Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 848 tentang Dzikir setelah ruku' dan ampunan dosa masa lalu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita sebuah dzikir yang sangat agung ketika kita shalat berjamaah, yaitu saat imam mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya). Kita sebagai makmum diperintahkan untuk menjawabnya dengan "Allahumma Rabbana lakal hamdu" (Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji). Keutamaannya sangat besar, yaitu jika ucapan kita ini bersamaan dengan ucapan para malaikat, maka dosa-dosa kita yang telah lalu akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Abu Dawud:

Teks hadits yang Anda berikan adalah sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏"‏ إِذَا قَالَ الإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ‏"‏ ‏.‏

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika imam mengucapkan 'Sami'allahu liman hamidah', maka ucapkanlah: 'Allahumma Rabbana lakal hamdu'. Karena sesungguhnya, barangsiapa yang ucapannya bersamaan dengan ucapan para malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahih mereka, dari jalur yang sama. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi makmum yang mengucapkan dzikir ini.

Dalil Al-Qur'an yang terkait:

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam QS. Al-Ahzab [33]: 56:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Ayat ini menunjukkan bahwa para malaikat senantiasa mendoakan dan memuji Nabi ﷺ. Adapun dalam hadits ini, para malaikat juga mengucapkan pujian kepada Allah, dan ketika ucapan kita selaras dengan mereka, maka dosa kita diampuni.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Sami'allahu liman hamidah"

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kalimat ini bermakna: "Semoga Allah menerima pujian orang yang memuji-Nya." Ini adalah kalimat pujian yang diucapkan oleh imam (atau orang yang shalat sendirian) ketika bangkit dari ruku'.

2. Jawaban Makmum: "Allahumma Rabbana lakal hamdu"

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa makmum tidak diperintahkan untuk mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" seperti imam. Sebaliknya, makmum diperintahkan untuk mengucapkan pujian langsung kepada Allah: "Allahumma Rabbana lakal hamdu" (Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji). Ini adalah bentuk adab dalam shalat berjamaah, di mana imam bertindak sebagai orang yang mengingatkan, dan makmum menjawab dengan pujian.

3. Keutamaan: Diampuni Dosa yang Telah Lalu

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "dosa-dosa yang telah lalu" di sini adalah dosa-dosa kecil, bukan dosa besar. Hal ini sesuai dengan kaidah Ahlus Sunnah bahwa dosa besar hanya diampuni dengan taubat yang tulus. Namun, ini tetap menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari dzikir ini.

4. Makna "Bersamaan dengan Ucapan Malaikat"

Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj menjelaskan bahwa para malaikat mengucapkan pujian kepada Allah dengan kalimat yang serupa. Ketika seorang hamba mengucapkan kalimat yang sama dengan para malaikat pada waktu yang bersamaan, maka ini menjadi sebab diampuninya dosa-dosanya. Ini adalah karunia Allah yang sangat besar bagi umat Nabi Muhammad ﷺ.

5. Penerapan dalam Shalat

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi menjelaskan bahwa dalam shalat, ada tiga posisi:

  • Imam: Mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" ketika bangkit dari ruku', lalu setelah berdiri tegak mengucapkan "Rabbana lakal hamdu".
  • Makmum: Mengucapkan "Allahumma Rabbana lakal hamdu" sebagai jawaban atas ucapan imam.
  • Orang yang shalat sendirian: Mengucapkan keduanya, yaitu "Sami'allahu liman hamidah" dan "Rabbana lakal hamdu".

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Suatu ketika, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang orang yang paling berbahagia dengan syafa'at beliau di hari kiamat. Rasulullah ﷺ menjawab: "Wahai Abu Hurairah, aku telah menduga bahwa tidak ada orang yang bertanya tentang hadits ini sebelummu, karena aku melihat semangatmu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa'atku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan 'La ilaha illallah' dengan ikhlas dari hatinya." (HR. Al-Bukhari)

Kisah ini menunjukkan semangat Abu Hurairah dalam menghafal dan menyampaikan hadits. Dan hadits yang kita bahas ini adalah salah satu dari sekian banyak hadits yang beliau riwayatkan. Ini mengajarkan kita untuk bersemangat dalam mempelajari dan mengamalkan sunnah Nabi ﷺ, termasuk dzikir-dzikir dalam shalat.

Kesimpulan Praktis

  1. Bagi makmum: Ketika mendengar imam mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah", maka ucapkanlah "Allahumma Rabbana lakal hamdu" dengan khusyuk dan penuh harap akan ampunan Allah.
  2. Bagi imam: Ucapkan "Sami'allahu liman hamidah" ketika bangkit dari ruku', lalu setelah berdiri tegak sempurna, ucapkan "Rabbana lakal hamdu" (atau "Allahumma Rabbana lakal hamdu").
  3. Bagi yang shalat sendirian: Ucapkan keduanya, yaitu "Sami'allahu liman hamidah" ketika bangkit, lalu "Rabbana lakal hamdu" setelah berdiri tegak.
  4. Jaga kekhusyukan: Dzikir ini bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar. Ucapkanlah dengan penuh kesadaran dan harapan akan ampunan Allah.
  5. Jangan lupa dosa besar: Ampunan yang disebutkan dalam hadits ini adalah untuk dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar, wajib bertaubat dengan syarat-syaratnya yang telah dijelaskan para ulama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.