Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 630 tentang Cara berpakaian saat shalat berjamaah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa sederhananya para sahabat dahulu, sampai kain sarung mereka sempit dan harus diikat di leher agar tidak tersingkap saat shalat. Hadits ini juga mengajarkan adab penting: kaum wanita tidak mengangkat kepala dari sujud sebelum kaum pria mengangkat kepala, untuk menjaga pandangan dan kesucian hati.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan Abi Dawud, Kitab Shalat, Bab "Pria Mengikat Pakaian di Lehernya Lalu Shalat", dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Waki' bin al-Jarrah dari Sufyan ats-Tsauri dari Abu Hazim (Salamah bin Dinar).

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan adab menjaga pandangan:

QS. An-Nur [24]: 30

وَقُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

"Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

QS. An-Nur [24]: 31 (potongan yang relevan):

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin: hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya."

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa perintah menahan pandangan berlaku bagi pria dan wanita, dan inilah hikmah di balik larangan wanita mengangkat kepala lebih dahulu dari sujud.

Penjelasan Rinci

1. Gambaran keadaan para sahabat dalam shalat

Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu mengisahkan bahwa para sahabat begitu miskin dan sederhana. Kain sarung mereka pendek dan sempit, sehingga ketika mereka sujud atau bergerak dalam shalat, kain itu bisa tersingkap. Untuk menjaga aurat, mereka mengikat ujung kain di leher mereka — persis seperti anak kecil yang memakai kain. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini menunjukkan kesungguhan mereka menjaga aurat dalam shalat, meskipun dengan cara yang sederhana.

2. Hikmah larangan wanita mengangkat kepala lebih dahulu

Ketika para pria sujud, aurat mereka berisiko tersingkap karena kain yang sempit. Maka ada yang menyerukan: "Wahai kaum wanita, jangan angkat kepala kalian sampai para pria mengangkat kepala mereka." Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hikmahnya adalah:

  • Menjaga pandangan wanita dari aurat pria yang mungkin tersingkap saat sujud.
  • Menjaga kekhusyukan shalat.
  • Menutup pintu fitnah antara pria dan wanita dalam shalat berjamaah.

Imam Ibnu Hajar menambahkan bahwa ini juga bentuk kehati-hatian syariat dalam menjaga kehormatan dan kesucian hati kedua pihak.

3. Adab shalat berjamaah

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa adab ini mengajarkan kita untuk tidak tergesa-gesa dalam shalat, dan mengikuti gerakan imam dengan tertib. Wanita menunggu pria selesai mengangkat kepala terlebih dahulu, lalu baru mengangkat kepala. Ini menunjukkan keteraturan dan adab dalam berjamaah.

4. Kesederhanaan para sahabat

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa kisah ini menggambarkan zuhud dan kesederhanaan para sahabat. Mereka tidak memiliki pakaian yang cukup, tetapi tetap menjaga shalat berjamaah di belakang Nabi ﷺ. Ini menjadi pelajaran bagi kita agar tidak menjadikan kekurangan dunia sebagai alasan meninggalkan ibadah.

Story Telling

Dikisahkan oleh Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu — seorang sahabat muda dari kaum Anshar yang banyak meriwayatkan hadits — bahwa suatu hari ia melihat langsung bagaimana para sahabat shalat di belakang Rasulullah ﷺ. Kain sarung mereka begitu sempit dan pendek, sehingga mereka harus mengikatnya di leher. Mereka berdiri seperti anak-anak kecil yang memakai kain, namun hati mereka penuh kekhusyukan.

Di antara mereka ada yang tidak mampu membeli kain yang layak, tetapi tidak ada yang meninggalkan shaf shalat. Ketika sujud, mereka berhati-hati menjaga aurat. Lalu seorang pria — mungkin karena khawatir auratnya tersingkap — menyerukan kepada kaum wanita agar tidak mengangkat kepala sebelum para pria mengangkat kepala. Seruan itu bukan karena sombong, tetapi karena kasih sayang dan menjaga kesucian bersama.

Imam Abu Dawud meriwayatkan hadits ini sebagai pelajaran bagi umat setelahnya: betapa pentingnya menjaga aurat, adab, dan kekhusyukan dalam shalat, meskipun dengan sarana yang terbatas.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga aurat dalam shalat dengan sebaik mungkin, meskipun pakaian kita sederhana.
  2. Tidak tergesa-gesa dalam shalat berjamaah; ikuti gerakan imam dengan tertib.
  3. Kaum wanita hendaknya tidak mengangkat kepala dari sujud sebelum kaum pria mengangkat kepala, terutama dalam shaf bercampur atau berdekatan.
  4. Sederhana dalam dunia tidak menghalangi kita dari ibadah; para sahabat menjadi teladan.
  5. Jaga pandangan antara pria dan wanita, karena itu lebih suci bagi hati.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?