Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 771 tentang Doa pujian dan permohonan ampun saat shalat malam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa iftitah yang diajarkan Nabi ﷺ dan dibaca ketika beliau berdiri untuk shalat tahajud di tengah malam. Isinya adalah pujian dan sanjungan kepada Allah, penetapan tauhid, pengakuan akan kebenaran hari akhir, serta permohonan ampunan. Ini menunjukkan bahwa doa iftitah tidak hanya terbatas pada satu lafaz saja, tetapi bisa bervariasi, dan yang terpenting adalah kandungannya yang penuh makna.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Doa yang Dibaca Saat Memulai Shalat, no. 771, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat al-Musafirin, no. 769, dengan lafaz yang lebih panjang.

Teks Arab Hadits (sebagian):

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيَّامُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ أَنْتَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

Terjemahan: "Ya Allah, bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau adalah penegak langit dan bumi. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau adalah Rabb langit dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Engkau adalah kebenaran, perkataan-Mu adalah kebenaran, janji-Mu adalah kebenaran, pertemuan dengan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, dan hari kiamat adalah benar."

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

QS. Al-Hadid [57]: 3 tentang sifat Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu, dan QS. Thaha [20]: 14 tentang tujuan penciptaan shalat untuk mengingat Allah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Keutamaan Shalat Tahajud: Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih dan merupakan cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Doa iftitah yang panjang ini menunjukkan kekhusyukan Nabi ﷺ dalam shalat malamnya.
  2. Makna "Engkau adalah cahaya langit dan bumi": Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa Allah adalah cahaya yang menerangi langit dan bumi dengan petunjuk-Nya. Ini adalah penetapan sifat Allah yang Maha Memberi petunjuk kepada makhluk-Nya.
  3. Penetapan Tauhid dan Kebenaran Hari Akhir: Imam Ibnul Qayyim dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa doa ini menggabungkan antara pujian kepada Allah, pengakuan akan kebenaran hari akhir, dan permohonan ampunan. Ini menunjukkan bahwa seorang hamba harus meyakini semua rukun iman secara menyeluruh.
  4. Bolehnya Beragam Lafaz Iftitah: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Arba'in an-Nawawiyah menjelaskan bahwa doa iftitah memiliki banyak bentuk yang diajarkan Nabi ﷺ, dan seorang muslim boleh memilih salah satunya. Yang terpenting adalah tidak meninggalkan doa iftitah secara keseluruhan.
  5. Permohonan Ampunan yang Menyeluruh: Frasa "ampuni aku dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang" menunjukkan bahwa seorang hamba tidak boleh merasa aman dari dosa, dan harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika para sahabat bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha tentang shalat malam Nabi ﷺ, beliau berkata: "Nabi ﷺ biasa shalat malam hingga kedua kaki beliau bengkak. Maka aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau lakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang?' Beliau menjawab, 'Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?'" (HR. Bukhari dan Muslim). Kisah ini menunjukkan bahwa ibadah Nabi ﷺ bukan karena takut akan siksa atau mengharap pahala semata, tetapi murni karena kecintaan dan rasa syukur kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Menghidupkan shalat malam sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, minimal dua rakaat.
  2. Memperbanyak doa iftitah dengan lafaz-lafaz yang diajarkan Nabi ﷺ, termasuk doa yang panjang ini ketika shalat malam.
  3. Menghayati makna doa yang kita baca, terutama pengakuan akan kebesaran Allah dan kebenaran hari akhir.
  4. Memperbanyak istighfar dalam setiap kesempatan, karena dosa yang tersembunyi maupun terang-terangan hanya Allah yang mengetahuinya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?