Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa ketika seorang hamba sujud, ada tujuh anggota tubuh yang harus ikut sujud, yaitu: wajah (termasuk dahi dan hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki. Ini adalah tuntunan Nabi ﷺ tentang kesempurnaan gerakan sujud dalam shalat. Para ulama menjadikan hadits ini sebagai dasar bahwa sujud tidak sah jika salah satu dari tujuh anggota ini tidak menyentuh tempat sujud, kecuali ada uzur syar'i.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Abu Dawud:
Teks hadits yang Anda berikan sudah benar dan lengkap dengan sanadnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 491) dari jalur yang sama, sehingga derajatnya shahih menurut para ulama hadits.
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, serta berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung."
(QS. Al-Hajj [22]: 77)
Ayat ini memerintahkan sujud secara mutlak, dan hadits di atas menjelaskan tata cara serta anggota tubuh yang harus digunakan dalam sujud tersebut.
Penjelasan Ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (4/208) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan wajibnya tujuh anggota sujud menyentuh tempat sujud. Beliau menukil ijma' (kesepakatan) ulama bahwa sujud tidak sah kecuali dengan meletakkan tujuh anggota ini.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (2/298) membawakan hadits ini dan menjelaskan bahwa yang dimaksud "wajah" dalam hadits adalah dahi dan hidung, berdasarkan hadits lain yang menyebutkan keduanya secara terpisah.
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin (3/98) menegaskan bahwa hadits ini adalah dalil wajibnya anggota-anggota sujud ini menyentuh lantai, dan jika seseorang sujud tanpa salah satunya karena lalai, maka sujudnya tidak sempurna.
Penjelasan Rinci
Hadits ini datang dari sahabat mulia Al-Abbas bin Abdul Muththalib radhiyallahu 'anhu, paman Rasulullah ﷺ. Beliau menyampaikan sabda Nabi ﷺ yang menjelaskan anggota tubuh yang ikut sujud.
Makna "tujuh anggota" (آراب) dalam hadits:
Kata aarab (آراب) adalah bentuk jamak dari irb (إِرْب), yang berarti anggota tubuh. Tujuh anggota yang dimaksud adalah:
- Wajah – mencakup dahi dan hidung. Sebagian ulama menghitung dahi dan hidung sebagai dua anggota, sehingga total menjadi delapan. Namun dalam hadits ini, keduanya disebut "wajah" sehingga dihitung satu.
- Dua telapak tangan – kanan dan kiri.
- Dua lutut – kanan dan kiri.
- Dua kaki – yaitu ujung-ujung jari kaki.
Jadi totalnya: 1 (wajah) + 2 (tangan) + 2 (lutut) + 2 (kaki) = 7 anggota.
Bagaimana para ulama memahami dan menerapkannya:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa sujud tidak sah kecuali dengan meletakkan ketujuh anggota ini. Jika seseorang sengaja meninggalkan salah satunya tanpa uzur, maka sujudnya batal.
- Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa yang wajib adalah dahi, dan anggota lainnya adalah sunnah. Namun pendapat yang kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa semuanya wajib, berdasarkan zhahir hadits ini.
- Imam Malik berpendapat bahwa laki-laki disunnahkan merenggangkan kedua tangannya dari lambung, dan meletakkan hidung serta dahi dengan kokoh.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Fatawa (22/12) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan pentingnya thuma'ninah (ketenangan) dalam sujud, karena sujud bukan sekadar gerakan, tetapi ibadah yang melibatkan seluruh anggota tubuh dalam keadaan khusyuk.
Pelajaran penting dari hadits ini:
- Sujud adalah ibadah fisik yang melibatkan seluruh anggota tubuh bagian bawah.
- Posisi sujud mengajarkan kerendahan hati di hadapan Allah – anggota yang paling mulia (wajah) ditempatkan di tempat yang paling rendah.
- Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa sujud harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan asal menyentuh.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat memperhatikan kesempurnaan sujudnya. Beliau berkata: "Aku tidak pernah sujud kecuali aku meletakkan dahiku, kedua tanganku, kedua lututku, dan kedua kakiku dengan kokoh di atas tanah." Beliau juga pernah ditanya tentang seseorang yang sujud hanya dengan dahinya tanpa meletakkan hidungnya, maka beliau menjawab: "Sujudnya tidak sempurna, karena Nabi ﷺ memerintahkan sujud dengan tujuh anggota."
Kisah ini menunjukkan betapa para ulama salaf sangat berhati-hati dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, bahkan dalam detail gerakan shalat sekalipun. Mereka tidak menganggap remeh hal-hal kecil dalam ibadah, karena mereka paham bahwa kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti tuntunan Nabi ﷺ secara menyeluruh.
Kesimpulan Praktis
- Pastikan tujuh anggota sujud menyentuh tempat sujud: dahi dan hidung, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung jari kaki.
- Sujudlah dengan thuma'ninah – jangan terburu-buru, berikan waktu bagi seluruh anggota untuk menempel dengan tenang.
- Jika ada uzur (misalnya sakit atau luka), maka anggota yang tidak bisa menyentuh tempat sujud dimaafkan, karena Allah tidak membebani hamba di luar kemampuannya.
- Jadikan sujud sebagai momen terdekat dengan Allah – perbanyak doa dalam sujud, karena Nabi ﷺ bersabda: "Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.