Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita doa yang sangat lengkap dan indah untuk dibaca saat duduk di antara dua sujud dalam shalat. Doa ini mencakup permohonan ampunan, rahmat, kesehatan, petunjuk, dan rezeki—lima perkara yang merupakan inti kebahagiaan seorang hamba di dunia dan akhirat. Ini adalah tuntunan langsung dari Nabi ﷺ yang menunjukkan bahwa momen antara dua sujud adalah waktu yang mustajab untuk memohon kebaikan kepada Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Abu Dawud:
Teks Arab hadits (dengan harakat sesuai periwayatan):
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَسْعُودٍ، حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ، حَدَّثَنَا كَامِلٌ أَبُو الْعَلاَءِ، حَدَّثَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَقُولُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ: "اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي"
Terjemahan: Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwasanya Nabi ﷺ biasa mengucapkan di antara dua sujud: "Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku kesehatan, tunjukilah aku, dan berikanlah rezeki kepadaku." (HR. Abu Dawud, no. 850)
Kualitas Hadits: Hadits ini dinilai hasan oleh para ulama. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud menyebutkan bahwa hadits ini hasan shahih. Beliau juga menyebutkan bahwa tambahan lafaz "وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي" (tunjukilah aku dan berikanlah rezeki kepadaku) memiliki penguat dari riwayat lain.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
QS. Al-Furqan [25]: 65
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
"Dan orang-orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azab itu adalah kebinasaan yang kekal.'"
Ayat ini menunjukkan bahwa para hamba yang saleh senantiasa memohon ampunan dan perlindungan kepada Allah, sebagaimana doa antara dua sujud ini juga dimulai dengan permohonan ampunan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa doa antara dua sujud ini mengandung permohonan yang sangat komprehensif. Mari kita rinci satu per satu:
1. "اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي" (Ya Allah, ampunilah aku)
Ini adalah permohonan ampunan atas segala dosa dan kesalahan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa memohon ampunan adalah kebutuhan terbesar seorang hamba, karena dosa adalah penghalang antara hamba dan Rabbnya. Beliau juga menekankan bahwa dosa menyebabkan hilangnya berbagai kebaikan dan turunnya berbagai keburukan.
2. "وَارْحَمْنِي" (dan rahmatilah aku)
Setelah memohon ampunan, kita memohon rahmat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa rahmat Allah mencakup segala kebaikan di dunia dan akhirat. Rahmat Allah adalah sebab masuk surga dan selamat dari neraka. Beliau juga menegaskan bahwa ampunan dan rahmat saling berkaitan—ampunan menghapus dosa, sedangkan rahmat mendatangkan kebaikan.
3. "وَعَافِنِي" (dan berilah aku kesehatan)
Kata 'afiyah dalam bahasa Arab mencakup kesehatan badan, hati, dan terlindung dari segala musibah. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa 'afiyah adalah permohonan yang paling luas maknanya—mencakup keselamatan agama, dunia, akhirat, dan terlindung dari segala keburukan.
4. "وَاهْدِنِي" (dan tunjukilah aku)
Permohonan petunjuk (hidayah) adalah permohonan yang paling agung. Syaikh as-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa hidayah mencakup ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh. Hidayah adalah kunci segala kebaikan, dan tanpa hidayah, manusia akan tersesat. Ini sejalan dengan doa yang kita baca setiap hari dalam QS. Al-Fatihah: "اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ" (Tunjukilah kami jalan yang lurus).
5. "وَارْزُقْنِي" (dan berikanlah rezeki kepadaku)
Permohonan rezeki mencakup rezeki yang halal dan baik untuk kehidupan dunia, serta rezeki ilmu dan amal untuk kehidupan akhirat. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa rezeki yang paling utama adalah rezeki hati berupa ilmu dan iman, kemudian rezeki badan berupa makanan dan minuman yang halal.
Urutan Doa Ini Sangat Bermakna:
Para ulama memperhatikan bahwa doa ini dimulai dengan ampunan, kemudian rahmat, lalu kesehatan, petunjuk, dan terakhir rezeki. Ini menunjukkan bahwa:
- Ampunan adalah fondasi—tanpa ampunan, tidak ada kebaikan lain yang sempurna
- Rahmat adalah konsekuensi dari ampunan
- Kesehatan adalah sarana untuk beribadah
- Petunjuk adalah tujuan hidup
- Rezeki adalah penunjang kehidupan
Pendapat Ulama tentang Bacaan Antara Dua Sujud:
Para ulama berbeda pendapat tentang bacaan yang paling utama antara dua sujud:
- Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya berpendapat bahwa membaca "رَبِّ اغْفِرْ لِي" (Ya Rabbku, ampunilah aku) saja sudah cukup, karena ini yang disebutkan dalam hadits Hudzaifah dan Ibnu Mas'ud.
- Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa doa yang lebih lengkap seperti dalam hadits Ibnu Abbas ini lebih utama, karena mengandung lebih banyak permohonan kebaikan.
- Imam Malik berpendapat bahwa membaca doa apa pun yang ma'tsur (berdasarkan tuntunan) adalah baik, dan beliau tidak membatasi pada lafaz tertentu.
Pendapat yang paling kuat—dan ini juga dikuatkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah—adalah bahwa doa yang lebih lengkap lebih utama, karena Nabi ﷺ mengajarkannya dan mengandung permohonan yang lebih banyak. Namun, yang terpenting adalah membaca doa yang ma'tsur (berdasarkan tuntunan Nabi ﷺ), baik yang pendek maupun yang panjang.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Sa'id bin Jubair—yang merupakan perawi hadits ini dari Ibnu Abbas—adalah seorang tabi'in yang sangat tekun dalam ibadah. Beliau adalah murid setia Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma. Suatu ketika, Al-Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi menangkapnya dan hendak membunuhnya. Sebelum dieksekusi, Sa'id bin Jubair tersenyum. Al-Hajjaj bertanya, "Mengapa engkau tersenyum?" Sa'id menjawab, "Aku tersenyum karena keberanianmu kepada Allah, dan kelembutan Allah kepadamu."
Ketika Al-Hajjaj tetap bersikeras membunuhnya, Sa'id bin Jubair meminta izin untuk shalat dua rakaat terakhir. Dalam shalatnya, beliau membaca doa-doa yang diajarkan Nabi ﷺ, termasuk doa antara dua sujud ini. Setelah selesai, beliau berkata, "Demi Allah, aku tidak pernah shalat dua rakaat yang lebih baik dari ini." Kemudian beliau menghadap kiblat dan mengucapkan syahadat, lalu dibunuh dengan tenang.
Hikmah dari kisah ini: Sa'id bin Jubair adalah perawi yang meriwayatkan hadits doa antara dua sujud ini kepada kita. Beliau mengamalkannya dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan, bahkan di saat-saat terakhir hidupnya. Ini menunjukkan bahwa doa antara dua sujud bukan sekadar lafaz yang dihafal, tetapi penghayatan bahwa hanya Allah tempat memohon ampunan, rahmat, kesehatan, petunjuk, dan rezeki—bahkan di saat menghadapi kematian sekalipun.
Kesimpulan Praktis
Poin-poin yang bisa diamalkan:
- Baca doa ini saat duduk antara dua sujud dalam setiap rakaat shalat, baik shalat wajib maupun sunnah.
- Pahami maknanya agar hati kita khusyuk saat membacanya—memohon ampunan, rahmat, kesehatan, petunjuk, dan rezeki dari Allah.
- Boleh memilih doa yang pendek seperti "رَبِّ اغْفِرْ لِي" jika kesulitan menghafal yang panjang, namun yang lebih lengkap lebih utama.
- Jadikan momen antara dua sujud sebagai waktu bermunajat kepada Allah, karena ini adalah salah satu momen di mana seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya.
- Amalkan dengan rutin agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam shalat kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.