Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 897 tentang Larangan menghamparkan lengan saat sujud seperti anjing

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah petunjuk langsung dari Nabi ﷺ tentang tata cara sujud yang benar. Beliau memerintahkan kita untuk bersikap pertengahan (i'tidal) dalam sujud, dan melarang kita meletakkan lengan (dari siku sampai telapak tangan) rata menempel di lantai seperti cara anjing menjulurkan kedua kaki depannya. Ini adalah bagian dari kesempurnaan shalat dan penghambaan diri kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Abu Dawud:

Teks Arab hadits (sesuai yang Anda berikan) adalah:

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ " اعْتَدِلُوا فِي السُّجُودِ وَلاَ يَفْتَرِشْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ افْتِرَاشَ الْكَلْبِ "

Makna ringkas: "Bersikap pertengahanlah kalian dalam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian menghamparkan kedua lengannya (di lantai) seperti cara anjing menghamparkan (kaki depannya)."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahih mereka, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Ini menunjukkan keshahihan hadits ini disepakati oleh para ulama hadits.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Perintah untuk khusyuk dan tunduk dalam shalat, termasuk sujud, disebutkan dalam firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, serta berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj [22]: 77)

Ayat ini memerintahkan sujud secara mutlak, dan hadits di atas menjelaskan tata cara sujud yang sesuai dengan tuntunan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua hal penting:

1. Perintah untuk I'tidal (Bersikap Pertengahan) dalam Sujud

Yang dimaksud dengan i'tidal di sini adalah tidak berlebih-lebihan dan tidak pula meremehkan. Dalam sujud, seorang muslim diperintahkan untuk menegakkan punggungnya, tidak membungkuk terlalu rendah hingga menyerupai hewan, dan tidak pula mengangkatnya terlalu tinggi. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zaad al-Ma'aad menjelaskan bahwa sujud yang sempurna adalah dengan meletakkan dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung-ujung jari kaki di lantai, serta menjauhkan siku dari lambung dan mengangkat perut dari paha. Ini adalah bentuk sujud yang paling sempurna dan paling dekat dengan ketundukan.

2. Larangan Menghamparkan Lengan seperti Anjing

Nabi ﷺ melarang seorang muslim meletakkan kedua lengannya (dari siku hingga pergelangan tangan) rata menempel di lantai saat sujud. Ini adalah perbuatan yang menyerupai anjing yang menghamparkan kedua kaki depannya. Larangan ini mengandung hikmah yang dalam:

  • Menghindari tasyabbuh (menyerupai) hewan: Islam mengajarkan agar seorang muslim tidak menyerupai hewan dalam gerakan dan perilaku, karena hal itu bertentangan dengan martabat manusia yang dimuliakan Allah.
  • Menjaga kesempurnaan sujud: Ketika lengan menempel rata di lantai, maka posisi sujud menjadi tidak sempurna dan terkesan malas. Sebaliknya, ketika siku diangkat dan telapak tangan bertumpu dengan kuat, sujud menjadi lebih kokoh dan penuh penghambaan.
  • Menghindari kemiripan dengan cara duduknya setan: Sebagian ulama, seperti Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, meriwayatkan bahwa menghamparkan lengan seperti ini juga menyerupai cara duduknya setan.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari menjelaskan bahwa larangan ini bersifat tahrim (haram) menurut sebagian ulama, namun sebagian lainnya memandangnya sebagai larangan yang bersifat karahah (makruh) jika dilakukan tanpa sengaja. Namun yang terbaik adalah menjauhi sepenuhnya, karena Nabi ﷺ memerintahkan untuk i'tidal (bersikap pertengahan) dan melarang perbuatan tersebut secara tegas.

Cara Sujud yang Dianjurkan:

Para ulama menjelaskan bahwa cara sujud yang sesuai sunnah adalah:

  • Meletakkan dahi dan hidung di lantai.
  • Meletakkan kedua telapak tangan sejajar dengan bahu atau telinga, dengan jari-jari rapat dan menghadap kiblat.
  • Mengangkat siku dari lantai dan menjauhkannya dari lambung.
  • Menegakkan punggung dan tidak membungkuk.
  • Meletakkan ujung-ujung jari kaki di lantai dan menghadapkannya ke kiblat.

Ini adalah pemahaman yang diambil dari hadits-hadits shahih lainnya, seperti hadits dari sahabat Abu Humaid as-Sa'idi yang menggambarkan cara sujud Nabi ﷺ secara rinci.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Bersikap pertengahanlah kalian dalam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian menghamparkan kedua lengannya seperti cara anjing menghamparkan (kaki depannya).'"

Para ulama menyebutkan bahwa larangan ini sangat tegas karena sujud adalah momen paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya. Dalam hadits lain, Nabi ﷺ bersabda: "Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa di dalamnya." (HR. Muslim)

Jika sujud adalah momen kedekatan, maka sudah sepantasnya seorang hamba melakukannya dengan sebaik-baik bentuk, penuh ketundukan, dan tidak menyerupai hewan. Ini adalah wujud adab seorang hamba di hadapan Tuhannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Saat sujud, angkatlah kedua siku dari lantai dan jangan biarkan lengan menempel rata seperti anjing.
  2. Letakkan kedua telapak tangan dengan kokoh sejajar dengan bahu atau telinga, jari-jari rapat menghadap kiblat.
  3. Jaga punggung tetap lurus dan tidak membungkuk berlebihan.
  4. Niatkan sujud sebagai bentuk penghambaan yang paling dalam kepada Allah, bukan sekadar gerakan fisik.
  5. Perbanyak doa dalam sujud, karena saat itulah hamba paling dekat dengan Rabbnya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.