Bab Kebencian Terhadap Bisikan dan Pikiran Dalam Shalat
Hasan oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو، حَدَّثَنَا هِشَامٌ، - يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ - عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ " مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لاَ يَسْهُو فِيهِمَا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " .
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Amr, telah menceritakan kepada kami Hisham, dari Zaid bin Aslam, dari Atha bin Yasaar, dari Zaid bin Khalid al-Juhani, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua raka'at tanpa melupakan apapun di dalamnya, akan diampuni semua dosa-dosanya yang telah lalu."