Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah pujian dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu terhadap dua khalifah sebelumnya, yaitu Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma. Beliau menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ wafat dalam keadaan yang paling mulia, kemudian Abu Bakar dan Umar melanjutkan kepemimpinan dengan berpegang teguh pada sunnah beliau. Ini menunjukkan keutamaan dua khalifah pertama dan menjadi dalil bahwa kepemimpinan mereka adalah benar dan sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, dari Abdullah bin Numair, dari Abdul Malik bin Sal', dari Abd Khair, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits yang disebutkan dalam pertanyaan tidak memuat ayat Al-Qur'an secara langsung. Namun, makna hadits ini sejalan dengan firman Allah Ta'ala tentang keutamaan para sahabat yang pertama-tama masuk Islam:
لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
"Sungguh, Allah telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat." (QS. Al-Fath [48]: 18)
Ayat ini menunjukkan keridhaan Allah kepada para sahabat yang berbaiat, dan Abu Bakar serta Umar adalah termasuk di antara mereka.
Hadits ini juga sejalan dengan hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
اقْتَدُوا بِاللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ
"Ikutilah dua orang setelahku: Abu Bakar dan Umar." (HR. At-Tirmidzi no. 3662, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa perkataan Ali bin Abi Thalib ini keluar dari kejujuran dan keadilannya. Beliau radhiyallahu 'anhu dikenal sangat tegas dalam kebenaran, dan beliau sendiri pernah berbeda pendapat dengan Abu Bakar tentang masalah kepemimpinan dan warisan, namun beliau tetap mengakui keutamaan dan kebenaran Abu Bakar.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa Ali radhiyallahu 'anhu adalah orang yang paling mengetahui kedudukan Abu Bakar dan Umar. Beliau pernah berkhutbah di Kufah dan menyebutkan keutamaan mereka, sebagaimana diriwayatkan dalam banyak atsar. Ini menunjukkan bahwa perselisihan politik yang terjadi antara Ali dan Mu'awiyah tidaklah mengurangi pengakuan Ali terhadap keutamaan Abu Bakar dan Umar.
Imam Adz-Dzahabi dalam kitab Siyar A'lam An-Nubala menyebutkan bahwa Ali radhiyallahu 'anhu berkata tentang Abu Bakar: "Beliau adalah orang yang paling utama setelah Nabi ﷺ." Ini menunjukkan keyakinan Ahlus Sunnah bahwa Abu Bakar adalah manusia terbaik setelah para Nabi, kemudian Umar.
Perkataan Ali "Allah mengambil Nabi-Nya dengan cara terbaik" menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ wafat dalam keadaan yang paling sempurna, setelah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, dan berjuang di jalan Allah hingga agama ini tegak. Kemudian Abu Bakar dan Umar melanjutkan perjuangan tersebut tanpa mengubah atau mengurangi sunnah beliau.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa keberhasilan Abu Bakar dan Umar dalam kepemimpinan adalah karena mereka berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, tidak berijtihad melampaui keduanya, dan selalu bermusyawarah dengan para sahabat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menjadi khalifah, beliau pernah berkhutbah dan menyebutkan keutamaan Abu Bakar dan Umar. Beliau berkata:
"Abu Bakar dan Umar adalah dua pemimpin yang lurus, mereka berdua telah berlalu dengan membawa kebaikan. Mereka tidak mengada-adakan perkara baru dalam agama, tidak berbuat zalim, dan tidak menyimpang dari sunnah Nabi mereka."
Kemudian beliau naik ke mimbar dan berkata: "Sebaik-baik manusia setelah Nabi ﷺ adalah Abu Bakar, kemudian Umar." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya secara ta'liq, dan oleh Imam Ahmad dalam Fadhail Ash-Shahabah)
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa perselisihan politik tidak menghalangi seorang mukmin untuk mengakui kebenaran dan keutamaan saudaranya. Ali radhiyallahu 'anhu adalah orang yang paling jujur dan paling bertakwa, dan pengakuannya ini menjadi hujjah bagi Ahlus Sunnah dalam menetapkan keutamaan Abu Bakar dan Umar.
Kesimpulan Praktis
- Mengakui keutamaan para sahabat adalah bagian dari iman dan akhlak mulia. Kita diperintahkan untuk mencintai mereka semua tanpa mencela salah seorang pun.
- Abu Bakar dan Umar adalah dua khalifah yang paling utama setelah Nabi ﷺ, dan kepemimpinan mereka adalah benar serta sesuai sunnah.
- Meneladani sikap Ali radhiyallahu 'anhu yang tetap adil dan jujur dalam menilai meskipun ada perbedaan pendapat dengannya.
- Berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah adalah kunci keberhasilan kepemimpinan dan kehidupan, sebagaimana dicontohkan oleh Abu Bakar dan Umar.
- Menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat tentang perselisihan para sahabat, karena mereka adalah orang-orang pilihan Allah dan kita diperintahkan untuk mendoakan mereka.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.