Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi seorang muslim yang bersemangat untuk shalat berjamaah, namun tertinggal. Jika ia berwudhu dengan sempurna, lalu berangkat ke masjid dengan niat shalat, dan mendapati jamaah telah selesai, maka Allah tetap memberinya pahala seperti orang yang shalat berjamaah, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Ini adalah karunia dan keutamaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala bagi hamba-Nya yang memiliki niat tulus dan semangat untuk beribadah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Tentang Siapa yang Keluar untuk Shalat tetapi Tertinggal, nomor 564, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab Hadits:
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ، - يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ - عَنْ مُحَمَّدٍ، - يَعْنِي ابْنَ طَحْلاَءَ - عَنْ مُحْصِنِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَوْفِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ ثُمَّ رَاحَ فَوَجَدَ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا أَعْطَاهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ مِثْلَ أَجْرِ مَنْ صَلاَّهَا وَحَضَرَهَا لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَجْرِهِمْ شَيْئًا "
Terjemahan: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian pergi ke masjid dan mendapati orang-orang telah selesai shalat, Allah akan memberinya pahala seperti orang yang shalat berjamaah dan hadir; pahala orang yang shalat berjamaah tidak akan dikurangi sedikit pun."
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah. Di antaranya:
- Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullah menilai hadits ini hasan dalam Shahih Abi Dawud dan Shahih at-Targhib wa at-Tarhib.
- Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang makna hadits ini dan beliau menjelaskan bahwa keutamaan ini khusus bagi orang yang memiliki udzur atau tertinggal karena sebab yang dibenarkan, dan ia tetap bersemangat untuk hadir. Adapun orang yang sengaja mengakhirkan shalat hingga terlewat jamaah, maka ia tidak termasuk dalam keutamaan ini.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Keutamaan Niat dan Semangat dalam Ketaatan
Hadits ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala membalas hamba-Nya berdasarkan niat dan usaha yang tulus. Orang yang berangkat ke masjid dengan niat shalat berjamaah, namun tertinggal, tidak sia-sia perjalanannya. Allah tetap memberikan pahala yang sempurna sebagai bentuk karunia-Nya.
2. Syarat Mendapatkan Keutamaan Ini
Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan ini terkait dengan beberapa hal:
- Berwudhu dengan sempurna - yaitu menyempurnakan wudhu sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
- Berangkat ke masjid - dengan niat untuk shalat berjamaah.
- Tertinggal jamaah - karena sebab yang tidak disengaja, seperti terlambat datang atau ada halangan.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang tertinggal shalat berjamaah karena kesibukan yang dibenarkan syariat, lalu ia tetap bersemangat untuk shalat di masjid, maka ia mendapat pahala seperti pahala jamaah. Namun jika ia sengaja menunda-nunda hingga terlewat, maka ia tidak mendapat keutamaan ini.
3. Pahala yang Tidak Mengurangi Pahala Orang Lain
Frasa "لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَجْرِهِمْ شَيْئًا" (tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun) menunjukkan bahwa pahala yang diberikan kepada orang yang tertinggal ini adalah pahala tambahan dari Allah, bukan diambil dari pahala orang yang hadir. Ini adalah keadilan dan kemurahan Allah.
4. Perbedaan dengan Hadits Lain
Perlu dibedakan dengan hadits yang berbunyi: "Barangsiapa berwudhu di rumahnya, lalu berjalan ke masjid untuk menunaikan shalat fardhu, maka setiap langkahnya menghapus dosa dan mengangkat derajat" (HR. Muslim). Hadits ini berbicara tentang orang yang berangkat dan mendapatkan shalat berjamaah. Adapun hadits Abu Dawud ini berbicara tentang orang yang berangkat namun tertinggal jamaah. Keduanya menunjukkan besarnya keutamaan berangkat ke masjid.
5. Pelajaran tentang Ikhlas
Hadits ini juga mengajarkan bahwa Allah melihat hati hamba-Nya. Orang yang berangkat dengan niat ikhlas untuk shalat berjamaah, meskipun tertinggal, tetap dicatat sebagai orang yang hadir dalam catatan pahala di sisi Allah. Ini berbeda dengan orang yang hanya mementingkan "terlihat" oleh manusia.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat menjaga shalat berjamaah. Suatu malam beliau tertinggal shalat berjamaah karena suatu keperluan yang mendesak. Maka beliau merasa sangat sedih dan menyesal. Beliau berkata kepada anaknya, Abdullah, "Wahai anakku, aku lebih suka jika aku shalat di belakang seorang laki-laki yang fasik sekalipun, daripada aku shalat sendirian. Sesungguhnya aku tidak menginginkan pahala shalat berjamaah, tetapi aku ingin menjaga sunnah dan syiar Islam."
Kisah ini menunjukkan betapa para salaf sangat menjaga shalat berjamaah dan bersedih jika tertinggal. Namun hadits di atas memberikan kabar gembira bahwa bagi yang memiliki udzur dan tetap bersemangat, Allah tidak menyia-nyiakan usahanya.
Kesimpulan Praktis
- Jaga semangat berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah, meskipun kadang tertinggal karena alasan yang dibenarkan.
- Sempurnakan wudhu karena ini adalah syarat dan sarana untuk meraih keutamaan.
- Niatkan perjalanan ke masjid semata-mata karena Allah, bukan karena riya atau ingin dilihat orang.
- Jangan putus asa dari rahmat Allah jika tertinggal jamaah; tetaplah shalat di masjid dan yakinlah Allah tidak menyia-nyiakan niat baikmu.
- Jangan sengaja menunda shalat hingga terlewat jamaah, karena keutamaan ini untuk orang yang tertinggal karena sebab, bukan yang sengaja melalaikan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.