Sunan Abu Dawud · Kitab Shalat · No. 716

Bab Siapa yang Mengatakan Keledai Tidak Memutus Shalat

Shahih oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ يَحْيَى بْنِ الْجَزَّارِ، عَنْ أَبِي الصَّهْبَاءِ، قَالَ تَذَاكَرْنَا مَا يَقْطَعُ الصَّلاَةَ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ جِئْتُ أَنَا وَغُلاَمٌ مِنْ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ عَلَى حِمَارٍ وَرَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُصَلِّي فَنَزَلَ وَنَزَلْتُ وَتَرَكْنَا الْحِمَارَ أَمَامَ الصَّفِّ فَمَا بَالاَهُ وَجَاءَتْ جَارِيَتَانِ مِنْ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ فَدَخَلَتَا بَيْنَ الصَّفِّ فَمَا بَالَى ذَلِكَ ‏.‏

Abu Sahba' berkata: Kami membahas hal-hal yang memutus shalat menurut Ibn Abbas. Ia berkata: Saya dan seorang anak dari Banu Abdul Muttalib datang menunggang keledai, dan Rasulullah ﷺ sedang memimpin orang-orang dalam shalat. Ia turun dan saya juga turun. Saya meninggalkan keledai di depan barisan (para jamaah). Ia (Nabi) tidak memperhatikan hal itu. Kemudian dua gadis dari Banu Abdul Muttalib datang dan bergabung dengan barisan di tengah, tetapi ia tidak memperhatikan hal itu.