Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 676 tentang Keutamaan shaf kanan dan shalawat Allah padanya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan dan anjuran untuk menempati sisi kanan shaf (barisan) shalat berjamaah. Allah Ta'ala dan para malaikat-Nya mendoakan kebaikan dan rahmat bagi orang-orang yang berdiri di bagian kanan shaf. Ini adalah dorongan untuk bersegera meraih keutamaan dengan mengisi shaf bagian kanan terlebih dahulu.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud:

Teks Arab hadits (dengan harakat):

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ "

Terjemahan: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat (mendoakan rahmat) kepada orang-orang yang berada di sisi kanan shaf-shaf (barisan)."

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no. 1007) dan Imam Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Abu Dawud as-Sijistani (pengarang kitab ini) menempatkan hadits ini dalam bab yang menjelaskan tentang keutamaan berdiri di sisi kanan imam dan celaan terhadap keterlambatan.
  • Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam kitabnya Shahih Abi Dawud menilai hadits ini shahih.
  • Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam beberapa fatwanya menjelaskan bahwa yang dimaksud "meyaminush shufuf" adalah sisi kanan shaf, dan ini menunjukkan sunnahnya memulai shaf dari sisi kanan imam.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dorongan kuat untuk mengisi shaf bagian kanan terlebih dahulu. Berikut beberapa poin penting:

  1. Makna "Bershalawat": Kata "yushallun" di sini bermakna mendoakan dan memohonkan rahmat serta ampunan. Ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Jala'ul Afham bahwa shalawat dari Allah adalah pujian dan rahmat-Nya, sedangkan shalawat dari malaikat adalah doa dan istighfar.
  2. Keutamaan Sisi Kanan: Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa disunnahkan untuk memulai shaf dari sisi kanan imam, kemudian menyusul ke kiri. Ini juga merupakan pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in.
  3. Penerapan Praktis: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa jika seseorang datang ke masjid, maka ia dianjurkan untuk mengisi shaf yang kosong di sisi kanan imam terlebih dahulu. Jika sisi kanan sudah penuh, barulah mengisi sisi kiri.
  4. Kebencian Terhadap Keterlambatan: Judul bab dalam Sunan Abu Dawud menggabungkan dua hal: anjuran berdiri di kanan imam dan celaan terhadap keterlambatan. Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin hendaknya bersemangat untuk datang lebih awal dan mengambil posisi yang utama, bukan bermalas-malasan hingga hanya mendapatkan tempat di sisi kiri atau bahkan di shaf belakang.
  5. Perbedaan Pendapat: Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud "meyaminush shufuf" adalah sisi kanan setiap shaf (baik shaf depan maupun belakang), bukan hanya shaf pertama. Pendapat ini lebih kuat karena lafaz hadits menggunakan bentuk jamak ("shufuf"). Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya (secara ta'liq) bahwa Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah ﷺ menyukai untuk memulai dari sisi kanan dalam segala urusannya."

Story Telling

Diriwayatkan dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Dahulu Rasulullah ﷺ apabila selesai shalat, beliau berjalan ke arah kami, lalu mengusap pundak kami sambil bersabda: 'Luruskanlah shaf-shaf kalian, janganlah kalian berselisih sehingga hati kalian pun berselisih. Hendaklah yang dewasa dan berakal berada di belakangku, kemudian yang berikutnya, kemudian yang berikutnya.'" (HR. Muslim)

Kisah ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap kerapian shaf dan keutamaan posisi di dekat imam. Para sahabat sangat bersemangat untuk berada di shaf pertama dan di sisi kanan, karena mereka memahami keutamaan yang besar di dalamnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah untuk datang lebih awal ke masjid agar bisa mengisi shaf bagian kanan.
  2. Jika shaf kanan sudah penuh, isilah shaf berikutnya di sebelah kirinya, dan seterusnya.
  3. Jangan malas atau menunda-nunda datang ke masjid sehingga kehilangan keutamaan posisi shaf.
  4. Ajarkan kepada keluarga dan teman tentang keutamaan ini dengan cara yang lembut dan bijaksana.
  5. Niatkan dalam hati untuk meraih shalawat (doa rahmat) dari Allah dan para malaikat-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?