Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 726 tentang Cara mengangkat tangan saat takbir dan ruku dalam shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu dalil utama tentang tata cara shalat Nabi ﷺ, khususnya tentang mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, ketika hendak ruku', dan ketika bangkit dari ruku'. Hadits ini juga menjelaskan tentang tata cara duduk tasyahud dan isyarat jari telunjuk ketika berdoa di dalam shalat. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya dan memiliki sanad yang shahih menurut para ulama hadits.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Abu Dawud:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Wa'il bin Hujr radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan lainnya. Para ulama hadits seperti Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani menilai hadits ini shahih dalam Shahih Sunan Abi Dawud.

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa kita wajib meneladani Nabi ﷺ dalam segala hal, termasuk dalam tata cara shalat.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam Abu Dawud (w. 275 H) memuat hadits ini dalam Sunan-nya pada Kitab Shalat, Bab Mengangkat Tangan dalam Shalat.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani (w. 1420 H) menshahihkan hadits ini dalam Shahih Sunan Abi Dawud no. 726.
  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz (w. 1420 H) dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) menjadikan hadits ini sebagai dalil disyariatkannya mengangkat tangan pada tiga tempat dalam shalat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah hadits yang sangat agung karena memuat gambaran lengkap tentang shalat Nabi ﷺ. Mari kita rinci poin-poin pentingnya:

1. Mengangkat Tangan dalam Shalat

Dalam hadits ini, Wa'il bin Hujr radhiyallahu 'anhu menyaksikan langsung bahwa Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan telinganya pada tiga tempat:

  • Ketika takbiratul ihram (memulai shalat)
  • Ketika hendak ruku'
  • Ketika bangkit dari ruku' (i'tidal)

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum mengangkat tangan pada tiga tempat ini:

  • Imam asy-Syafi'i, Imam Ahmad bin Hanbal, dan mayoritas ulama hadits berpendapat bahwa mengangkat tangan pada tiga tempat tersebut adalah sunnah yang dianjurkan. Mereka berdalil dengan hadits Wa'il bin Hujr ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa mengangkat tangan hanya dilakukan pada takbiratul ihram saja. Namun pendapat ini dilemahkan oleh para ulama hadits karena bertentangan dengan hadits-hadits shahih yang banyak.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarhul Mumti' menjelaskan bahwa pendapat yang kuat adalah mengangkat tangan pada tiga tempat tersebut, karena hal ini tsabit (tetap) dari Nabi ﷺ melalui banyak hadits shahih.

2. Letak Tangan Setelah Takbir

Dalam hadits ini disebutkan bahwa Nabi ﷺ "mengambil tangan kirinya dengan tangan kanannya" - ini menunjukkan bahwa beliau meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ketika berdiri dalam shalat. Ini adalah pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in.

Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri adalah sunnah yang tsabit dari Nabi ﷺ.

3. Posisi Sujud

Nabi ﷺ meletakkan kepalanya di antara kedua tangannya ketika sujud. Ini menunjukkan bahwa posisi sujud yang benar adalah dahi dan hidung menempel ke lantai, dan kedua tangan berada di samping kepala.

4. Duduk Tasyahud

Dalam hadits ini disebutkan bahwa Nabi ﷺ duduk dengan "menyebarkan kaki kiri" (iftirasy) dan menegakkan kaki kanan. Ini adalah posisi duduk tasyahud awal dan tasyahud akhir.

5. Isyarat Jari Telunjuk

Bagian terakhir hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membuat lingkaran dengan ibu jari dan jari tengah, lalu mengangkat jari telunjuk ketika berdoa dalam tasyahud. Ini adalah isyarat tauhid yang menunjukkan keesaan Allah.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa mengangkat jari telunjuk ketika tasyahud adalah sunnah, dan ini dilakukan ketika membaca doa, terutama ketika sampai pada lafazh "asyhadu an laa ilaaha illallah".

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (w. 241 H) sangat memperhatikan hadits-hadits tentang shalat Nabi ﷺ. Beliau berkata: "Aku menulis hadits ini (hadits Wa'il bin Hujr) dan menghafalnya dengan sangat baik, karena ia adalah hadits yang paling lengkap dalam menjelaskan shalat Nabi ﷺ."

Beliau juga berkata: "Barangsiapa yang ingin melihat shalat Nabi ﷺ secara lengkap, maka hendaklah ia melihat hadits Wa'il bin Hujr ini."

Kisah ini menunjukkan betapa para ulama sangat perhatian terhadap detail-detail shalat Nabi ﷺ, karena shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengangkat tangan ketika takbiratul ihram, hendak ruku', dan bangkit dari ruku' adalah sunnah yang tsabit dari Nabi ﷺ.
  2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri ketika berdiri dalam shalat adalah sunnah.
  3. Posisi sujud yang benar adalah meletakkan dahi dan hidung di lantai, dengan kedua tangan di samping kepala.
  4. Duduk tasyahud dilakukan dengan posisi iftirasy (menyebarkan kaki kiri dan menegakkan kaki kanan).
  5. Mengangkat jari telunjuk ketika tasyahud adalah sunnah sebagai isyarat tauhid.
  6. Hendaknya kita meneladani Nabi ﷺ dalam seluruh gerakan shalat, karena shalat adalah tiang agama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.