Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 883 tentang Tasbih saat membaca ayat sajdah dalam shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ ketika membaca surat Al-A'la (yang diawali dengan "Sabbihisma rabbikal a'la"), beliau mengucapkan "Subhana rabbiyal a'la" (Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi). Namun, perlu diketahui bahwa para ulama hadits berbeda pendapat mengenai status hadits ini—apakah benar-benar berasal dari Nabi ﷺ (marfu') atau hanya perkataan Ibnu Abbas (mauquf). Mayoritas ulama menyatakan bahwa yang shahih adalah riwayat mauquf, yaitu perkataan Ibnu Abbas sendiri, bukan sabda Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits riwayat Abu Dawud no. 883 dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma:

> "كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا قَرَأَ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} قَالَ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى"

> "Nabi ﷺ apabila membaca 'Sabbihisma rabbikal a'la', beliau mengucapkan: 'Subhana rabbiyal a'la' (Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi)."

Catatan penting dari Imam Abu Dawud dalam riwayat ini: beliau menyatakan bahwa Waki' (salah satu perawi) menyelisihi riwayat lain. Riwayat yang lebih kuat adalah dari Abu Waki' dan Syu'bah dari Abu Ishaq, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas—sebagai perkataan Ibnu Abbas (mauquf), bukan sabda Nabi ﷺ.

Dalil Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al-A'la [87]: 1:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

Kaitan dengan ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa riwayat yang shahih dalam masalah ini adalah riwayat mauquf dari Ibnu Abbas. Adapun riwayat marfu' (sampai kepada Nabi ﷺ) dianggap lemah karena adanya perselisihan pada perawi.

Penjelasan Rinci

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mengucapkan "Subhana rabbiyal a'la" ketika membaca surat Al-A'la dalam shalat:

  1. Pendapat pertama (riwayat marfu'): Sebagian ulama berpendapat bahwa mengucapkan "Subhana rabbiyal a'la" setelah membaca ayat "Sabbihisma rabbikal a'la" adalah sunnah karena dianggap sabda Nabi ﷺ. Pendapat ini diriwayatkan oleh Waki' dari Isra'il dari Abu Ishaq dari Muslim al-Bathin dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas.
  2. Pendapat kedua (riwayat mauquf): Mayoritas ulama hadits, termasuk Imam Abu Dawud, Imam ad-Darimi, dan para kritikus hadits seperti Yahya bin Ma'in dan Ali bin al-Madini, menyatakan bahwa riwayat yang shahih adalah mauquf—yaitu perkataan Ibnu Abbas sendiri, bukan sabda Nabi ﷺ. Oleh karena itu, hukumnya tidak sampai derajat sunnah yang dianjurkan dari Nabi.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perselisihan ini terjadi karena Abu Ishaq (perawi) kadang meriwayatkan secara marfu' dan kadang mauquf. Namun yang lebih hati-hati adalah menjadikannya mauquf karena itu yang lebih terjaga.

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Irwa' al-Ghalil juga menilai bahwa riwayat marfu' ini lemah, dan yang benar adalah mauquf dari Ibnu Abbas.

Meskipun demikian, para ulama tetap membolehkan seseorang mengucapkan "Subhana rabbiyal a'la" ketika membaca ayat tersebut, karena ini adalah dzikir yang baik dan maknanya sesuai dengan perintah Al-Qur'an untuk mensucikan nama Allah. Namun, tidak boleh meyakini bahwa ini adalah sunnah yang pasti dari Nabi ﷺ berdasarkan hadits ini saja.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'id bin Jubair—salah satu tabi'in yang sangat alim, murid dari Ibnu Abbas—sangat memperhatikan adab-adab dalam shalat. Beliau dikenal sebagai ulama yang sangat teliti dalam meriwayatkan hadits dan tidak mudah menambah-nambahkan perkataan Nabi ﷺ. Karena kehati-hatiannya inilah, para ulama hadits mempercayai riwayatnya. Ketika ada perselisihan apakah suatu ucapan itu dari Nabi ﷺ atau dari sahabat, para ulama seperti Imam Abu Dawud dan Syu'bah sangat berhati-hati untuk tidak memastikan sesuatu sebagai sunnah Nabi ﷺ kecuali dengan riwayat yang benar-benar shahih. Ini mengajarkan kita bahwa dalam beragama, kita harus teliti dan tidak mudah memastikan suatu amalan sebagai sunnah tanpa dalil yang kuat.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengucapkan "Subhana rabbiyal a'la" ketika membaca atau mendengar ayat "Sabbihisma rabbikal a'la" adalah dzikir yang baik dan dibolehkan.
  2. Namun, berdasarkan penelitian para ulama hadits, riwayat yang shahih adalah perkataan Ibnu Abbas (mauquf), bukan sabda Nabi ﷺ (marfu').
  3. Kita tidak boleh meyakini bahwa amalan ini adalah sunnah yang pasti dari Nabi ﷺ berdasarkan hadits ini saja, karena statusnya lemah sebagai sabda Nabi.
  4. Yang terpenting adalah kita tetap membaca Al-Qur'an dengan tartil dan merenungkan maknanya, serta memperbanyak dzikir yang shahih dari Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.