Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 849 tentang Bacaan saat bangkit dari ruku

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan adab makmum saat imam mengucapkan "Sami'allāhu liman ḥamidah" ketika bangkit dari ruku'. Menurut Amir asy-Sya'bi (seorang tabi'in), makmum tidak mengucapkan kalimat itu, melainkan mengucapkan "Rabbanā laka al-ḥamd". Ini menunjukkan bahwa ucapan imam dan makmum berbeda pada posisi tersebut, dan makmum mengikuti imam dengan kalimat tahmid.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Apa yang Diucapkan Ketika Mengangkat Kepala dari Ruku', dari jalur Amir asy-Sya'bi (Amir bin Syarahil, seorang tabi'in besar di Kufah).

Teks hadits:

حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ عَمَّارٍ، حَدَّثَنَا أَسْبَاطٌ، عَنْ مُطَرِّفٍ، عَنْ عَامِرٍ، قَالَ لاَ يَقُولُ الْقَوْمُ خَلْفَ الإِمَامِ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَلَكِنْ يَقُولُونَ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Terjemahan: "Bisyr bin 'Ammar menceritakan kepada kami, Asbath menceritakan kepada kami, dari Mutharrif, dari 'Amir, ia berkata: 'Orang-orang di belakang imam tidak mengucapkan Sami'allāhu liman ḥamidah, tetapi mereka mengucapkan Rabbanā laka al-ḥamd.'"

Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar perintah mengingat Allah dalam shalat:

QS. Al-Baqarah [2]: 152

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Terjemahan: "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."

Hadits terkait dari Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا، وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوا، وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Terjemahan: "Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti. Jika ia bertakbir, bertakbirlah kalian; jika ia ruku', ruku'lah kalian; dan jika ia mengucapkan Sami'allāhu liman ḥamidah, maka ucapkanlah Rabbanā laka al-ḥamd." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Rinci

Hadits ini menyoroti perbedaan ucapan antara imam dan makmum saat bangkit dari ruku'. Imam asy-Sya'bi (Amir bin Syarahil) menjelaskan bahwa makmum tidak mengucapkan Sami'allāhu liman ḥamidah — karena kalimat itu adalah ucapan imam — melainkan mengucapkan Rabbanā laka al-ḥamd.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa imam mengucapkan Sami'allāhu liman ḥamidah dan makmum mengucapkan Rabbanā laka al-ḥamd. Ini berdasarkan hadits Abu Hurairah di atas yang secara tegas membedakan keduanya.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hikmah perbedaan ini adalah agar makmum tidak mendahului atau menyamai imam dalam ucapan, dan agar setiap pihak mengucapkan kalimat yang sesuai dengan posisinya. Imam menceritakan bahwa Allah mendengar pujian, sedangkan makmum memohon dan memuji Allah secara langsung.

Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa makmum tetap mengucapkan Rabbanā laka al-ḥamd baik shalat jahr (keras) maupun sirr (pelan). Sedangkan sebagian ulama seperti Sufyan ats-Tsauri dan Al-Awza'i berpendapat bahwa dalam shalat sirr, makmum juga mengucapkan Sami'allāhu liman ḥamidah karena imam tidak mengucapkannya dengan keras. Namun pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas) berdasarkan hadits Abu Hurairah yang bersifat umum, yaitu makmum tetap mengucapkan Rabbanā laka al-ḥamd.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menegaskan bahwa tata cara ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang harus diikuti, dan tidak ada perbedaan antara shalat jahr dan sirr dalam hal ucapan makmum.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Amir asy-Sya'bi (wafat 103 H) adalah seorang tabi'in yang sangat teliti dalam meriwayatkan sunnah. Ia pernah ditanya tentang ucapan makmum saat bangkit dari ruku', lalu beliau menjawab dengan tegas seperti dalam hadits ini. Beliau dikenal sebagai salah satu ulama Kufah yang paling memahami fiqih dan hadits, dan murid-muridnya seperti Sufyan ats-Tsauri dan Abu Hanifah banyak mengambil ilmu darinya. Sikap beliau yang tegas menunjukkan pentingnya mengikuti sunnah Nabi ﷺ secara detail, termasuk dalam hal ucapan shalat.

Kesimpulan Praktis

  1. Imam mengucapkan Sami'allāhu liman ḥamidah saat bangkit dari ruku'.
  2. Makmum mengucapkan Rabbanā laka al-ḥamd dan tidak mengucapkan Sami'allāhu liman ḥamidah.
  3. Makmum munfarid (shalat sendiri) mengucapkan keduanya: Sami'allāhu liman ḥamidah lalu Rabbanā laka al-ḥamd.
  4. Perbedaan ini adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ dan dijelaskan oleh para ulama seperti Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibn Qayyim.
  5. Hendaknya kita mengikuti tata cara ini dengan penuh adab dan tidak menambah atau mengurangi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?