Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Abu Dawud No. 629 tentang Hukum shalat memakai satu pakaian jika menutup aurat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat dengan satu pakaian yang menutup aurat adalah sah dan diperbolehkan dalam Islam. Nabi ﷺ sendiri mempraktikkannya untuk mengajarkan bahwa yang terpenting adalah menutup aurat, bukan jumlah pakaian. Namun, hadits ini juga berisi teguran halus kepada orang yang bertanya, karena pertanyaannya seolah-olah menganggap shalat dengan satu pakaian itu tidak sah, padahal banyak sahabat yang hidup dalam kondisi kekurangan. Intinya: shalat dengan satu pakaian sah, tetapi memakai pakaian yang layak dan menutup aurat dengan sempurna adalah lebih utama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Abu Dawud No. 629:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan, dengan perbaikan harakat sesuai kaidah):

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا مُلَازِمُ بْنُ عَمْرٍو الْحَنَفِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَدِمْنَا عَلَى نَبِيِّ اللَّهِ ﷺ فَجَاءَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا نَبِيَّ اللَّهِ، مَا تَرَى فِي الصَّلَاةِ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ؟ قَالَ: فَأَطْلَقَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِزَارَهُ طَارَقَ بِهِ رِدَاءَهُ فَاشْتَمَلَ بِهِمَا، ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى بِنَا نَبِيُّ اللَّهِ ﷺ، فَلَمَّا أَنْ قَضَى الصَّلَاةَ قَالَ: أَوَكُلُّكُمْ يَجِدُ ثَوْبَيْنِ؟

Makna ringkas: Seorang lelaki bertanya kepada Nabi ﷺ tentang hukum shalat dengan satu pakaian. Maka Nabi ﷺ langsung mempraktikkannya dengan menggabungkan kain sarung dan selendangnya, lalu shalat mengimami mereka. Setelah selesai, beliau bersabda: "Apakah setiap kalian memiliki dua pakaian?" — sebagai teguran halus bahwa pertanyaan itu tidak perlu, karena banyak yang tidak mampu.

Hadits pendukung dari riwayat lain:

Dalam Shahih al-Bukhari, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

لَا يُصَلِّي أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقَيْهِ مِنْهُ شَيْءٌ

"Janganlah salah seorang dari kalian shalat dengan satu pakaian yang tidak ada sesuatupun di atas kedua bahunya." (HR. Al-Bukhari no. 359)

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat dengan satu pakaian itu sah, tetapi disunnahkan untuk meletakkannya di atas bahu (seperti selendang) agar lebih sempurna dalam menutup aurat.

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-A'raf [7]: 31

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

"Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, dan makan serta minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebihan."

Ayat ini memerintahkan untuk berhias (memakai pakaian yang pantas) ketika hendak shalat di masjid.

Penjelasan Rinci

1. Konteks Hadits:

Talq bin Ali Al-Hanafi radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa ketika mereka datang menemui Nabi ﷺ, ada seorang lelaki yang bertanya tentang hukum shalat dengan satu pakaian. Pertanyaan ini muncul mungkin karena ada anggapan bahwa shalat harus memakai dua pakaian (atas dan bawah). Maka Nabi ﷺ tidak menjawab dengan teori, tetapi langsung mempraktikkannya di hadapan mereka.

2. Makna "فَأَطْلَقَ إِزَارَهُ طَارَقَ بِهِ رِدَاءَهُ":

Para ulama menjelaskan bahwa Nabi ﷺ melepas kain sarungnya (izar), lalu menggabungkannya dengan selendangnya (rida'), kemudian memakainya sebagai satu pakaian yang menutup tubuhnya. Ini adalah praktik nyata bahwa shalat dengan satu pakaian yang menutup aurat itu sah.

3. Teguran Halus Nabi ﷺ:

Setelah shalat, Nabi ﷺ bersabda: "Apakah setiap kalian memiliki dua pakaian?" — Ini adalah teguran yang lembut. Maknanya: "Tidak semua orang mampu memiliki dua pakaian. Yang penting adalah menutup aurat. Jangan mempersulit diri dengan pertanyaan seperti itu."

Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitab Fath al-Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya shalat dengan satu pakaian selama aurat tertutup, dan bahwa pertanyaan tersebut sebenarnya tidak perlu karena syariat tidak mewajibkan dua pakaian.

4. Pendapat Ulama tentang Hukumnya:

  • Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyatakan bahwa shalat dengan satu pakaian yang menutup aurat adalah sah, berdasarkan hadits ini dan hadits Abu Hurairah.
  • Imam Ahmad bin Hanbal juga berpendapat sah, dan beliau menyebutkan bahwa yang terpenting adalah menutup aurat.
  • Imam Al-Bukhari membuat bab khusus dalam Shahih-nya: "Bab Shalat dengan Satu Pakaian" dan membawakan hadits-hadits yang menunjukkan kebolehannya.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa shalat dengan satu pakaian sah, tetapi memakai dua pakaian lebih utama karena lebih sempurna dalam menutup aurat dan lebih sesuai dengan perintah "خذوا زينتكم عند كل مسجد".

5. Perbedaan Kondisi:

Para ulama membedakan antara orang yang mampu dan tidak mampu. Bagi yang mampu, memakai pakaian yang layak dan menutup aurat dengan sempurna adalah lebih utama. Bagi yang tidak mampu, shalat dengan satu pakaian tetap sah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (salah seorang tabi'in yang terkenal zuhud), beliau pernah shalat dengan satu pakaian yang sederhana. Ketika ditanya mengapa tidak memakai pakaian yang lebih baik, beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah melihat hati, bukan pakaian. Namun, kita tetap dianjurkan untuk berpenampilan baik di hadapan Allah dan sesama muslim."

Kisah ini mengajarkan kita bahwa kesederhanaan dalam ibadah adalah bagian dari keikhlasan, tetapi menjaga penampilan juga bagian dari syariat. Keduanya tidak bertentangan jika diniatkan dengan benar.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat dengan satu pakaian yang menutup aurat adalah sah, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lainnya.
  2. Yang terpenting adalah menutup aurat dengan sempurna, baik dengan satu maupun dua pakaian.
  3. Bagi yang mampu, memakai pakaian yang layak dan bersih adalah lebih utama, sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-A'raf: 31.
  4. Jangan mempersulit diri dalam masalah yang Allah berikan kelapangan. Islam adalah agama yang mudah.
  5. Niatkan pakaian yang kita pakai untuk shalat sebagai bentuk penghormatan kepada Allah dan menjaga kebersihan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.