Bab Apa yang Memutuskan Shalat
Dha'if oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ عُبَيْدٍ يَعْنِي الْمَذْحِجِيَّ، حَدَّثَنَا أَبُو حَيْوَةَ، عَنْ سَعِيدٍ، بِإِسْنَادِهِ وَمَعْنَاهُ زَادَ فَقَالَ " قَطَعَ صَلاَتَنَا قَطَعَ اللَّهُ أَثَرَهُ " . قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَرَوَاهُ أَبُو مُسْهِرٍ عَنْ سَعِيدٍ قَالَ فِيهِ " قَطَعَ صَلاَتَنَا " .
haddatsana katsiru ibnu ubaydin yani almadzhijiyya, haddatsana abu haywaha, an saidin, biisnadihi wamanahu zada faqala " qathaa shalatana qathaa allahu atsarahu ". qala abu dawuda warawahu abu mushirin an saidin qala fihi " qathaa shalatana ".
Hadits ini juga telah diriwayatkan oleh Said melalui mata rantai perawi yang sama dan dengan makna yang sama. Dia menambahkan: Dia memutuskan shalat kami, semoga Allah memutuskan langkahnya. Abu Dawud berkata: Versi ini diriwayatkan oleh Mushir atas nama Said yang menyebutkan: Dia memutuskan shalat kami.