Penjelasan Hadits Ahmad No. 1033 tentang Dan dari Musnad Ali bin Abi Thalib

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan bahwa ketika ‘Ammar bin Yāsir رضي الله عنه datang meminta izin kepada Nabi ﷺ, beliau menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan berkata: “Izinkan dia. Selamat datang kepada orang yang baik lagi suci.” Ini menunjukkan keutamaan besar ‘Ammar sebagai sahabat yang mulia, serta mengajarkan kita untuk menghormati dan memuji orang-orang saleh dengan cara yang benar.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur’an yang relevan (tentang kebaikan dan kesucian hati):

QS. Asy-Syams [91]: 9-10

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا ﴿٩﴾ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan (jiwa)nya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”

Teks Hadits (dengan harakat lengkap sesuai mushaf):

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ هَانِئِ بْنِ هَانِئٍ، عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ عَمَّارٌ يَسْتَأْذِنُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: ائْذَنُوا لَهُ، مَرْحَبًا بِالطَّيِّبِ الْمُطَيَّبِ.

Terjemahan makna ringkas:

Dari ‘Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه, ia berkata: “’Ammar datang meminta izin masuk kepada Nabi ﷺ, maka beliau bersabda: ‘Izinkan dia. Selamat datang kepada orang baik lagi suci’.”

Riwayat dan keshahihan:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 1033), juga oleh Imam at-Tirmidzi (no. 3807), dan Ibnu Mājah (no. 146). Para ulama ahlu hadits seperti Syekh al-Albāni (dalam Silsilah ash-Shahīhah no. 680) menilai hadits ini shahih. Dalam sanadnya terdapat Sufyān ats-Tsauri (dari tabi’ut tabi’in) dan Abū Isḥāq as-Sabī’ī, keduanya tsiqah menurut ulama dalam daftar seperti Yahyā bin Ma’īn dan ‘Alī bin al-Madīnī.

Penjelasan dari ulama daftar:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (jilid 16, cet. Dar Ihya’) menjelaskan bahwa kata “الطَّيِّبُ” (yang baik) dan “الْمُطَيَّبُ” (yang disucikan) menunjukkan kesempurnaan iman dan amal seseorang. ‘Ammar رضي الله عنه termasuk sahabat yang mendapat pujian khusus dari Nabi ﷺ. Ibnu Hajar al-‘Asqalāni dalam Fath al-Bāri (7/98) ketika membahas hadits semakna menyebutkan bahwa ungkapan “مرحبًا” adalah bentuk ta’zhim (penghormatan) dan menunjukkan kecintaan Nabi kepada ‘Ammar.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa makna dan pelajaran penting:

  1. Keutamaan ‘Ammar bin Yāsir رضي الله عنه

‘Ammar adalah salah satu sahabat yang paling awal masuk Islam dan mendapat siksaan berat demi mempertahankan keimanannya. Pujian “الطيب المطيب” (orang baik lagi suci) adalah pengakuan langsung dari Nabi ﷺ bahwa beliau memiliki hati yang bersih, iman yang kuat, dan amal yang saleh. Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya meriwayatkan banyak hadits tentang keutamaan ‘Ammar, dan para ulama seperti Adz-Dzahabi dalam Siyar A’lām an-Nubalā’ menempatkan ‘Ammar pada derajat sahabat yang mulia.

  1. Bolehnya memuji seseorang yang saleh secara langsung

Ulama seperti Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jāmi’ al-‘Ulūm wa al-Hikam ketika menjelaskan hadits tentang larangan memuji secara berlebihan (HR. Bukhari) menegaskan bahwa pujian yang didasarkan pada kebenaran dan tidak menimbulkan fitnah (ujub atau takabur pada yang dipuji) hukumnya boleh. Pujian Nabi kepada ‘Ammar adalah contoh pujian yang benar, karena ‘Ammar dikenal teguh dan tawadhu’.

  1. Adab meminta izin (istī’dzān)

‘Ammar melakukan adab meminta izin sebelum masuk, dan Nabi mengajarkan untuk menyambut tamu dengan penuh kelembutan. Ini sesuai dengan tuntunan adab dalam hadits-hadits shahih, sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Bukhāri dalam al-Adab al-Mufrad.

  1. Makna “الطيب” dan “المطيب”

– ath-Thayyib berarti orang yang baik secara fitrah, iman, dan amalnya.

– al-Muthayyab berarti orang yang disucikan dari dosa dan kekufuran, atau yang telah dimurnikan jiwanya oleh Allah. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Madārij as-Sālikīn menjelaskan bahwa kesucian jiwa adalah hasil dari iman, taubat, dan istiqamah.

Story Telling

‘Ammar bin Yāsir رضي الله عنه dan kedua orang tuanya (Yāsir dan Sumayyah) adalah di antara keluarga yang pertama masuk Islam. Mereka disiksa oleh kaum Quraisy dengan kejam. Suatu hari, Nabi ﷺ melewati mereka dan bersabda: “Bersabarlah wahai keluarga Yāsir, sesungguhnya surga telah dijanjikan untuk kalian.” (HR. al-Hākim, shahih). Ibu ‘Ammar, Sumayyah, meninggal sebagai syahidah pertama dalam Islam. ‘Ammar sendiri tetap teguh dan banyak berjasa dalam peperangan dan dakwah. Pujian Nabi “الطيب المطيب” menjadi penghibur baginya setelah segala cobaan. Kisah ini mengajarkan bahwa kesabaran dan ketakwaan akan membawa pujian dari Allah dan Rasul-Nya, yang lebih berharga dari dunia.

Kesimpulan Praktis

  1. Teladani akhlak Nabi ﷺ dalam menyambut dan menghormati orang saleh dengan ucapan yang baik.
  2. Upayakan diri menjadi “طيب” (baik) dalam hati, lisan, dan perbuatan, serta “مطيب” (suci) dengan meninggalkan dosa dan maksiat.
  3. Jangan ragu memuji seseorang yang jelas-jelas baik dan tawadhu’, selama pujian itu tidak berlebihan dan tidak menimbulkan kesombongan.
  4. Perhatikan adab meminta izin dan menjawabnya dengan lembut.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?