak yang goyah, dan Rasulullah ﷺ mengakui pengorbanan tersebut dengan penghormatan yang tidak diberikan kepada orang lain.
Ibn Katsir dalam al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa az-Zubair adalah salah satu sahabat yang paling berani dan setia, dan hadits ini menjadi bukti kecintaan Rasulullah ﷺ kepadanya.
Para ulama juga mengambil faedah dari hadits ini bahwa:
- Bolehnya memuliakan seseorang dengan ungkapan pengorbanan, selama tidak berlebihan hingga melampaui batas syariat.
- Keutamaan az-Zubair radhiyallahu 'anhu yang khusus.
- Perang Uhud adalah ujian berat yang menampakkan siapa yang teguh dan siapa yang goyah.
Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar tentang keutamaan az-Zubair dan keabsahan hadits ini. Hadits ini shahih dan disepakati.
Story Telling
Dikisahkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, pada Perang Uhud, ketika pasukan Muslim mengalami kekacauan akibat serangan balik pasukan Quraisy, banyak sahabat yang terpisah dari Rasulullah ﷺ. Dalam situasi genting itu, az-Zubair bin al-Awwam radhiyallahu 'anhu bersama beberapa sahabat seperti Abu Dujanah dan Thalhah bin Ubaidillah tetap bertahan di sekitar Rasulullah ﷺ, melindungi beliau dengan tubuh dan pedang mereka.
Az-Zubair sendiri dikenal sebagai sahabat pertama yang menghunus pedang di jalan Allah. Pada hari Uhud, beliau berulang kali maju menghadapi musuh, dan Rasulullah ﷺ melihat pengorbanan itu. Maka beliau pun bersabda dengan penuh penghormatan: "فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي" — semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Ini adalah penghormatan yang sangat jarang diberikan, dan tidak diberikan kepada sahabat lain dengan penggabungan kedua orang tua.
Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa ini menunjukkan betapa besar jasa az-Zubair dan betapa dalamnya kecintaan Rasulullah ﷺ kepadanya. Kisah ini juga mengajarkan kepada kita bahwa pengorbanan di jalan Allah akan selalu dihargai, bahkan jika dunia tidak mengakuinya, Allah dan Rasul-Nya mencatatnya.
Kesimpulan Praktis
- Teladani keberanian az-Zubair dalam membela agama Allah, terutama ketika ujian datang.
- Hormati para sahabat Nabi ﷺ dan akui keutamaan mereka sebagaimana diakui oleh Rasulullah ﷺ.
- Gunakan ungkapan penghormatan dengan adab, tidak berlebihan, dan tidak menjadikannya sebagai bentuk pengagungan yang melampaui batas.
- Pelajari sejarah Perang Uhud untuk mengambil pelajaran tentang keteguhan iman dan bahaya kelalaian.
- Cintai Rasulullah ﷺ dengan kecintaan yang melahirkan pengorbanan, bukan sekadar ucapan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.