Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 770 tentang Doa setelah bangun dari rukuk dan pahala malaikat mencatatnya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar memperbanyak dzikir setelah bangkit dari rukuk, yaitu dengan mengucapkan: "Allahumma Rabbana wa lakal hamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih" (Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian, pujian yang banyak, baik, dan diberkahi). Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa lebih dari tiga puluh malaikat berlomba-lomba mencatat pahala ucapan tersebut. Ini adalah dorongan bagi kita untuk memperindah dzikir dalam shalat, tidak sekadar membaca yang wajib, tetapi juga menambah dengan dzikir-dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud No. 770 (sebagaimana yang Anda sebutkan), dari Rifa'ah bin Rafi' az-Zurqi radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 799) dan Imam an-Nasa'i (no. 1066) dengan lafaz yang semakna. Imam al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Abi Dawud.

Teks Arab doa yang diucapkan sahabat:

اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Terjemahan: "Ya Allah, Tuhan kami, dan bagi-Mu segala pujian, pujian yang banyak, baik, dan diberkahi."

Kaitan dengan ulama: Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa dzikir ini termasuk dzikir yang dianjurkan setelah bangkit dari rukuk. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya menambah dzikir setelah bangkit dari rukuk selama masih dalam koridor yang dicontohkan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Disyariatkannya dzikir setelah bangkit dari rukuk

Setelah mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), makmum dianjurkan mengucapkan "Rabbana wa lakal hamdu" (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian). Ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila imam mengucapkan 'Sami'allahu liman hamidah', maka ucapkanlah 'Allahumma Rabbana wa lakal hamdu'. Barangsiapa ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, maka diampuni dosanya yang telah lalu." (HR. al-Bukhari no. 796 dan Muslim no. 409)

2. Keutamaan menambah dzikir yang banyak, baik, dan diberkahi

Sahabat Rifa'ah bin Rafi' menambahkan lafaz "hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih" (pujian yang banyak, baik, dan diberkahi). Ini menunjukkan bahwa dzikir dalam shalat tidak terbatas pada yang wajib saja, tetapi boleh ditambah dengan dzikir-dzikir yang diajarkan Nabi ﷺ.

Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki beberapa bentuk dzikir setelah bangkit dari rukuk, di antaranya:

  • "Rabbana wa lakal hamdu"
  • "Rabbana wa lakal hamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih"
  • "Rabbana wa lakal hamdu mil'as samawati wa mil'al ardhi wa mil'a ma syi'ta min syai'in ba'd" (Wahai Tuhan kami, bagi-Mu pujian sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu)

3. Malaikat berlomba mencatat kebaikan

Sabda Nabi ﷺ: "Aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berlomba-lomba untuk menuliskannya terlebih dahulu" menunjukkan betapa agungnya pahala dzikir ini. Ini adalah kabar gembira bagi umat Islam bahwa amalan yang ringan di lisan bisa bernilai sangat besar di sisi Allah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa Allah ﷻ memuliakan hamba-Nya yang berdzikir dengan mengutus malaikat untuk mencatat amal kebaikannya, dan ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

4. Pelajaran tentang adab dalam shalat berjamaah

Hadits ini juga menunjukkan bahwa berbicara di luar dzikir shalat (setelah selesai shalat) untuk bertanya adalah boleh, sebagaimana Nabi ﷺ bertanya tentang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut. Namun ini khusus setelah selesai shalat, bukan di tengah shalat.

Story Telling

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (no. 799) bahwa setelah kejadian ini, Rifa'ah bin Rafi' berkata: "Maka tidak ada seorang pun dari kami yang lebih semangat dalam mengucapkan dzikir ini selain aku, karena aku melihat sendiri bagaimana Rasulullah ﷺ mengabarkan tentang malaikat yang berlomba-lomba mencatatnya."

Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam merespons kabar gembira dari Nabi ﷺ. Mereka tidak menunda-nunda untuk mengamalkan kebaikan yang telah diajarkan. Kita pun seharusnya demikian—ketika mengetahui suatu amalan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, kita segera mengamalkannya dengan penuh semangat dan keikhlasan.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan mengucapkan dzikir setelah bangkit dari rukuk, minimal "Rabbana wa lakal hamdu" dan lebih utama dengan tambahan "hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih".
  2. Jangan meremehkan dzikir-dzikir pendek, karena bisa jadi nilainya sangat besar di sisi Allah, sebagaimana kabar tentang malaikat yang berlomba mencatatnya.
  3. Perbanyak dzikir dalam shalat sesuai tuntunan Nabi ﷺ, karena shalat adalah momen terbaik untuk berkomunikasi dengan Allah.
  4. Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk memperbaiki kualitas shalat, tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.