Bab Meletakkan Tangan di Atas Lutut
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ، - قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَاسْمُهُ وَقْدَانُ - عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ صَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ أَبِي فَجَعَلْتُ يَدَىَّ بَيْنَ رُكْبَتَىَّ فَنَهَانِي عَنْ ذَلِكَ، فَعُدْتُ فَقَالَ لاَ تَصْنَعْ هَذَا فَإِنَّا كُنَّا نَفْعَلُهُ فَنُهِينَا عَنْ ذَلِكَ وَأُمِرْنَا أَنْ نَضَعَ أَيْدِيَنَا عَلَى الرُّكَبِ .
Mus'ab bin Sa'd berkata: "Aku shalat di samping ayahku. Aku meletakkan kedua tanganku di antara lututku (dalam keadaan rukuk). Ia melarangku dari itu. Aku kemudian mengulangi; maka ia berkata: 'Jangan lakukan itu, karena kami biasa melakukannya. Namun kami dilarang untuk itu, dan diperintahkan untuk meletakkan tangan kami di atas lutut.'"