Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah dalil yang sangat penting tentang tata cara wudhu Nabi ﷺ. Dari hadits ini, kita belajar bahwa wudhu Nabi ﷺ itu sederhana dan tidak berlebihan. Ada satu hal yang perlu kita perhatikan: dalam riwayat ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkumur dua kali dari satu cangkir air. Ini menunjukkan bahwa berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke hidung) boleh dilakukan dengan satu cangkir air, dan ini adalah salah satu bentuk kemudahan dalam syariat. Namun, perlu kita pahami bahwa tata cara wudhu Nabi ﷺ memiliki beberapa variasi yang semuanya shahih, dan kita boleh memilih salah satunya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari sahabat mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Lafadz haditsnya adalah:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ، حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ يَحْيَى، رَحْمَوَيْهِ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ، عَنْ خَالِدِ بْنِ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ خَيْرٍ، قَالَ صَلَّيْنَا الْغَدَاةَ فَجَلَسْنَا إِلَى عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فَدَعَا بِوَضُوءٍ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثَلَاثًا وَمَضْمَضَ مَرَّتَيْنِ مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا ثُمَّ غَسَلَ ذِرَاعَيْهِ ثُمَّ غَسَلَ قَدَمَيْهِ ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ هَذَا وُضُوءُ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاعْلَمُوا.
Maknanya: Dari 'Abd Khair, ia berkata: "Kami shalat Subuh, lalu kami duduk bersama Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Beliau meminta air wudhu, lalu membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur dua kali dari satu cangkir (air), kemudian membasuh wajahnya tiga kali, lalu membasuh kedua lengannya (sampai siku), kemudian membasuh kedua kakinya tiga kali. Setelah itu beliau berkata: 'Inilah wudhu Nabi kalian ﷺ, maka pelajarilah.'"
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, dan para ulama menyebutnya sebagai hadits yang shahih. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam kitabnya Sifat Wudhu an-Nabi menyebutkan bahwa hadits ini shahih dan menjadi salah satu dalil tentang tata cara wudhu Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting tentang fiqih wudhu:
1. Urutan Wudhu yang Sesuai Al-Qur'an
Dalam hadits ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu memulai wudhunya dengan membasuh kedua tangan, lalu berkumur, membasuh wajah, membasuh kedua lengan, dan membasuh kedua kaki. Urutan ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-Ma'idah [5]: 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki."
Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan kewajiban membasuh anggota wudhu sesuai urutan yang disebutkan, dan ini juga yang dipraktikkan oleh Nabi ﷺ dan para sahabatnya.
2. Berkumur Dua Kali dari Satu Cangkir Air
Ini adalah salah satu bentuk tata cara wudhu yang dicontohkan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa berkumur dan menghirup air ke hidung (istinsyaq) hukumnya adalah sunnah, bukan wajib. Adapun cara melakukannya, ada beberapa variasi dari Nabi ﷺ:
- Berkumur dan istinsyaq dengan satu cangkir air (seperti dalam hadits Ali ini)
- Berkumur dan istinsyaq dengan tiga cangkir air yang terpisah
Semua cara ini shahih dan boleh diamalkan. Yang penting adalah tidak berlebihan dalam menggunakan air.
3. Membasuh Anggota Wudhu Tiga Kali
Dalam hadits ini, Ali radhiyallahu 'anhu membasuh tangan, wajah, dan kakinya tiga kali. Ini menunjukkan bahwa membasuh tiga kali adalah sunnah. Namun, para ulama menjelaskan bahwa membasuh sekali saja sudah sah, dua kali juga sah, dan tiga kali adalah yang paling sempurna. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa membasuh tiga kali adalah perbuatan Nabi ﷺ yang paling sering dilakukan, dan ini yang paling utama.
4. Perhatian Ali bin Abi Thalib untuk Mengajarkan Sunnah
Yang sangat menarik dari hadits ini adalah sikap Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Beliau sengaja memperagakan wudhu di hadapan para sahabat yang lain, lalu berkata, "Inilah wudhu Nabi kalian ﷺ, maka pelajarilah." Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam menjaga dan menyampaikan sunnah Nabi ﷺ kepada generasi setelah mereka. Imam Al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan banyak hadits tentang cara sahabat mengajarkan wudhu dengan praktik langsung, karena ini lebih mudah dipahami daripada sekadar teori.
5. Pelajaran tentang Kesederhanaan dalam Berwudhu
Hadits ini juga mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam menggunakan air. Ali radhiyallahu 'anhu berkumur dua kali dari satu cangkir air, menunjukkan bahwa wudhu tidak perlu menggunakan air yang banyak. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makruh hukumnya berlebihan dalam menggunakan air wudhu, karena Nabi ﷺ bersabda bahwa akan ada umatnya yang berlebihan dalam bersuci.
Story Telling
Ada kisah yang sangat indah tentang bagaimana para sahabat sangat bersemangat mempelajari tata cara wudhu Nabi ﷺ. Diriwayatkan bahwa suatu ketika, Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu meminta air wudhu, lalu beliau berwudhu dengan cara yang sangat teliti. Setelah selesai, beliau berkata kepada para sahabat yang hadir: "Maukah kalian aku perlihatkan bagaimana cara wudhu Rasulullah ﷺ?" Lalu beliau memperagakannya. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat perhatian untuk menjaga dan mewariskan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, termasuk dalam hal wudhu yang kita lakukan setiap hari.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa ilmu agama itu harus disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, dan salah satu cara terbaik adalah dengan praktik langsung. Sebagaimana Ali bin Abi Thalib dan Utsman bin Affan memperagakan wudhu di hadapan para sahabat, kita pun hendaknya bersemangat mempelajari dan mengajarkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita.
Kesimpulan Praktis
- Wudhu itu mudah dan sederhana — jangan berlebihan dalam menggunakan air.
- Urutan wudhu — basuh tangan, berkumur, basuh wajah, basuh lengan, usap kepala, dan basuh kaki, sesuai urutan dalam Al-Qur'an dan hadits.
- Boleh berkumur dua kali dari satu cangkir air — ini adalah salah satu cara yang shahih dari Nabi ﷺ.
- Membasuh tiga kali adalah yang paling utama, namun membasuh sekali atau dua kali juga sah.
- Semangatlah mempelajari dan mengajarkan sunnah — sebagaimana para sahabat memperagakan wudhu untuk mengajarkan umat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.