Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 792 tentang Doa meminta surga dan berlindung dari neraka dalam shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa doa meminta surga dan berlindung dari neraka adalah inti dari apa yang kita minta dalam shalat. Nabi ﷺ membenarkan doa sederhana seorang sahabat yang belum lancar berdoa dengan panjang, dan menegaskan bahwa "sekitar itulah" yang kita perjuangkan dalam shalat. Hadits ini juga mengajarkan bahwa memperpendek shalat dengan doa yang padat makna adalah sesuatu yang sah dan bahkan dipuji.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Mu'minun [23]: 1-2

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Terjemahan: "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Ash-Shalah, bab tentang memperpendek shalat (no. 792). Perawi dari kalangan sahabat tidak disebutkan namanya secara spesifik (mubham), dan Abu Salih (Dzakwan as-Samman) meriwayatkan dari "sebagian sahabat Nabi ﷺ."

Hadits lain yang semakna diriwayatkan oleh An-Nasa'i dan Ahmad, menunjukkan bahwa seorang sahabat berdoa dalam shalatnya hanya dengan meminta surga dan berlindung dari neraka.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa meminta surga dan berlindung dari neraka adalah doa yang paling mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berdoa dengan doa yang singkat namun padat makna dalam shalat.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menegaskan bahwa surga dan neraka adalah poros seluruh keinginan dan ketakutan seorang mukmin.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Nabi ﷺ bertanya kepada seorang sahabat tentang apa yang ia ucapkan dalam shalat. Sahabat itu menjawab bahwa ia membaca tasyahud, lalu berdoa: "Ya Allah, aku meminta surga kepada-Mu dan berlindung kepada-Mu dari neraka." Ia mengakui bahwa ia tidak mahir merangkai doa panjang seperti yang dilakukan Nabi ﷺ atau Mu'adz bin Jabal. Nabi ﷺ tidak mencelanya, melainkan membenarkan dan bersabda: "حَوْلَهَا نُدَنْدِنُ" — "Sekitar itulah kita berputar-putar (berdoa)."

Penjelasan ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa sabda Nabi ﷺ "حَوْلَهَا نُدَنْدِنُ" bermakna bahwa seluruh doa yang kita panjatkan pada hakikatnya berporos pada dua hal: meraih surga dan menjauh dari neraka. Semua permintaan kebaikan dunia dan akhirat pada akhirnya kembali kepada dua tujuan ini.

Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa doa dalam shalat tidak harus panjang dan bertele-tele. Yang penting adalah keikhlasan dan makna yang benar. Bahkan doa singkat seperti ini lebih baik daripada doa panjang yang dilakukan tanpa kekhusyukan.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa surga dan neraka adalah dua kutub yang menggerakkan hati seorang mukmin. Barangsiapa yang benar-benar memahami keduanya, maka seluruh ibadahnya akan terarah kepada keduanya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa meminta surga dan berlindung dari neraka mencakup seluruh tujuan akhir seorang hamba, karena surga adalah tempat segala kebaikan dan neraka adalah tempat segala keburukan.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah doa ini diucapkan sebelum atau sesudah tasyahud. Jumhur ulama (mayoritas) dari kalangan Syafi'iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa doa setelah tasyahud dan sebelum salam adalah tempat yang paling utama untuk berdoa. Ini berdasarkan hadits lain yang shahih tentang doa sebelum salam. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa doa ini diucapkan setelah tasyahud dan sebelum salam, sebagaimana ditunjukkan oleh konteks hadits ini.

Catatan tentang "dandantah":

Kata "دَنْدَنَة" (dandantah) dalam hadits ini bermakna suara yang tidak jelas atau gumaman. Sahabat tersebut mengatakan bahwa ia tidak memahami gumaman Nabi ﷺ atau Mu'adz. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang berdoa dengan suara pelan yang tidak terdengar jelas oleh makmum, dan ini menjadi dalil bahwa doa dalam shalat boleh dilakukan dengan suara pelan.

Story Telling

Diceritakan bahwa Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang dikenal panjang dalam shalatnya. Suatu ketika, Nabi ﷺ menegurnya karena memanjangkan shalat hingga memberatkan makmum. Dalam riwayat lain, seorang sahabat mengadu kepada Nabi ﷺ tentang panjangnya shalat Mu'adz.

Dalam hadits ini, seorang sahabat yang sederhana mengakui kelemahannya: ia tidak mampu merangkai doa seindah Nabi ﷺ atau Mu'adz. Namun ia memiliki kesadaran yang jernih tentang tujuan hidupnya: surga dan neraka. Nabi ﷺ tidak menyuruhnya belajar merangkai kata yang indah, tetapi justru membenarkan doanya dan menegaskan bahwa itulah inti dari semua doa.

Hikmah: Kadang-kadang orang sederhana yang hatinya jernih lebih dekat kepada Allah daripada orang yang pandai merangkai kata tetapi hatinya lalai. Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan doa yang singkat namun penuh makna.

Kesimpulan Praktis

  1. Doa meminta surga dan berlindung dari neraka adalah doa terbaik karena mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat.
  2. Tidak perlu merasa rendah diri jika belum mampu berdoa dengan panjang. Yang penting adalah keikhlasan dan pemahaman makna.
  3. Boleh berdoa dengan suara pelan dalam shalat, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits ini.
  4. Perbanyak doa ini dalam shalat, terutama setelah tasyahud sebelum salam: "اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ"
  5. Fokuskan hati pada surga dan neraka sebagai motivasi dalam setiap ibadah, karena keduanya adalah poros seluruh keinginan dan ketakutan seorang mukmin.
  6. Jangan mencela orang yang doanya sederhana, karena Nabi ﷺ sendiri membenarkan doa sahabat yang sederhana ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?