Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits yang menjelaskan tata cara wudhu Nabi ﷺ secara praktik, yang diperagakan langsung oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Di dalamnya terdapat beberapa pelajaran penting: tata cara wudhu yang sesuai sunnah, disunnahkannya meminum sisa air wudhu, dan semangat para sahabat untuk mengajarkan sunnah kepada generasi setelahnya dengan peragaan langsung.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 1352) dari Abu Hayyah, bahwa ia melihat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berwudhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya secara mu'allaq (hadits no. 185) dan secara lengkap oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya.
Berikut teks hadits dalam bahasa Arab:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ، حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي حَيَّةَ، قَالَ: رَأَيْتُ عَلِيًّا رَضِيَ اللهُ عَنْهُ تَوَضَّأَ فَأَنْقَى كَفَّيْهِ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَذِرَاعَيْهِ ثَلَاثًا وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ ثُمَّ غَسَلَ قَدَمَيْهِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ثُمَّ قَامَ فَشَرِبَ فَضْلَ وَضُوئِهِ ثُمَّ قَالَ: إِنَّمَا أَرَدْتُ أَنْ أُرِيَكُمْ طُهُورَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Dari Abu Hayyah, ia berkata: "Aku melihat Ali radhiyallahu 'anhu berwudhu. Ia mencuci kedua telapak tangannya dengan bersih, kemudian mencuci wajahnya tiga kali, kedua lengannya tiga kali, lalu mengusap kepalanya, kemudian mencuci kedua kakinya hingga ke mata kaki. Setelah itu ia berdiri dan meminum sisa air wudhunya, lalu berkata: 'Sesungguhnya aku hanya ingin memperlihatkan kepada kalian cara wudhu Rasulullah ﷺ.'"
Hadits ini juga memiliki penguat dari hadits Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (no. 159) dan Imam Muslim (no. 226), di mana beliau berwudhu di hadapan para sahabat dan bersabda: "Barangsiapa yang ingin melihat cara wudhu Rasulullah ﷺ, maka inilah wudhu beliau."
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa faedah penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Tata Cara Wudhu yang Dicontohkan
Dalam hadits ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu memperagakan wudhu Nabi ﷺ dengan urutan:
- Mencuci kedua telapak tangan dengan bersih (istinsyaq dan membersihkan telapak tangan)
- Mencuci wajah tiga kali
- Mencuci kedua lengan hingga siku tiga kali
- Mengusap kepala
- Mencuci kedua kaki hingga mata kaki
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang berwudhu dengan membasuh anggota wudhu satu kali, dua kali, dan tiga kali. Namun yang paling sempurna adalah tiga kali, sebagaimana yang diperagakan Ali bin Abi Thalib dalam hadits ini. Ini menunjukkan bahwa mencuci tiga kali adalah bentuk kesempurnaan wudhu, meskipun yang wajib hanyalah satu kali basuhan.
2. Disunnahkannya Meminum Sisa Air Wudhu
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa meminum sisa air wudhu adalah perbuatan yang dilakukan oleh Nabi ﷺ dan para sahabat. Hal ini menunjukkan keberkahan air wudhu dan sikap tawadhu' serta cinta seorang hamba kepada hal-hal yang berkaitan dengan ibadah. Ini juga merupakan bentuk penghormatan terhadap sunnah, karena air yang digunakan untuk beribadah kepada Allah memiliki keutamaan.
3. Semangat Mengajarkan Sunnah dengan Peragaan
Yang sangat menarik dari hadits ini adalah pernyataan Ali radhiyallahu 'anhu: "Sesungguhnya aku hanya ingin memperlihatkan kepada kalian cara wudhu Rasulullah ﷺ." Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat bersemangat dalam menyampaikan sunnah Nabi ﷺ kepada generasi setelah mereka, bahkan dengan cara memperagakan langsung agar lebih mudah dipahami.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa peragaan langsung dalam mengajarkan ibadah adalah metode yang efektif, karena manusia lebih mudah memahami dengan melihat daripada hanya mendengar. Ini juga yang dilakukan oleh Nabi ﷺ ketika mengajarkan shalat kepada para sahabat dengan bersabda: "Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat" (HR. Al-Bukhari no. 631).
4. Urutan Wudhu dalam Hadits Ini
Perlu diperhatikan bahwa dalam hadits ini, Ali radhiyallahu 'anhu tidak menyebutkan berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke hidung) secara terpisah. Namun dalam riwayat lain dari hadits Utsman yang lebih lengkap, disebutkan bahwa beliau berkumur dan beristinsyaq. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa berkumur dan istinsyaq termasuk sunnah wudhu menurut jumhur ulama, dan hal ini dilakukan oleh Nabi ﷺ dalam setiap wudhunya.
5. Makna "Mengusap Kepala"
Dalam hadits ini disebutkan bahwa Ali radhiyallahu 'anhu "mengusap kepalanya" tanpa perincian apakah mengusap seluruh kepala atau sebagiannya. Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa mengusap seluruh kepala adalah wajib, berdasarkan hadits Abdullah bin Zaid yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengusap seluruh kepalanya. Adapun Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa mengusap seperempat kepala sudah cukup. Namun pendapat yang lebih kuat adalah mengusap seluruh kepala, sebagaimana yang dipilih oleh jumhur ulama dan diperkuat oleh hadits-hadits shahih.
Story Telling
Ada kisah indah tentang semangat para sahabat dalam mengajarkan sunnah. Diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu pernah berwudhu di hadapan para sahabat dengan mencuci setiap anggota wudhu tiga kali, kemudian berkata: "Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda: 'Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat yang ia tidak berbicara dalam hatinya tentang hal-hal duniawi, maka diampuni dosanya yang telah lalu'" (HR. Al-Bukhari no. 159, Muslim no. 226).
Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat perhatian untuk memastikan umat Islam setelah mereka mengetahui cara beribadah yang benar sesuai tuntunan Nabi ﷺ. Mereka tidak hanya menyampaikan dengan lisan, tetapi juga dengan perbuatan nyata agar tidak ada keraguan dalam pelaksanaannya.
Kesimpulan Praktis
Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Mempelajari tata cara wudhu Nabi ﷺ dengan benar, yaitu mencuci telapak tangan, berkumur dan istinsyaq, mencuci wajah, mencuci kedua lengan hingga siku, mengusap kepala, dan mencuci kedua kaki hingga mata kaki.
- Menyempurnakan wudhu dengan membasuh tiga kali, karena ini adalah bentuk kesempurnaan yang dicontohkan Nabi ﷺ, meskipun yang wajib hanyalah satu kali.
- Boleh meminum sisa air wudhu sebagai bentuk tabarruk (mengambil keberkahan) dan mengikuti sunnah, sebagaimana dilakukan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.
- Bersemangat dalam mengajarkan sunnah kepada orang lain, baik dengan lisan maupun dengan peragaan langsung, sebagaimana dicontohkan para sahabat.
- Menjaga niat dalam beribadah, yaitu semata-mata untuk meneladani Rasulullah ﷺ, bukan untuk pamer atau riya'.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.