Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sering membaca doa "Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, Allahummaghfirli" (Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan pujian kepada-Mu, ya Allah, ampunilah aku) ketika ruku dan sujud. Doa ini merupakan pengamalan dari perintah Al-Qur'an untuk bertasbih dan memohon ampunan. Hadits ini mengajarkan kita untuk menggabungkan pujian dan permohonan ampun dalam ibadah, khususnya di saat-saat terdekat dengan Allah seperti ruku dan sujud.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. An-Nashr [110]: 3
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
Terjemahan: "Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat."
Hadits terkait:
Hadits riwayat Abu Dawud no. 877 dari Aisyah radhiyallahu 'anha, sebagaimana disebutkan di atas. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 484) dan Imam al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad (no. 696), dengan lafaz yang serupa.
Kaitan dengan ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarh Shahih Muslim (4/204) menjelaskan bahwa makna "يَتَأَوَّلُ الْقُرْآنَ" (menafsirkan Al-Qur'an) adalah bahwa Rasulullah ﷺ mengamalkan firman Allah dalam QS. An-Nashr ayat 3, yaitu menggabungkan antara tasbih (pujian) dan istighfar (permohonan ampun). Beliau ﷺ memulai dengan tasbih lalu diikuti dengan permohonan ampun.
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fath al-Bari (2/313) juga menegaskan bahwa doa ini adalah bentuk pengamalan langsung dari perintah Al-Qur'an, dan ini menunjukkan betapa Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan untuk mengamalkan setiap perintah Allah dalam ibadahnya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa faedah penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Makna Doa yang Dibaca Rasulullah ﷺ
Doa "سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي" memiliki makna yang dalam:
- "Subhanaka" (Maha Suci Engkau): Menyucikan Allah dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi-Nya.
- "Allahumma rabbana" (Ya Allah, Tuhan kami): Pengakuan bahwa Allah adalah Rabb (Tuhan) yang mengatur dan memelihara kita.
- "Wa bihamdika" (Dan dengan pujian kepada-Mu): Memuji Allah atas segala nikmat dan keagungan-Nya.
- "Allahummaghfirli" (Ya Allah, ampunilah aku): Permohonan ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
2. Hubungan dengan Al-Qur'an
Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya (8/467) menjelaskan bahwa QS. An-Nashr ayat 3 memerintahkan dua hal: tasbih (dengan memuji) dan istighfar. Rasulullah ﷺ mengamalkan perintah ini dalam ruku dan sujudnya, yang merupakan posisi ibadah yang paling dekat dengan Allah. Ini menunjukkan bahwa beliau ﷺ tidak hanya membaca Al-Qur'an, tetapi juga mengamalkannya dalam setiap gerakan shalat.
3. Keutamaan Menggabungkan Tasbih dan Istighfar
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' al-Fatawa (22/269) menjelaskan bahwa menggabungkan tasbih (pensucian) dan istighfar (permohonan ampun) adalah bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki kekurangan dan dosa, sementara Allah Maha Suci dari segala kekurangan. Ini adalah adab yang tinggi dalam beribadah.
4. Posisi Ruku dan Sujud sebagai Waktu Mustajab
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad (1/215) menyebutkan bahwa ruku dan sujud adalah saat-saat di mana seorang hamba paling dekat dengan Tuhannya. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ memperbanyak doa dan permohonan ampun di kedua posisi ini. Beliau mengajarkan kita untuk tidak menyia-nyiakan momen berharga ini.
5. Pelajaran tentang Istiqamah dalam Ibadah
Aisyah radhiyallahu 'anha mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ "sering" (يُكْثِرُ) mengucapkan doa ini. Ini menunjukkan bahwa beliau ﷺ konsisten dan istiqamah dalam amalan ini, bukan hanya sesekali. Ini menjadi teladan bagi kita untuk membiasakan diri dengan doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ.
Story Telling
Diriwayatkan dari Masruq bin al-Ajda' (seorang tabi'in terkemuka) bahwa ia berkata: "Aku bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha tentang amalan yang paling sering dilakukan Rasulullah ﷺ. Maka ia menjawab: 'Beliau sering mengucapkan di ruku dan sujudnya: Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, Allahummaghfirli.'" (HR. Muslim)
Kisah ini menunjukkan betapa besarnya perhatian para sahabat dan tabi'in untuk meneladani setiap amalan Rasulullah ﷺ. Masruq, yang dikenal sebagai murid setia Aisyah, tidak segan bertanya langsung kepada ibunda kaum mukminin untuk mengetahui detail ibadah Nabi ﷺ. Dari sini kita belajar bahwa menuntut ilmu tentang sunnah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dari sumber yang terpercaya.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan doa ini dalam ruku dan sujud: Bacalah "Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, Allahummaghfirli" sebagai bentuk pengamalan Al-Qur'an dan sunnah Nabi ﷺ.
- Perbanyak doa dan istighfar di ruku dan sujud: Manfaatkan momen terdekat dengan Allah ini untuk memohon ampunan dan kebaikan.
- Gabungkan pujian dan permohonan ampun: Jangan hanya bertasbih, tetapi juga iringi dengan istighfar, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
- Istiqamah dalam amalan: Lakukan doa ini secara rutin, bukan hanya sesekali, agar menjadi kebiasaan yang memberatkan timbangan kebaikan.
- Amalkan Al-Qur'an dalam ibadah: Jadikan setiap gerakan shalat sebagai bentuk pengamalan ayat-ayat Allah, bukan sekadar rutinitas.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.