Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits yang Anda tanyakan adalah riwayat dari Musnad Imam Ahmad tentang peristiwa Al-Mukhdij (orang yang cacat/buntung tangannya) yang terjadi pada Perang Nahrawan melawan kaum Khawarij. Dalam riwayat ini, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu bersumpah bahwa beliau tidak berbohong dan tidak dibohongi—yakni kabar dari Nabi ﷺ tentang tanda-tanda pasukan Khawarij itu benar-benar terjadi. Adapun kalimat tentang "tiga saudara dari jin" adalah bagian yang perlu diteliti lebih lanjut, karena sanad dan keutuhannya perlu dicermati. Yang terpenting, hadits ini menegaskan mukjizat Nabi ﷺ dalam mengabarkan hal ghaib yang terbukti nyata.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah Ta'ala berfirman tentang orang-orang yang keluar dari kebenaran (Khawarij) dan sifat mereka:
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ
"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul; sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS. Ali 'Imran [3]: 144)
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 1197) dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu tentang ciri-ciri kaum Khawarij yang terbunuh di Nahrawan, di mana Nabi ﷺ bersabda tentang tanda orang yang terbunuh di antara mereka:
"يَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ"
"Akan keluar dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca Al-Qur'an namun tidak melewati tenggorokan mereka; mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya." (HR. Muslim)
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul-Bari membahas tentang hadits-hadits Khawarij dan tanda-tanda mereka. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Minhajus-Sunnah menjelaskan bahwa kemunculan Khawarij adalah fitnah yang telah dikabarkan Nabi ﷺ, dan Ali radhiyallahu 'anhu adalah orang yang benar dalam memerangi mereka sesuai perintah Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini berkaitan dengan Perang Nahrawan (tahun 38 H), ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu memerangi kelompok Khawarij yang keluar dari ketaatan. Sebelum perang, Ali mengingatkan pasukannya tentang sabda Nabi ﷺ yang memberitakan akan munculnya kaum Khawarij dengan ciri-ciri tertentu, di antaranya ada seorang yang cacat (mukhdij) dengan tangan yang tidak sempurna.
Ketika perang usai, pasukan Ali mencari orang yang memiliki ciri tersebut di antara yang terbunuh. Setelah dicari, mereka menemukannya. Maka Ali berkata: "Demi Allah, aku tidak berbohong dan tidak dibohongi" — tiga kali. Maksudnya: Ali tidak berdusta dalam menyampaikan kabar dari Nabi ﷺ, dan Nabi ﷺ tidak didustakan oleh Allah dalam kabar ghaib yang beliau sampaikan.
Adapun kalimat tentang "tiga saudara dari jin" — sebagian ulama menjelaskan bahwa ini adalah informasi yang disampaikan Nabi ﷺ kepada Ali tentang jin yang masuk Islam dan menemui beliau. Namun perlu dicatat bahwa riwayat ini memiliki kelemahan dari sisi sanad, karena Yazid bin Shalih dan Abul-Wadhi' 'Abbad — meskipun ada yang menilainya jujur — namun riwayat ini tidak sampai derajat shahih menurut kriteria Imam Al-Bukhari dan Muslim. Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam penilaiannya terhadap riwayat-riwayat Musnad menyatakan bahwa bagian ini tidak kuat.
Yang menjadi pelajaran pokok dari hadits ini adalah:
- Mukjizat Nabi ﷺ — kabar beliau tentang perkara ghaib terbukti benar.
- Kebenaran Ali bin Abi Thalib — beliau adalah khalifah yang benar dalam memerangi Khawarij, dan ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ dalam hadits shahih: "Akan ada seorang yang shalat di belakangku..." dan dalam riwayat lain tentang Ali.
- Bahaya Khawarij — mereka adalah kaum yang rajin beribadah namun salah paham dalam memahami dalil, sehingga mereka keluar dari sunnah dan memerangi kaum muslimin.
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul-Bari (kitab tentang Khawarij) menjelaskan bahwa hadits-hadits tentang ciri-ciri Khawarij adalah shahih dan menjadi dalil bahwa kelompok tersebut tetap ada sepanjang zaman hingga muncul Dajjal. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga menegaskan bahwa memerangi Khawarij adalah kewajiban pemimpin muslim ketika mereka memberontak.
Story Telling
Dikisahkan bahwa setelah Perang Nahrawan usai, para sahabat dan pasukan Ali mencari-cari jenazah yang memiliki ciri sebagaimana yang diberitakan Nabi ﷺ. Mereka tidak menemukannya di awal pencarian, sehingga sebagian pasukan mulai ragu. Namun Ali bersikeras dan berkata: "Demi Allah, aku tidak berbohong dan tidak dibohongi." Akhirnya mereka menemukan jenazah tersebut di dekat tepi sungai, tersembunyi di antara bangkai-bangkai hewan. Tangan kanannya buntung seperti daging yang menggantung, dan di dadanya terdapat rambut lebat. Maka Ali bertakbir dan para pasukan pun bertakbir, karena terbukti kebenaran kabar Nabi ﷺ.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ telah mengabarkan hal ghaib yang tidak mungkin diketahui kecuali dari Allah. Ini juga menjadi pelajaran bahwa orang yang paling keras ibadahnya bisa saja tersesat jika tidak di atas pemahaman yang benar — karena kaum Khawarij terkenal dengan shalat malam dan puasa yang banyak, namun mereka salah dalam memahami Al-Qur'an.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa kabar Nabi ﷺ adalah benar — semua yang beliau sampaikan dari Allah pasti terjadi, baik yang sudah berlalu maupun yang akan datang.
- Waspadai sikap ghuluw (berlebihan) dalam beragama — kaum Khawarij binasa karena memahami nash secara tekstual tanpa memperhatikan kaidah-kaidah syariat dan pemahaman para sahabat.
- Wajib merujuk kepada pemahaman para sahabat dan ulama Ahlus Sunnah dalam memahami Al-Qur'an dan Hadits, bukan memahami sendiri secara serampangan.
- Doakan kebaikan untuk para sahabat — khususnya Ali bin Abi Thalib dan pasukannya yang telah membela kebenaran.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.