Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 900 tentang Sujud dengan menjauhkan lengan dari sisi tubuh

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan tata cara sujud Nabi ﷺ yang agung. Beliau menjauhkan kedua lengannya dari sisi tubuh (tidak merapatkan), sehingga para sahabat merasa kasihan melihat beliau bersungguh-sungguh dalam sujud. Ini menunjukkan bahwa sujud yang sempurna adalah dengan merenggangkan lengan dari lambung, tidak seperti orang yang merapatkannya. Para ulama menjelaskan bahwa perbuatan ini adalah sunnah yang dianjurkan, terutama bagi laki-laki, agar sujud lebih sempurna dan khusyuk.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Hajj [22]: 77

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."

Hadits terkait:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 900), dari sahabat Ahmar bin Jaz' radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan lainnya. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Abi Dawud.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Abu Dawud memasukkannya dalam Bab Sifat Sujud untuk menjelaskan sifat sujud Nabi ﷺ.
  • Imam al-Bukhari meriwayatkan hadits serupa dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Bersederhanalah dalam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian membentangkan kedua lengannya seperti bentangan anjing." (HR. Bukhari no. 822, Muslim no. 493).
  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud "jafaa" (menjauhkan) adalah merenggangkan lengan dari lambung, dan ini adalah sunnah yang dianjurkan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Sifat Sujud Nabi ﷺ: Beliau menjauhkan kedua lengannya dari sisi tubuhnya. Ini adalah sifat sujud yang sempurna. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menganjurkan hal ini, sebagaimana disebutkan dalam kitab-kitab fiqih mereka.
  2. Makna "حَتَّى نَأْوِيَ لَهُ" (sehingga kami merasa kasihan): Para sahabat merasa iba melihat beliau bersungguh-sungguh dalam sujud, karena beliau merenggangkan lengannya begitu jauh dari lambungnya. Ini menunjukkan betapa khusyuk dan totalnya Nabi ﷺ dalam beribadah.
  3. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan: Para ulama menjelaskan bahwa yang dianjurkan merenggangkan lengan adalah laki-laki. Adapun perempuan, mereka dianjurkan merapatkan anggota badannya karena lebih menutup aurat. Ini disebutkan oleh Imam an-Nawawi dalam al-Majmu' dan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarh al-Mumti'.
  4. Larangan membentang seperti anjing: Dalam hadits Anas bin Malik, Nabi ﷺ melarang seseorang membentangkan kedua lengannya di lantai seperti anjing. Maksudnya adalah tidak menempelkan lengan ke lantai secara lemas, tetapi mengangkatnya dan merenggangkannya dari lambung.
  5. Hikmahnya: Sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya. Dengan merenggangkan lengan, sujud menjadi lebih sempurna, anggota badan lebih banyak yang beribadah, dan ini menunjukkan kesungguhan dalam beribadah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal sangat memperhatikan sifat sujud Nabi ﷺ. Beliau berkata: "Aku tidak menulis hadits tentang sifat sujud Nabi ﷺ kecuali aku amalkan." Maka ketika sujud, beliau menjauhkan kedua lengannya dari lambungnya, sebagaimana yang dicontohkan Nabi ﷺ dalam hadits Ahmar bin Jaz' ini.

Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat bersungguh-sungguh dalam meneladani Nabi ﷺ, bahkan dalam detail-detail kecil ibadah sekalipun. Mereka tidak menganggap remeh satu pun sunnah, karena cinta mereka kepada Rasulullah ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Saat sujud, renggangkan kedua lengan dari lambung (bagi laki-laki), jangan merapatkannya seperti orang yang menyembunyikan sesuatu.
  2. Jangan membentangkan lengan ke lantai seperti anjing, tetapi angkat siku dan jauhkan dari lambung.
  3. Bagi perempuan, dianjurkan merapatkan anggota badan karena lebih menutup aurat.
  4. Sujudlah dengan sungguh-sungguh dan khusyuk, karena saat sujud kita berada di posisi paling dekat dengan Allah.
  5. Teladani Nabi ﷺ dalam setiap detail ibadah, karena kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti sunnah beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi