Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 871 tentang Bacaan rukuk dan sujud serta doa saat ayat rahmat dan azab

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ ketika rukuk membaca "Subhaana Rabbiyal-'Azhim" dan ketika sujud membaca "Subhaana Rabbiyal-A'laa". Selain itu, Nabi ﷺ juga mengajarkan adab membaca Al-Qur'an dalam shalat: berhenti dan berdoa saat melewati ayat rahmat, serta berhenti dan berlindung kepada Allah saat melewati ayat azab. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-A'laa [87]: 1

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."

QS. Al-Waqi'ah [56]: 74

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

"Maka sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Agung."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Apa yang Diucapkan dalam Rukuk dan Sujud, dari sahabat Hudzaifah bin al-Yaman رضي الله عنه. Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dari Hudzaifah, dan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil disyariatkannya membaca tasbih "Subhaana Rabbiyal-'Azhim" saat rukuk dan "Subhaana Rabbiyal-A'laa" saat sujud.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang disyariatkannya tasbih rukuk dan sujud, meskipun berbeda pendapat tentang status hukumnya (wajib atau sunnah).
  • Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa tasbih rukuk dan sujud hukumnya wajib, berdasarkan zhahir perintah dalam hadits.
  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa tasbih rukuk dan sujud hukumnya sunnah, bukan wajib, karena ada dalil lain yang menunjukkan bolehnya membaca selain tasbih.

Penjelasan Rinci

1. Bacaan Rukuk dan Sujud

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca:

  • Saat rukuk: "سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ" (Subhaana Rabbiyal-'Azhim) — "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung."
  • Saat sujud: "سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى" (Subhaana Rabbiyal-A'laa) — "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi."

Imam an-Nawawi menjelaskan dalam Al-Majmu' bahwa hikmah pemilihan nama "Al-'Azhim" (Maha Agung) saat rukuk dan "Al-A'laa" (Maha Tinggi) saat sujud adalah karena rukuk adalah posisi merendahkan diri di hadapan Allah, sehingga menyebut keagungan Allah; sedangkan sujud adalah posisi paling rendah bagi manusia, sehingga menyebut ketinggian Allah di atas segala sesuatu.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'aad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca tasbih tiga kali, terkadang lebih, dan terkadang menambahkan doa-doa lain seperti "Subbuuhun Qudduusun Rabbul-Malaa'ikati war-Ruuh".

2. Berhenti pada Ayat Rahmat dan Azab

Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ ketika membaca Al-Qur'an dalam shalat dan melewati ayat tentang rahmat, beliau berhenti dan berdoa memohon rahmat. Ketika melewati ayat tentang azab, beliau berhenti dan berlindung kepada Allah dari azab.

Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menyebutkan bahwa ini adalah adab membaca Al-Qur'an yang dicontohkan Nabi ﷺ, yaitu tadabbur (merenungkan) makna ayat dan meresponsnya dengan doa.

Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'aad menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an bukan sekadar melafalkan, tetapi harus disertai penghayatan dan interaksi hati terhadap maknanya.

3. Perbedaan Pendapat Ulama

  • Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah berpendapat tasbih rukuk dan sujud wajib dibaca, berdasarkan perintah dalam hadits.
  • Imam asy-Syafi'i, Imam Abu Hanifah, dan Imam Malik berpendapat sunnah, karena ada hadits lain yang menunjukkan Nabi ﷺ membaca selain tasbih, seperti hadits tentang "Subbuuhun Qudduusun".
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menguatkan pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa tasbih rukuk dan sujud adalah sunnah, bukan wajib, karena jika wajib, Nabi ﷺ tidak akan mengajarkan bacaan lain.

Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur ulama (sunnah), karena adanya dalil-dalil lain yang menunjukkan bolehnya membaca bacaan selain tasbih dalam rukuk dan sujud.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Hudzaifah bin al-Yaman رضي الله عنه, sahabat yang dipercaya Nabi ﷺ untuk menyimpan rahasia tentang fitnah-fitnah akhir zaman, suatu hari shalat di belakang Nabi ﷺ. Ia memperhatikan dengan seksama bacaan dan gerakan Nabi ﷺ. Ketika Nabi ﷺ rukuk, beliau membaca "Subhaana Rabbiyal-'Azhim" dengan penuh kekhusyukan. Ketika sujud, beliau membaca "Subhaana Rabbiyal-A'laa" dengan penuh ketundukan.

Yang paling mengesankan Hudzaifah adalah ketika Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an dan melewati ayat tentang rahmat, beliau berhenti sejenak dan berdoa memohon rahmat Allah. Ketika melewati ayat tentang azab, beliau berhenti dan berlindung kepada Allah dari siksa-Nya. Hudzaifah kemudian menyampaikan apa yang ia saksikan ini kepada kaum muslimin agar mereka meneladani Nabi ﷺ.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat menghayati Al-Qur'an, sehingga setiap ayat yang dibaca benar-benar meresap ke dalam hati beliau.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah tasbih rukuk "Subhaana Rabbiyal-'Azhim" minimal tiga kali saat rukuk.
  2. Bacalah tasbih sujud "Subhaana Rabbiyal-A'laa" minimal tiga kali saat sujud.
  3. Hayati bacaan Al-Qur'an dalam shalat: berhentilah sejenak dan berdoalah saat melewati ayat rahmat, serta berlindunglah kepada Allah saat melewati ayat azab.
  4. Ikutilah pendapat jumhur ulama bahwa tasbih rukuk dan sujud hukumnya sunnah, sehingga tidak perlu merasa berdosa jika lupa atau tidak membacanya.
  5. Perbanyaklah tadabbur Al-Qur'an, karena Nabi ﷺ tidak hanya membaca, tetapi juga merespons makna ayat dengan doa dan perlindungan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?