Penjelasan Hadits Ahmad No. 1188 tentang Tanda kebenaran nabi pada ciri fisik tertentu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan mukjizat Nabi ﷺ melalui lisan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Ali mengetahui tanda fisik pemimpin kelompok Khawarij (Dzul Khuwaishirah) yang akan terbunuh dalam Perang Nahrawan, persis seperti yang telah dikabarkan oleh Nabi ﷺ sebelumnya. Ini adalah bukti kebenaran kenabian dan juga bukti bahwa Ali berada di atas kebenaran dalam memerangi kelompok yang menyimpang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Ahmad:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari Abu Al-Wadi' (namanya 'Amr bin Malik), ia berkata: "Saya menyaksikan Ali ketika membunuh penduduk Nahrawan..." (HR. Ahmad, no. 1188)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1791) dari beberapa jalur, dengan lafaz yang semakna. Imam al-Bukhari juga meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 3611) dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu tentang ciri-ciri orang yang terbunuh tersebut.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَغُلَّ ۚ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

"Tidak mungkin seorang nabi berkhianat (dalam urusan harta rampasan). Barangsiapa berkhianat, niscaya ia akan datang dengan apa yang dikhianatinya pada hari Kiamat. Kemudian setiap jiwa akan diberi balasan sesuai dengan apa yang ia usahakan, dan mereka tidak dizalimi." (QS. Ali 'Imran [3]: 161)

Ayat ini menunjukkan bahwa seorang nabi tidak mungkin berbohong, dan Ali berkata: "Demi Allah, saya tidak berbohong dan tidak diberitahu kebohongan" — maksudnya, ia tidak berbohong dalam ucapannya, dan Nabi ﷺ yang memberitahunya juga tidak berbohong.

Hadits Pendukung:

Dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda tentang kelompok yang akan keluar dari agama:

"يَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ، يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، يَقْتُلُونَ أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الْأَوْثَانِ، لَئِنْ أَنَا أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ"

"Keluar dari keturunan orang ini suatu kaum yang membaca Al-Qur'an namun tidak melewati tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya. Mereka membunuh orang-orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Seandainya aku menjumpai mereka, niscaya aku akan membunuh mereka seperti terbunuhnya kaum 'Ad." (HR. al-Bukhari no. 3611, Muslim no. 1064)

Penjelasan Rinci

Konteks Historis:

Setelah Perang Shiffin dan peristiwa tahkim (arbitrase), sekelompok orang dari pasukan Ali radhiyallahu 'anhu memprotes keputusan tahkim tersebut. Mereka berkata: "Tidak ada hukum kecuali milik Allah" (لَا حُكْمَ إِلَّا لِلَّهِ). Mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai Khawarij. Mereka berkumpul di daerah Harura, kemudian pindah ke Nahrawan.

Ali radhiyallahu 'anhu berusaha berdialog dengan mereka dan mengirim utusan, namun mereka tetap pada sikap keras kepala mereka dan bahkan membunuh Abdullah bin Khabbab radhiyallahu 'anhu beserta istrinya yang sedang hamil. Maka Ali memimpin pasukan untuk memerangi mereka.

Mukjizat Nabi ﷺ dan Kejujuran Ali:

Dalam hadits ini, Ali radhiyallahu 'anhu berkata kepada pasukannya: "Carilah yang cacat (المُخْدَج) di antara yang terbunuh." Maksudnya, carilah orang yang memiliki ciri fisik khusus yang telah dikabarkan oleh Nabi ﷺ sebelumnya.

Ketika mereka tidak menemukannya, Ali bersumpah: "Demi Allah, saya tidak berbohong dan tidak diberitahu kebohongan." Ini adalah pernyataan tegas bahwa apa yang ia sampaikan dari Nabi ﷺ adalah benar.

Akhirnya mereka menemukan orang tersebut di bawah tumpukan mayat. Ciri-cirinya: seorang Habasyi (Etiopia), salah satu tangannya seperti payudara wanita, dan di atasnya terdapat rambut seperti ekor tikus (jerboa).

Penjelasan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan mukjizat Nabi ﷺ yang mengabarkan hal ghaib, dan juga menunjukkan bahwa Ali radhiyallahu 'anhu berada di atas kebenaran dalam memerangi Khawarij. Beliau berkata: "Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa Ali dan pasukannya adalah pihak yang benar, dan Khawarij adalah pihak yang salah."

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' al-Fatawa menyebutkan bahwa hadits-hadits tentang ciri-ciri Khawarij ini adalah shahih dan mutawatir dari Nabi ﷺ, dan menjadi bukti bahwa Ali benar dalam memerangi mereka.

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa kata "المُخْدَج" berarti orang yang cacat atau kurang anggota tubuhnya. Ini adalah istilah yang digunakan Nabi ﷺ untuk menggambarkan pemimpin Khawarij yang memiliki tangan cacat seperti puting susu wanita.

Hikmah dari Hadits Ini:

  1. Kebenaran Ali radhiyallahu 'anhu — Hadits ini membantah kelompok yang membenci Ali, karena Nabi ﷺ sendiri yang mengabarkan bahwa Ali akan memerangi kelompok yang keluar dari agama, dan Ali melakukannya sesuai kabar tersebut.
  2. Bahaya sikap ekstrem dalam beragama — Khawarij adalah orang-orang yang rajin beribadah, banyak membaca Al-Qur'an, namun karena pemahaman yang salah dan sikap ekstrem, mereka keluar dari agama. Ini pelajaran berharga bahwa ibadah yang banyak tidak cukup tanpa pemahaman yang benar.
  3. Mukjizat kenabian — Kabar Nabi ﷺ tentang ciri-ciri fisik pemimpin Khawarij terbukti persis, menunjukkan bahwa beliau benar-benar menerima wahyu dari Allah.

Story Telling

Dikisahkan bahwa ketika Ali radhiyallahu 'anhu memerangi Khawarij di Nahrawan, beliau memerintahkan pasukannya mencari orang yang memiliki ciri khusus. Setelah mereka menemukannya, Ali bertakbir dan berkata: "Allahu Akbar! Benarlah apa yang dikatakan Rasulullah ﷺ."

Dalam riwayat lain dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku ikut bersama Ali ketika ia memerangi Khawarij. Ali bertanya: 'Apakah kalian melihat orang yang lengannya seperti payudara wanita?' Mereka menjawab: 'Tidak.' Ali berkata: 'Carilah!' Maka kami mencarinya dan tidak menemukannya. Kemudian Ali berkata: 'Demi Allah, tidaklah aku berdusta dan tidak pula didustakan.' Kemudian ia berkata: 'Demi Allah, sungguh aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Di antara mereka ada seorang laki-laki yang salah satu lengannya seperti payudara wanita."' Maka kami mencarinya dan menemukannya di bawah mayat-mayat, dan benar lengannya seperti payudara wanita." (HR. Muslim)

Abu Sa'id berkata: "Maka kami pun bersujud (bersyukur) karena telah melihat kebenaran kabar Nabi ﷺ."

Kesimpulan Praktis

  1. Yakinilah bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berada di atas kebenaran dalam memerangi Khawarij, dan hadits ini menjadi bukti nyata.
  2. Jauhilah sikap ekstrem dalam beragama — Khawarij rajin beribadah, namun karena pemahaman yang salah, mereka menjadi sesat. Ilmu dan pemahaman yang benar harus mendahului amal.
  3. Jadikan hadits ini sebagai penguat iman kepada kenabian Muhammad ﷺ, karena kabar ghaibnya terbukti nyata.
  4. Berhati-hatilah dalam menghukumi sesama muslim — Khawarij mengkafirkan Ali dan pasukannya karena pemahaman yang salah. Kita harus belajar dari kesalahan mereka.
  5. Amalkan sikap tawadhu' — Ali radhiyallahu 'anhu tidak sombong dengan kemenangannya, namun justru bersyukur dan mengingatkan bahwa semua itu adalah kabar dari Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?