Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Ahmad No. 1357 tentang Fidyah bagi yang tidak mampu berpuasa

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar sahabat Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu. Beliau adalah satu-satunya sahabat yang Rasulullah ﷺ tebus dengan menyebut kedua orang tuanya sekaligus dalam satu kalimat, yaitu: "Tebusan bagimu adalah ayahku dan ibuku" (فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي). Ini adalah bentuk penghormatan dan kecintaan Nabi ﷺ yang sangat tinggi kepada Sa'd, serta dalil bahwa mempersembahkan orang tua sebagai tebusan adalah bentuk pujian yang dibolehkan dalam syariat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Ahmad:

Teks hadits dalam Musnad Ahmad (no. 1357) sebagaimana yang Anda sebutkan:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، وَأَبُو نُعَيْمٍ قَالَا حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ ابْنِ شَدَّادٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ مَا سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْمَعُ أَبَاهُ وَأُمَّهُ لِأَحَدٍ إِلَّا لِسَعْدٍ

Makna: "Ibnu Syaddad berkata: Aku mendengar Ali radhiyallahu 'anhu berkata: Aku tidak pernah mendengar Rasulullah ﷺ menyebutkan ayah dan ibunya bersama-sama untuk seseorang kecuali untuk Sa'd."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 4055) dan Imam Muslim (no. 2412) dari jalur lain, dengan lafaz yang semakna.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Al-Hujurat [49]: 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan di sisi Allah bukan berdasarkan nasab atau kedudukan dunia, melainkan ketakwaan. Namun, keutamaan yang Allah berikan kepada sebagian sahabat seperti Sa'd adalah karunia khusus yang menunjukkan kedudukan mereka di sisi Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa ungkapan "فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي" (tebusan bagimu adalah ayahku dan ibuku) adalah bentuk pujian dan kasih sayang yang sangat dalam dari Nabi ﷺ kepada sahabatnya. Ini bukan berarti Nabi ﷺ benar-benar menebus dengan orang tuanya secara harfiah, melainkan ini adalah gaya bahasa Arab yang menunjukkan penghormatan tertinggi.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ungkapan ini adalah bentuk penghormatan dan kecintaan yang sangat besar. Beliau menukil bahwa para ulama sepakat bolehnya mengucapkan kalimat ini sebagai bentuk pujian, dan tidak dianggap sebagai doa yang buruk karena maksudnya adalah memuliakan orang yang dipuji.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Sa'd bin Abi Waqqash yang sangat besar. Beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, dan termasuk yang pertama masuk Islam. Doa Nabi ﷺ untuk Sa'd mustajab, sebagaimana dalam hadits lain: "Ya Allah, kabulkanlah doa Sa'd."

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa keutamaan ini khusus untuk Sa'd bin Abi Waqqash karena beberapa sebab:

  1. Beliau adalah paman Nabi ﷺ dari jalur ibu (bibi Nabi ﷺ, Ummu Hakim binti Abi Umayyah, adalah ibu dari Sa'd).
  2. Beliau termasuk Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam).
  3. Beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira masuk surga.
  4. Doanya mustajab, dan Nabi ﷺ pernah mendoakannya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam salah satu fatwanya menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya seorang muslim memuji saudaranya dengan ungkapan yang baik selama tidak berlebihan hingga kepada tingkat yang dilarang. Namun, beliau juga mengingatkan agar tidak berlebihan dalam memuji karena Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah kalian memujiku secara berlebihan sebagaimana orang-orang Nasrani memuji putra Maryam."

Perbedaan Pemahaman: Ada sebagian ulama yang memaknai ungkapan ini secara harfiah, bahwa Nabi ﷺ benar-benar menebus Sa'd dengan orang tuanya. Namun pendapat yang lebih kuat dan dipilih oleh mayoritas ulama dari kalangan Ahlus Sunnah adalah bahwa ini adalah gaya bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan, bukan makna harfiah. Karena tidak mungkin Nabi ﷺ menebus seseorang dengan kedua orang tuanya secara hakiki.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu adalah salah satu pemuda pertama yang masuk Islam. Beliau masuk Islam pada usia 17 tahun, dan merupakan salah satu dari tujuh orang yang pertama kali memeluk Islam di awal dakwah Rasulullah ﷺ.

Pada Perang Uhud, Sa'd bertempur dengan gagah berani. Beliau memanah musuh-musuh Islam dengan sangat baik. Ketika itu, Rasulullah ﷺ melihat ketangkasan Sa'd dalam memanah, maka beliau bersabda sambil tersenyum bangga:

"Panahlah, wahai Sa'd! Tebusan bagimu adalah ayahku dan ibuku." (HR. Al-Bukhari)

Ini adalah momen yang sangat mengharukan. Seorang paman Nabi ﷺ yang juga sahabat setianya, berjuang di medan perang dengan penuh keikhlasan, dan Nabi ﷺ memberikan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada sahabat lain.

Hikmah dari kisah ini:

  1. Keikhlasan dan perjuangan di jalan Allah akan dihargai oleh Allah dan Rasul-Nya.
  2. Penghormatan Nabi ﷺ kepada sahabatnya adalah bentuk syariat yang mengajarkan kita untuk saling menghargai kebaikan orang lain.
  3. Sa'd bin Abi Waqqash adalah teladan dalam keberanian dan keteguhan iman.

Kesimpulan Praktis

  1. Meneladani kecintaan Nabi ﷺ kepada sahabatnya - Kita harus mencintai para sahabat Nabi ﷺ sebagaimana yang diperintahkan dalam syariat, karena mereka adalah generasi terbaik umat ini.
  2. Menghargai keutamaan orang lain - Sebagaimana Nabi ﷺ menghargai keutamaan Sa'd, kita pun dianjurkan untuk menghargai kebaikan dan keutamaan sesama muslim tanpa berlebihan.
  3. Memahami gaya bahasa Arab - Ungkapan seperti "tebusan bagimu adalah ayahku dan ibuku" adalah bentuk penghormatan, bukan makna harfiah. Ini mengajarkan kita untuk memahami teks-teks syariat sesuai pemahaman para ulama.
  4. Menjauhi ghuluw (berlebihan) dalam memuji - Meskipun Nabi ﷺ memuji Sa'd, kita tidak boleh berlebihan dalam memuji seseorang hingga melewati batas syariat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.