Penjelasan Hadits: "Sebaik-baik Wanita di Zamannya"
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan dua wanita mulia: Khadijah binti Khuwailid رضي الله عنها, istri Nabi ﷺ, dan Maryam binti Imran عليها السلام, ibunda Nabi Isa عليه السلام. Keduanya disebut sebagai wanita terbaik di zaman masing-masing karena kesempurnaan iman, kesucian, kesabaran, dan pengabdian mereka kepada Allah. Hadits ini juga menjadi dalil bahwa keutamaan tidak diukur dari banyaknya harta atau kedudukan, melainkan dari ketakwaan dan amal saleh.
Rujukan Ulama & Dalil
Dalil Al-Qur'an tentang Maryam:
QS. Ali 'Imran [3]: 42
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ
Terjemahan: "Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata: 'Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan memilihmu melebihi seluruh wanita di alam semesta.'"
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 1109), dari jalur Waki' → Hisyam bin 'Urwah → ayahnya ('Urwah bin az-Zubair) → Abdullah bin Ja'far → Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه.
Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy'ari رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
كَمَلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ وَآسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ
Terjemahan: "Banyak dari kalangan lelaki yang mencapai kesempurnaan, dan tidak ada dari kalangan wanita yang mencapai kesempurnaan kecuali Maryam binti Imran dan Asiyah istri Fir'aun." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kaitan dengan ulama:
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Khadijah dan Maryam, dan bahwa penyebutan "wanita terbaik di zamannya" menunjukkan keutamaan yang bersifat khusus pada masa masing-masing.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang siapa yang lebih utama antara Khadijah dan Aisyah, namun yang jelas keduanya memiliki keutamaan besar.
- Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa Maryam adalah wanita yang dipilih Allah di atas seluruh wanita alam semesta pada zamannya.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Rasulullah ﷺ menyebut dua wanita sebagai yang terbaik di zaman mereka. Kata "خَيْرُ نِسَائِهَا" (sebaik-baik wanita di zamannya) menunjukkan keutamaan yang bersifat relatif pada masa itu, bukan berarti membatasi keutamaan hanya pada mereka berdua secara mutlak.
Keutamaan Khadijah binti Khuwailid رضي الله عنها:
- Beliau adalah wanita pertama yang beriman kepada Nabi ﷺ.
- Beliau mendukung dakwah Nabi ﷺ dengan harta dan jiwanya.
- Nabi ﷺ mencintainya dan menyebutnya sebagai salah satu dari empat wanita terbaik di dunia.
- Ibnu Hajar menyebutkan bahwa Khadijah memiliki keutamaan khusus karena beliau adalah orang pertama yang membenarkan risalah Nabi ﷺ.
Keutamaan Maryam binti Imran عليها السلام:
- Allah memilihnya dan menyucikannya (QS. Ali 'Imran: 42).
- Beliau adalah wanita yang menjaga kesuciannya dan dianugerahi anak tanpa ayah sebagai mukjizat.
- Beliau dikenal sebagai wanita yang sangat taat, sabar, dan tawakkal kepada Allah.
- Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Maryam adalah wanita paling utama di zamannya, bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa beliau adalah wanita paling utama secara mutlak.
Perbedaan pendapat di kalangan ulama:
- Sebagian ulama seperti Ibnu Hajar dan an-Nawawi menyebutkan bahwa Khadijah dan Maryam adalah dua wanita terbaik, namun keutamaan mereka berbeda konteks: Khadijah unggul dalam pengorbanan untuk dakwah, sedangkan Maryam unggul dalam kesucian dan ketakwaan.
- Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menyebutkan bahwa Khadijah adalah wanita terbaik dari umat ini, sedangkan Maryam adalah wanita terbaik dari umat sebelumnya.
- Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa keutamaan Khadijah sangat besar karena perannya dalam menegakkan Islam di masa awal.
Pelajaran penting:
- Keutamaan wanita tidak diukur dari kecantikan atau harta, tetapi dari iman, ketakwaan, dan pengabdian kepada Allah.
- Khadijah dan Maryam adalah teladan bagi wanita Muslimah dalam kesabaran, kesucian, dan ketaatan.
- Hadits ini juga menunjukkan bahwa Islam memuliakan wanita salehah dan menjadikan mereka contoh bagi generasi berikutnya.
Story Telling
Kisah Khadijah رضي الله عنها:
Ketika Nabi ﷺ pertama kali menerima wahyu di Gua Hira, beliau pulang dalam keadaan gemetar dan berkata, "Selimuti aku, selimuti aku!" Khadijah رضي الله عنها tidak hanya menyelimuti beliau, tetapi juga menenangkan dan membenarkan apa yang terjadi. Beliau berkata, "Demi Allah, Allah tidak akan pernah menghinakanmu. Engkau menyambung silaturahmi, membantu yang lemah, dan menegakkan kebenaran."
Khadijah mengorbankan seluruh hartanya untuk mendukung dakwah Nabi ﷺ. Ketika kaum Quraisy memboikot Bani Hasyim, beliau tetap setia mendampingi Nabi ﷺ dalam kesulitan. Nabi ﷺ sangat mencintainya dan setelah wafatnya, beliau sering menyebut kebaikan Khadijah.
Kisah Maryam عليها السلام:
Maryam adalah wanita yang tumbuh dalam asuhan Nabi Zakariya عليه السلام. Setiap kali Zakariya masuk ke mihrabnya, ia mendapati rezeki di sisinya. Zakariya bertanya, "Dari mana ini?" Maryam menjawab, "Ini dari Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan." (QS. Ali 'Imran: 37)
Ketika Maryam mengandung Isa عليه السلام, beliau menghadapi cobaan berat. Namun beliau tetap sabar dan tawakkal. Allah berfirman kepada Maryam, "Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu." (QS. Maryam: 25)
Hikmah:
Kisah Khadijah dan Maryam mengajarkan bahwa kesabaran, ketakwaan, dan pengabdian kepada Allah adalah kunci keutamaan. Mereka adalah teladan bagi semua wanita Muslimah dalam menghadapi ujian hidup.
Kesimpulan Praktis
- Teladani Khadijah dalam kesetiaan, pengorbanan, dan dukungan terhadap dakwah.
- Teladani Maryam dalam kesucian, ketakwaan, dan kesabaran menghadapi ujian.
- Jangan ukur keutamaan dari harta atau kedudukan, tetapi dari iman dan amal saleh.
- Didiklah wanita Muslimah untuk meneladani Khadijah dan Maryam dalam kehidupan sehari-hari.
- Hormati dan muliakan wanita salehah sebagai bagian dari ajaran Islam.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.