Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 999 tentang Cara salam dalam shalat dengan isyarat tangan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang tata cara salam dalam shalat, yaitu cukup dengan mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, tanpa perlu mengangkat tangan atau melakukan gerakan berlebihan. Hadits ini menegaskan bahwa salam dalam shalat adalah bagian dari ibadah yang dilakukan dengan sederhana, sesuai tuntunan Nabi ﷺ, dan tidak perlu ditambah-tambah dengan gerakan yang tidak dicontohkan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Tentang Salam, nomor 999. Dalam riwayat lain yang lebih lengkap, disebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

Teks Arab (potongan hadits yang relevan):

> أَمَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ أَنْ يَضَعَ يَدَهُ عَلَى فَخِذِهِ ثُمَّ يُسَلِّمُ عَلَى أَخِيهِ مَنْ عَنْ يَمِينِهِ وَمَنْ عَنْ شِمَالِهِ

Terjemahan: "Apakah tidak cukup bagi salah seorang dari kalian untuk meletakkan tangannya di atas pahanya, kemudian mengucapkan salam kepada saudaranya yang di sebelah kanan dan yang di sebelah kirinya?"

Hadits ini juga memiliki penguat dalam Shahih Muslim dari sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> مَا لِي أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ؟ اسْكُنُوا فِي الصَّلَاةِ

Terjemahan: "Mengapa aku melihat kalian mengangkat tangan kalian seolah-olah itu ekor kuda yang sedang berlari? Tenanglah dalam shalat." (HR. Muslim no. 430)

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan larangan mengangkat tangan saat salam, karena hal itu menyelisihi kekhusyukan dan ketenangan dalam shalat.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa salam dalam shalat adalah rukun yang dilakukan dengan menoleh ke kanan dan ke kiri, sambil mengucapkan "Assalamu'alaikum warahmatullah" di kedua sisi. Adapun tata cara ini telah tetap dari perbuatan Nabi ﷺ dan para sahabat.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'aad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ ketika salam, beliau menoleh ke kanan hingga terlihat pipinya yang putih, dan menoleh ke kiri hingga terlihat pipinya yang putih juga. Ini menunjukkan bahwa salam dilakukan dengan gerakan kepala, bukan dengan mengangkat tangan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Arba'in menjelaskan bahwa hadits ini adalah bantahan terhadap orang-orang yang mengangkat tangan ketika salam, karena hal itu tidak pernah dicontohkan oleh Nabi ﷺ. Beliau menegaskan bahwa ibadah harus sesuai tuntunan, dan menambah gerakan yang tidak ada dalam syariat adalah bentuk ghuluw (berlebihan) yang dilarang.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa juga menegaskan bahwa mengangkat tangan saat salam dalam shalat adalah perbuatan yang tidak ada asalnya dari sunnah, dan yang benar adalah cukup menoleh ke kanan dan ke kiri sambil meletakkan tangan di atas paha.

Adapun makna "meletakkan tangan di atas paha" dalam hadits ini adalah isyarat bahwa tangan tidak perlu diangkat, melainkan tetap dalam posisi semula (di atas paha) sebagaimana dalam shalat. Ini menunjukkan kesederhanaan dan ketenangan dalam beribadah.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

> "Aku pernah shalat bersama Rasulullah ﷺ, lalu kami mengucapkan salam dengan tangan kami (sambil memberi isyarat). Maka Rasulullah ﷺ bersabda: 'Mengapa kalian memberi isyarat dengan tangan kalian seperti ekor kuda yang sedang berlari? Cukuplah salah seorang dari kalian meletakkan tangannya di atas pahanya, kemudian mengucapkan salam kepada saudaranya yang di sebelah kanan dan kirinya.'" (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat memperhatikan kesempurnaan shalat, termasuk dalam hal salam. Beliau mengajarkan umatnya untuk tidak meniru kebiasaan orang-orang yang tidak sesuai dengan tuntunan, dan selalu menekankan ketenangan serta kesederhanaan dalam beribadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Salam dalam shalat dilakukan dengan menoleh ke kanan dan ke kiri, sambil mengucapkan lafazh salam.
  2. Tangan tidak diangkat saat salam; cukup tetap di atas paha sebagaimana posisi dalam shalat.
  3. Hindari berlebihan dalam ibadah, karena Islam mengajarkan kesederhanaan dan kepatuhan penuh pada tuntunan Nabi ﷺ.
  4. Jaga kekhusyukan dalam shalat, karena shalat adalah tiang agama dan momen terdekat seorang hamba dengan Rabbnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.